Hasil ini datang sehari setelah Manchester City juga terpeleset dengan hasil imbang kontra Brighton. Kemenangan seharusnya bisa membawa The Gunners unggul delapan poin, namun dominasi babak pertama tidak mampu mereka konversi menjadi gol.
Babak Pertama Dikuasai Arsenal, Liverpool Nyaris Mencuri Gol
Arsenal tampil agresif sejak awal dan mengendalikan 45 menit pertama. Bukayo Saka kembali menjadi ancaman utama, melanjutkan rekor impresifnya melawan Liverpool di kandang. Winger timnas Inggris itu beberapa kali merepotkan Milos Kerkez dan Alexis Mac Allister, meski umpan tariknya kerap berhasil digagalkan lini belakang The Reds.
Peluang bersih pertama Arsenal juga datang dari kaki Saka, namun tembakannya masih mampu diamankan Alisson Becker. Liverpool, yang tampil tanpa top skor mereka Hugo Ekitike akibat cedera, tampak tertekan namun nyaris membuka keunggulan secara dramatis.
Kesalahan koordinasi antara William Saliba dan kiper David Raya hampir berbuah petaka. Raya gagal menghalau bola dengan sempurna, memberi kesempatan kepada Conor Bradley untuk melepaskan chip berani yang membentur mistar gawang Arsenal.
Ketegangan sempat memanas ketika Jeremie Frimpong terjatuh di kotak penalti Arsenal. Declan Rice dan Virgil van Dijk terlibat adu mulut, namun situasi mereda tanpa sanksi berarti. Babak pertama pun berakhir tanpa gol, meski Arsenal tampil lebih dominan.
Liverpool Bangkit, Arsenal Kehilangan Kendali
Memasuki babak kedua, Liverpool tampil lebih berani dan mulai mendominasi penguasaan bola. Florian Wirtz sempat menuntut penalti usai duel keras dengan Leandro Trossard, namun wasit Anthony Taylor dan VAR sepakat tidak menunjuk titik putih.
Arsenal justru kesulitan mengembangkan permainan. Mikel Arteta mencoba mengubah keadaan dengan memasukkan Gabriel Jesus dan Gabriel Martinelli, menggantikan Viktor Gyökeres yang kembali gagal mencetak gol dari permainan terbuka, catatan tanpa golnya kini mencapai dua digit.
Dominik Szoboszlai hampir menjadi pahlawan Liverpool. Gelandang Hungaria itu nyaris mengulang magis tendangan bebasnya di Anfield, namun sepakannya kembali melambung tipis di atas mistar gawang Raya.
Jeremie Frimpong terus merepotkan sisi kiri pertahanan Arsenal, terutama setelah Myles Lewis-Skelly masuk menggantikan Piero Hincapie yang cedera. Arsenal tampak lebih fokus bertahan di menit-menit akhir.
Akhir Dramatis Tanpa Pemenang
Peluang terakhir Arsenal datang melalui sundulan Gabriel yang masih melebar. Jesus dan Martinelli juga sempat mengancam, namun seluruh percobaan berhasil diamankan Alisson.
Insiden kecil terjadi jelang akhir laga ketika Martinelli mendorong Conor Bradley yang cedera keluar lapangan, memicu kemarahan pemain Liverpool. Martinelli dan Ibrahima Konaté diganjar kartu kuning, sementara Bradley harus ditandu keluar.
Peluit panjang pun berbunyi, menutup laga tanpa gol di malam yang diharapkan Arsenal menjadi pernyataan besar dalam perburuan gelar, namun berakhir hambar.
Dampak Klasemen Premier League
Hasil imbang ini membuat Arsenal tetap unggul enam poin atas Manchester City, sementara Liverpool tertinggal 14 poin dari puncak klasemen. Dengan 51 poin masih diperebutkan dari 17 laga tersisa, persaingan gelar tetap terbuka lebar, meski kesempatan emas Arsenal kali ini terbuang sia-sia. (*)
Editor : Niklaas Andries