Roma sukses meraih kemenangan pertama mereka pada 2026, sementara Sassuolo justru harus menelan kekalahan telak di kandang sendiri dari Juventus. Perbedaan momentum ini membuat Giallorossi lebih diunggulkan, meski ancaman kejutan tetap mengintai.
Kebangkitan Roma dan Asa Liga Champions
Dua penyerang yang kerap mendapat kritik justru menjadi penentu kemenangan Roma pada tengah pekan lalu. Evan Ferguson dan Artem Dovbyk mencetak gol dalam kemenangan 2-0 atas Lecce, hasil yang mendapat pujian langsung dari pelatih Gian Piero Gasperini.
Kemenangan tersebut menjadi respons positif setelah Roma sempat terpeleset akibat serangkaian hasil negatif, termasuk kekalahan dari Atalanta, Napoli, Cagliari, dan Juventus. Meski sempat tersingkir dari empat besar, peluang Roma untuk kembali ke Liga Champions masih terbuka lebar.
Dengan koleksi 36 poin di paruh musim, Roma mencatatkan peningkatan signifikan dibanding musim lalu, unggul 13 poin pada fase yang sama. Gasperini juga disebut ingin memperkuat skuad pada bursa transfer musim dingin, dengan Joshua Zirkzee dan Giacomo Raspadori masuk radar.
Roma juga memiliki modal positif saat menghadapi Sassuolo, setelah menang 1-0 pada pertemuan pertama di Reggio Emilia Oktober lalu.
Sassuolo Kehilangan Konsistensi
Sassuolo sempat mencatat sejarah dengan kemenangan 4-3 di Olimpico pada Desember 2023, setelah sebelumnya selalu gagal menang di markas Roma. Namun, sejak saat itu, banyak hal berubah bagi klub berjuluk Neroverdi tersebut.
Sempat terdegradasi dan kembali promosi sebagai juara Serie B, Sassuolo mengawali musim dengan cukup menjanjikan. Akan tetapi, performa mereka mulai menurun dalam beberapa pekan terakhir.
Dua hasil imbang melawan Parma dan Bologna diselingi kekalahan dari Torino dan Juventus membuat Sassuolo kini tertahan di peringkat ke-12 klasemen Serie A. Kemenangan terakhir mereka sejak jeda internasional hanya datang saat mengalahkan Fiorentina 3-1.
Kekalahan 0-3 dari Juventus pada Selasa lalu, di mana dua gol tercipta hanya dalam selang dua menit, menegaskan lemahnya konsentrasi lini belakang Sassuolo.
Kabar Tim dan Kondisi Pemain
Roma dipastikan tanpa Artem Dovbyk, yang kembali mengalami cedera usai mencetak gol kontra Lecce. Lorenzo Pellegrini juga masih menepi, sementara Bryan Cristante harus menjalani skorsing.
Kabar baik datang dari lini belakang, dengan Gianluca Mancini dan Mario Hermoso kembali tersedia usai menjalani larangan bermain. Leon Bailey juga dijadwalkan kembali berlatih penuh.
Namun, Roma masih kehilangan Evan Ndicka dan Neil El Aynaoui, yang tengah memperkuat negaranya di Piala Afrika.
Di kubu Sassuolo, Domenico Berardi masih absen, begitu pula Cristian Volpato, Daniel Boloca, Filippo Romagna, dan Yeferson Paz. Penyerang utama Andrea Pinamonti, yang telah mencetak lima gol Serie A ke gawang Roma sepanjang kariernya, dipastikan menjadi andalan lini depan tim tamu.
Perkiraan Susunan Pemain
Roma (3-4-2-1): Svilar; Mancini, Ziolkowski, Hermoso; Celik, Kone, Pisilli, Wesley; Soule, Dybala; Ferguson
Sassuolo (4-3-3): Muric; Walukiewicz, Idzes, Muharemovic, Doig; Thorstvedt, Matic, Kone; Fadera, Pinamonti, Lauriente
Prediksi: Roma 1-0 Sassuolo
Meski Sassuolo cukup solid saat bermain tandang, catatan tanpa clean sheet dalam delapan laga terakhir menjadi titik lemah yang berpotensi dimanfaatkan Roma. Dengan pertahanan yang termasuk terbaik di Serie A, Giallorossi diyakini mampu meredam serangan tamu dan mencuri kemenangan tipis di Olimpico. (*)
Editor : Niklaas Andries