Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Isyarat Perpisahan? Liam Rosenior Tersentuh Usai Imbang Lawan Nice, Sinyal Kuat Menuju Chelsea

Niklaas Andries • Senin, 5 Januari 2026 | 10:45 WIB

SINYAL PINDAH: Liam Rosenior menuju Chelsea
SINYAL PINDAH: Liam Rosenior menuju Chelsea
RADARBANYUWANGI.ID - Pelatih Strasbourg, Liam Rosenior, memunculkan spekulasi besar terkait masa depannya setelah melontarkan pernyataan bernada emosional usai laga imbang 1-1 melawan Nice dalam lanjutan Ligue 1, Sabtu lalu.

Banyak pihak menilai, komentar tersebut menjadi sinyal perpisahan sang pelatih dengan klub dan kompetisi Prancis.

Pelatih asal Inggris itu memang tengah santer dikaitkan dengan kursi manajer Chelsea, yang kosong setelah Enzo Maresca resmi hengkang pada Hari Tahun Baru. Kepergian Maresca menyusul performa The Blues yang mengecewakan, dengan hanya satu kemenangan dalam tujuh laga Premier League terakhir.

Chelsea Terus Dikaitkan, Rumor Kian Menguat

Baca Juga: Kasus Narkoba di Banyuwangi Naik 30 Persen Sepanjang 2025, Polisi Sita 8,3 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Meski kepindahan Rosenior ke Stamford Bridge berpotensi menimbulkan dampak bagi Strasbourg, klub yang berbasis di Alsace, rumor tersebut tak kunjung mereda. Bahkan, ada indikasi bahwa laga melawan Nice bisa menjadi pertandingan terakhir Rosenior bersama Strasbourg.

Pada musim perdananya menangani klub, Rosenior sukses membawa Strasbourg finis di peringkat ketujuh Ligue 1, sebuah capaian yang dinilai solid dan menjanjikan.

Pernyataan Emosional yang Memantik Tafsir

Pelatih berusia 41 tahun itu mengakui bahwa pembicaraan mengenai peluang melatih Chelsea memang telah berlangsung, meski belum ada kesepakatan final.

“Sebuah kota yang sangat indah, dengan orang-orang yang luar biasa, klub yang hebat. Saya mencintai semuanya. Para pemain tampil luar biasa,” ujar Rosenior.

“Saya benar-benar menginginkan yang terbaik untuk klub ini. Saya tidak tahu apakah ini pertandingan terakhir saya. Dalam hidup, kita tidak pernah tahu.”

Walau menegaskan belum ada keputusan konkret, pernyataan tersebut dinilai banyak pihak sebagai pembuka jalan menuju London Barat.

“Belum ada yang pasti. Ini masih sebatas diskusi. Apa pun yang terjadi, terjadilah,” tambahnya.

Strasbourg Tumbuh Pesat di Bawah Rosenior

Saat ini, Strasbourg berada di posisi ketujuh klasemen Ligue 1 dan menunjukkan perkembangan signifikan selama enam bulan kepemimpinan Rosenior.

Stabilitas permainan dan pendekatan taktis sang pelatih mendapat apresiasi luas, baik dari internal klub maupun pengamat sepak bola Prancis.

Chelsea Prioritaskan Kandidat Internal

Baca Juga: Sat Samapta Polresta Banyuwangi Sita 17.815 Botol Miras Ilegal Sepanjang 2025, Balap Liar Turut Ditekan

Ketertarikan Chelsea terhadap Rosenior disebut sebagai langkah strategis pemilik klub, Todd Boehly dan Behdad Eghbali, untuk menjaga kesinambungan dalam struktur kepelatihan mereka.

Strasbourg sendiri merupakan klub afiliasi Chelsea, sehingga proses transisi Rosenior ke Stamford Bridge diyakini akan lebih mulus dibandingkan merekrut pelatih eksternal di tengah musim.

Meski sejumlah nama sempat dipertimbangkan, seperti Roberto De Zerbi, John Terry, dan Francesco Farioli, Rosenior dinilai paling cocok karena filosofi taktiknya serta kedekatan dengan manajemen BlueCo.

Jika resmi ditunjuk, Rosenior akan menjadi pelatih permanen kelima Chelsea di era kepemilikan saat ini, setelah Thomas Tuchel, Graham Potter, Mauricio Pochettino, dan Enzo Maresca.

Sementara Itu, McFarlane Ambil Alih

Sambil menunggu keputusan resmi, Chelsea menunjuk pelatih akademi Calum McFarlane sebagai manajer interim. Ia akan memimpin The Blues dalam laga berat kontra Manchester City di Premier League akhir pekan ini. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#Liam Rosenior #chelsea #Strasbourg