Pertandingan ini juga mencatat sejarah sebagai pertemuan kompetitif pertama antara kedua tim. Exeter akan mendapat dukungan penuh dari 7.800 suporter tandang yang dipastikan memadati Etihad Stadium.
Awal Tahun yang Mengecewakan bagi City
Setelah menutup 2025 dengan delapan kemenangan beruntun di semua kompetisi, performa Manchester City justru melandai di awal tahun baru.
Pasukan Pep Guardiola hanya mampu meraih tiga hasil imbang beruntun di Premier League, masing-masing melawan Sunderland, Chelsea, dan Brighton.
Pada laga terakhir, gol ke-150 Erling Haaland untuk City harus ternodai oleh gol balasan Kaoru Mitoma, memaksa City kembali bermain imbang 1-1 di kandang sendiri.
Hasil tersebut membuat City kini tertinggal lima poin dari Arsenal di puncak klasemen dan berpotensi terpaut delapan angka jika Arsenal menaklukkan Liverpool.
Meski fokus liga tetap penting, City harus lebih dulu mengalihkan perhatian ke dua ajang piala beruntun, FA Cup melawan Exeter dan semifinal Piala Liga melawan Newcastle.
Rekor Mentereng City di Piala FA
Manchester City adalah tujuh kali juara Piala FA dan telah mencapai minimal semifinal dalam delapan dari sembilan musim terakhir di bawah asuhan Guardiola.
Namun, mereka hanya mengangkat trofi pada musim 2018-2019 dan 2022-2023, serta kalah di dua final terakhir dari Manchester United dan Crystal Palace.
Menghadapi Exeter, City memiliki catatan impresif, 19 kemenangan beruntun di Piala FA melawan tim dari divisi lebih rendah, dengan agregat skor 72-10 sejak kekalahan mengejutkan dari Wigan pada 2018.
Exeter City dan Misi Kejutan
Exeter menjalani musim keempat beruntun di League One. Performa mereka mulai membaik dalam tiga laga terakhir dengan 2 menang, 1 imbang, yang mengangkat posisi ke peringkat 14, tiga poin di atas zona degradasi.
Dua kemenangan tipis 1-0 atas AFC Wimbledon dan Luton Town disusul hasil imbang 2-2 kontra Huddersfield, di mana Jayden Wareham mencetak gol penyeimbang di menit ke-89 dan kini telah mengoleksi 11 gol musim ini.
Di Piala FA, Exeter tampil meyakinkan dengan menyingkirkan Halifax Town dan Wycombe Wanderers, sehingga berhak mendapatkan laga “impian” melawan raksasa Premier League.
Isu Finansial dan Solidaritas Sepak Bola
Menjelang laga, Ketua Klub Pete Ferlie mengakui kondisi keuangan Exeter tengah ketat. Supporters’ Trust, pemilik klub, bahkan meminta Manchester City memberikan porsi lebih besar dari pendapatan tiket, sebagai simbol solidaritas terhadap klub milik suporter dan sepak bola berkelanjutan.
Kabar Tim dan Rotasi Besar City
Manchester City dipastikan tampil tanpa sejumlah pemain inti seperti Josko Gvardiol, Ruben Dias, John Stones, Mateo Kovacic, hingga Oscar Bobb akibat cedera. Omar Marmoush dan Rayan Ait-Nouri masih membela negara mereka di Piala Afrika.
Guardiola diprediksi akan merotasi besar-besaran skuad, memberi kesempatan bagi para pemain akademi. Max Alleyne yang tampil impresif kontra Brighton berpeluang kembali menjadi starter, bersama sejumlah talenta muda lainnya seperti Jaden Heskey, Reigan Heskey, dan Divine Mukasa.
Di kubu Exeter, beberapa pemain seperti Josh Magennis dan Danny Andrew masih cedera. Kapten Pierce Sweeney dan Jake Doyle-Hayes berpeluang kembali ke starting XI.
Perkiraan Susunan Pemain
Manchester City (4-2-3-1): Trafford; Lewis, Mfuni, Alleyne, Naylor; Gray, J. Heskey; McAidoo, Cherki, R. Heskey; Mukasa
Exeter City (3-4-3): Whitworth; Sweeney, Fitzwater, Turns; Niskanen, Doyle-Hayes, Brierley, McMillan; Cole, Aitchison; Wareham
Prediksi: Manchester City 2-0 Exeter City
Rotasi besar dan kehadiran pemain muda bisa membuka peluang kejutan bagi Exeter. Namun, kualitas individu para talenta akademi City serta opsi pemain bintang di bangku cadangan diyakini cukup untuk membawa tuan rumah kembali ke jalur kemenangan. (*)
Editor : Niklaas Andries