Kemenangan ini dinilai sebagai giant killing terbesar dalam sejarah kompetisi tertua di dunia jika dilihat dari perbedaan level liga. Macclesfield, yang kini berada di peringkat ke-14 National League North, terpaut 117 peringkat dari Palace yang berlaga di Premier League.
Namun, kesenjangan itu sama sekali tak terlihat di atas lapangan.
Macclesfield Tampil Tanpa Rasa Takut
Di hadapan 5.348 penonton yang memadati stadion, Macclesfield tampil penuh keberanian dan disiplin. Tim asuhan John Rooney, adik kandung legenda Inggris Wayne Rooney, justru terlihat lebih rapi dan bersemangat dibanding Palace yang tampil tumpul dan terputus-putus.
Tuan rumah membuka keunggulan dua menit sebelum turun minum. Kapten tim Paul Dawson menyambut tendangan bebas akurat dari Luke Duffy dengan sundulan keras yang mengarah ke sudut jauh gawang, membuat stadion bergemuruh.
Gol Kedua Ukir Rekor Bersejarah
Pelatih Palace Oliver Glasner merespons dengan melakukan tiga pergantian sekaligus di awal babak kedua, memasukkan Tyrick Mitchell, Will Hughes, dan rekrutan mahal Januari Brennan Johnson.
Meski menurunkan pemain-pemain berpengalaman seperti Marc Guehi, Adam Wharton, dan Yeremy Pino, Palace tetap kesulitan.
Usaha Macclesfield akhirnya berbuah manis pada menit ke-63. Isaac Buckley-Ricketts, mantan pemain timnas Inggris U-20 dan jebolan akademi Manchester City, dengan cerdik menyambar bola liar dan mengarahkannya ke pojok bawah gawang.
Gol tersebut mencatatkan sejarah baru, Macclesfield menjadi tim non-liga pertama sejak 2009 yang mencetak dua gol ke gawang klub Premier League di Piala FA, serta yang pertama melakukannya terhadap juara bertahan sejak 1939.
Gol Telat Palace Tak Cukup
Crystal Palace baru memperkecil ketertinggalan di menit ke-90 lewat tendangan bebas presisi Yeremy Pino, yang membuat enam menit waktu tambahan terasa menegangkan. Namun, Macclesfield bertahan dengan heroik hingga peluit akhir berbunyi.
Palace harus membayar mahal performa buruk mereka, sementara Macclesfield mengunci kemenangan bersejarah yang akan dikenang sepanjang masa.
Bangkit dari Abu, Macclesfield Menulis Dongeng
Kisah ini semakin emosional mengingat perjalanan Macclesfield. Klub ini dibubarkan pada 2020 setelah Macclesfield Town dilikuidasi, sebelum bangkit kembali sebagai klub “phoenix” di bawah kepemimpinan pengusaha lokal Robert Smethurst dan mantan pemain Premier League Robbie Savage.
Memulai dari kasta kesembilan, Macclesfield meraih tiga promosi dalam empat tahun, termasuk gelar Northern Premier League musim lalu dengan 109 poin.
Tragedi juga sempat menghantam klub, dengan wafatnya penyerang muda Ethan McLeod (21 tahun) akibat kecelakaan mobil jelang Natal. Kemenangan ini pun menjadi simbol kebangkitan dan keteguhan komunitas klub.
John Rooney: “Saya Kehilangan Kata-kata”
Pelatih Macclesfield John Rooney, yang disaksikan langsung oleh sang kakak Wayne Rooney dari tribun, tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya.
“Saya masih tidak percaya. Saya benar-benar kehilangan kata-kata,” ujarnya.
“Sejak menit pertama kami luar biasa. Kami pantas menang, dan saya sangat bangga kepada para pemain.”
Glasner Akui Kekalahan Memalukan Palace
Sebaliknya, Oliver Glasner tampil sangat kecewa usai laga. Palace kini tanpa kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir di semua kompetisi.
“Kami tidak menunjukkan kualitas apa pun. Kami pantas kalah,” kata Glasner.
“Ini bukan soal taktik. Jika pemain tidak menunjukkan kebanggaan dan kemampuan dasar, maka hasilnya seperti ini.”
Apa Selanjutnya?
Macclesfield akan masuk sebagai bola nomor 30 pada undian putaran keempat Piala FA yang digelar Senin mendatang. Mereka juga akan menghadapi Woking di FA Trophy sebelum kembali ke National League North melawan Oxford City.
Sementara itu, Crystal Palace harus segera bangkit dan mengalihkan fokus ke Premier League, dengan laga tandang berat kontra Sunderland di Stadium of Light pada 17 Januari. (*)
Editor : Niklaas Andries