Keane, yang sebelumnya mencetak gol untuk Everton, menerima kartu merah pada menit ke-83 setelah dinilai menarik rambut panjang striker Wolves, Tolu Arokodare, saat berebut bola udara. Insiden tersebut langsung memicu polemik, terutama setelah keputusan diperkuat melalui tayangan ulang VAR.
Dua Kartu Merah Tambah Kekacauan
Situasi Everton semakin memburuk hanya berselang tiga menit kemudian. Jack Grealish juga harus meninggalkan lapangan usai menerima dua kartu kuning, yang berujung pada kartu merah pertamanya di Liga Inggris.
Kartu kuning kedua diberikan setelah Grealish secara sarkastik bertepuk tangan ke arah wasit Tom Kirk, yang baru menjalani pertandingan keduanya di level tertinggi.
Meski kecewa timnya gagal mengamankan kemenangan dan membiarkan tim juru kunci bangkit, Moyes justru lebih menyoroti kepemimpinan wasit.
Moyes: “Itu Bukan Pelanggaran Kartu Merah”
“Tidak ada unsur kekerasan, tidak ada tenaga berlebih, dan tidak disengaja. Semua itu seharusnya berarti bukan kartu merah,” ujar Moyes usai laga, yang membuat Everton gagal mendekat ke posisi empat besar dengan jarak tiga poin.
Ia menilai keputusan membawa insiden tersebut ke layar VAR sudah keliru sejak awal.
“Saya pernah menjadi bek tengah. Tidak mungkin seseorang meloncat untuk mengungguli penyerang besar sambil berpikir akan menarik rambut lawan di saat yang sama,” tegasnya.
Moyes bahkan membandingkan insiden tersebut dengan kasus lain yang menurutnya jauh lebih jelas unsur pelanggarannya.
“Ini terjadi dalam duel permainan. Kecuali Anda pernah bermain, mungkin sulit memahami situasinya. Keputusan ini konyol, dan yang paling parah datang dari VAR,” lanjutnya dengan nada geram.
Kritik Tajam ke VAR
Menurut Moyes, tindakan Keane sama sekali tidak memenuhi kriteria pelanggaran keras.
“Saya tidak bisa melihat bagaimana itu dianggap sebagai pelanggaran berat. Mengapa itu kartu merah sementara pelanggaran lain dibiarkan? Konyol. Benar-benar mengecewakan.”
Akibat kartu merah tersebut, Keane dipastikan menjalani larangan bermain tiga pertandingan, semakin menipiskan opsi pemain yang dimiliki Moyes.
Grealish dan Disiplin Tim
Moyes memilih tidak terlalu banyak berkomentar soal hilangnya kendali emosi Grealish. Saat ditanya apakah ia perlu menegur pemain dan tim secara keseluruhan, Moyes menjawab singkat, “Sudah.”
Wolves Gagal Maksimalkan Keunggulan Jumlah Pemain
Di kubu lawan, pelatih Wolves Rob Edwards justru mengaku kecewa karena timnya gagal memaksimalkan situasi ketika Everton bermain dengan sembilan pemain.
“Saya kecewa kami tidak memanfaatkan situasi itu dengan lebih baik. Kami tidak cukup menekan mereka dan justru bermain sesuai keinginan lawan,” ujar Edwards.
Meski Wolves masih terpaut 14 poin dari zona aman, Edwards menegaskan timnya belum menyerah.
“Ini tantangan yang sangat berat, tetapi kami akan terus berjuang. Kami profesional dan akan bertarung sampai pertandingan ke-38,” tegasnya. (*)
Editor : Niklaas Andries