Keputusan tersebut diambil karena keterbatasan waktu antara penunjukannya pada Selasa dan jadwal pertandingan yang terlalu berdekatan.
Dalam laga tersebut, Chelsea kebobolan melalui gol Raúl Jimenez dan Harry Wilson, sementara bek kiri Marc Cucurella harus meninggalkan lapangan lebih awal usai menerima kartu merah langsung pada menit ke-22 karena menggagalkan peluang emas tuan rumah.
Resmi Menjadi Pelatih, Namun Belum Siap Memimpin
Rosenior, 41 tahun, resmi menandatangani kontrak berdurasi enam tahun sebagai pelatih kepala Chelsea pada Selasa, setelah meninggalkan klub Ligue 1, Strasbourg, untuk menggantikan Enzo Maresca di Stamford Bridge.
Meski turut melakukan perjalanan singkat sejauh satu mil dari markas Chelsea ke Craven Cottage bersama skuad menggunakan bus tim, Rosenior menilai dirinya belum memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan pemain secara optimal.
Akibatnya, ia memilih menyaksikan pertandingan dari tribun penonton bersama salah satu pemilik klub, Behdad Eghbali, sementara tugas melatih tetap diemban oleh pelatih interim Calum McFarlane.
McFarlane sebelumnya mendapat pujian usai membawa Chelsea menahan imbang Manchester City 1-1 di Etihad Stadium pada akhir pekan.
Kepercayaan Penuh untuk McFarlane
Sebelum laga, Rosenior menjelaskan alasannya kepada Sky Sports.
“Perjalanan memang berpengaruh, tetapi yang utama adalah karena Calum melakukan pekerjaan luar biasa saat melawan Manchester City,” ujar Rosenior.
“Saya melihat performa para pemain, terutama di babak kedua, energi, intensitas, dan kualitas permainan mereka sangat mengesankan.”
Ia juga menyoroti peran staf kepelatihan sementara.
“Bukan hanya Calum, tetapi juga Harry Hudson. Mereka mendukung para pemain dengan sangat baik di momen yang sulit,” lanjutnya.
“Saya baru tiba dari Strasbourg kemarin pagi. Waktunya terlalu sempit untuk menerapkan detail taktik yang saya inginkan agar tim punya peluang terbaik untuk menang.”
Rosenior menegaskan keyakinannya kepada tim pelatih interim dan para pemain.
“Saya percaya penuh kepada Calum dan para pemain untuk memenangkan pertandingan ini.”
McFarlane Apresiasi Sikap Profesional Rosenior
Usai laga, McFarlane memuji cara Rosenior menangani situasi menjelang pertandingan, mengingat waktu yang sangat terbatas sejak penunjukannya.
“Ia menyaksikan sesi latihan dan kami sempat berdiskusi setelahnya. Namun karena datang sangat mepet, ia menyerahkan sepenuhnya persiapan kepada kami,” ujar McFarlane.
“Ia memberi kami kebebasan menentukan susunan pemain dan taktik. Sikapnya sangat menghormati dan penuh kepercayaan, membiarkan kami menyelesaikan tugas sebelum ia mulai memimpin latihan besok.”
Debut Resmi Rosenior Menanti di FA Cup
Baca Juga: Liga 4 Babak 32 Besar: Baruna Nusantara FC Pesta Gol, Persewangi Kembali Tertahan Imbang
Rosenior dijadwalkan memimpin sesi latihan tim utama mulai Kamis dan akan menjalani debut resminya di pinggir lapangan saat Chelsea menghadapi Charlton Athletic pada babak ketiga Piala FA, Sabtu mendatang.
“Saya sangat antusias dan tidak sabar,” kata Rosenior.
“Sejak muda, saya selalu ingin menjadi pelatih. Kesempatan ini datang di tahap yang tepat dalam karier saya.”
Ia menegaskan fokus utamanya bukan sekadar menjadi pelatih Chelsea, melainkan membawa klub meraih kemenangan.
“Pesan saya kepada para pemain jelas: kami harus langsung melaju kencang hingga akhir musim.” (*)
Editor : Niklaas Andries