RADARBANYUWANGI.ID - Pantai Pulau Merah (PM) di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, menjadi primadona para peselancar (surfer).
Ombak menantang dan panorama yang memesona menjadikan salah satu destinasi wisata unggulan Banyuwangi, ini jadi lokasi favorit untuk berselancar (surfing).
Nyaris setiap hari ada peselancar baru, baik dari dalam negeri maupun mancanegara yang datang secara khusus ke pantai berpasir putih ini untuk menyalurkan hobi.
Bahkan, setiap sore puluhan peselancar berlatih untuk bisa menaklukkan ombak PM.
Salah satu pelatih surfing yang juga lifeguard di Pantai Pulau Merah, Suyitno, 41, menyampaikan, ombak di PM tak hanya cocok bagi kalangan professional, tapi juga pemula.
“Ombaknya tidak begitu besar dan garis pantai panjang, jadi cocok bagi yang ingin mencoba berselancar,” ujarnya.
Lifeguard senior PM ini menambahkan, banyak orang yang datang dan mencoba bermain surfing di pantai yang menjadi ikon wisata di kabupaten the Sunrise of Java ini.
“Anak-anak muda di sini (kawasan Pulau Merah) juga banyak yang berlatih. Apalagi di sini kerap ada event surfing internasional,” ujarnya.
Tidak hanya anak-anak pribumi, terang dia, tidak jarang pula wisatawan mancanegara (wisman) yang bermain selancar di PM.
“Kerap ada yang datang ke sini khusus untuk surfing. Kami juga menyediakan sewa papan selancar bagi pengunjung atau wisatawan yang ingin surfing atau belajar, nanti kami bimbing dan arahkan,” ungkapnya.
Menurut Suyitno, olahraga surfing tergolong susah untuk dilakukan. Pemainnya dituntut punya ketelatenan dan kehati-hatian dalam memainkan.
Yang pasti, sebelum bermain di atas air, harus paham karakter papan selancar dan ombak.
“Bagaimana mengendalikan papan harus paham dulu, kalau sudah paham, akselerasi di atas papan saat berada di air itu tergantung diri sendiri,” terang Suyitno.
Sementara itu, saat para peselancar beraksi menaklukkan ombak PM, mereka terus dipantau oleh tim rescue dari bibir pantai.
“Olahraga ini membantu anak-anak melatih kesabaran dan keuletan. Karena tidak mungkin dalam satu percobaan bisa labgsung berhasil," pungkas Suyitno. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin