Laga berakhir imbang 2-2 di waktu normal, memaksa penentuan juara dilakukan melalui babak tos-tosan. Kiper PSG, Lucas Chevalier, tampil sebagai pahlawan dengan menggagalkan dua penalti awal Marseille.
PSG Unggul Lebih Dulu, Marseille Bangkit
PSG membuka keunggulan pada menit ke-13 melalui Ousmane Dembélé, yang memanfaatkan kesalahan Marseille saat membangun serangan dari lini belakang. Bola yang direbut Vitinha diteruskan ke Dembele, sebelum sang winger melepaskan tembakan melambung melewati kiper Gerónimo Rulli.
Marseille tidak tinggal diam. Tim asuhan Roberto De Zerbi tampil agresif dan beberapa kali mengancam gawang PSG. Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-76 ketika Mason Greenwood dijatuhkan Chevalier di kotak penalti. Greenwood, yang juga mantan pemain Manchester United, sukses mengeksekusi penalti untuk menyamakan skor.
Gol Bunuh Diri dan Penyelamat di Menit Akhir
Drama memuncak di menit-menit akhir. Marseille berbalik unggul pada menit ke-87 setelah umpan silang Hamed Traore dari sisi kiri justru dibelokkan ke gawang sendiri oleh bek PSG Willian Pacho, saat Pierre-Emerick Aubameyang mencoba menyambar di depan gawang.
Namun kemenangan yang sudah di depan mata buyar di menit kelima masa injury time. PSG melancarkan serangan balik cepat, dan Gonçalo Ramos menyambar knockdown Bradley Barcola dengan voli keras untuk membuat skor kembali imbang 2-2.
Chevalier Jadi Penentu di Adu Penalti
Pada babak adu penalti, PSG tampil sempurna. Lucas Chevalier menggagalkan dua penendang awal Marseille, yakni Matt O’Riley dan Hamed Traore. Sementara itu, PSG sukses mengeksekusi tiga penalti pertama mereka.
Marseille sempat menjaga harapan melalui gol Amir Murillo, namun Desire Doue memastikan kemenangan PSG dengan eksekusi penalti penutup yang tenang, mengunci skor 4-1.
Dominasi PSG, Luka Mendalam untuk Marseille
Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan bagi Marseille. Mereka gagal meraih trofi pertama dalam 14 tahun, dan beberapa pemain terlihat menangis usai penalti penentu bersarang di gawang.
Sebaliknya, PSG semakin mengukuhkan status raksasa domestik dengan menjuarai 12 dari 13 edisi terakhir Trophee des Champions, melanjutkan dominasi mereka sebagai pemilik gelar ganda Prancis musim lalu. (*)
Editor : Niklaas Andries