Gol keempat Watkins dalam tiga pertandingan terakhir menjadi kunci keberhasilan Villa meraih 11 kemenangan kandang beruntun, rekor terbaik klub dalam 36 tahun terakhir. Hasil ini menjadi respons sempurna setelah kekalahan dari Arsenal empat hari sebelumnya.
John McGinn tampil impresif dengan mencetak dua gol, membawa Aston Villa naik ke peringkat kedua klasemen Premier League dan unggul 12 poin dari Chelsea yang berada di posisi kelima. Nottingham Forest sempat memperkecil ketertinggalan lewat Morgan Gibbs-White, namun itu tidak cukup mengubah hasil akhir.
Forest Terpuruk, Tekanan Meningkat untuk Dyche
Kekalahan ini memperpanjang periode kelam Nottingham Forest yang kini menelan empat kekalahan liga beruntun untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun. Rentetan hasil buruk tersebut menjadi lanjutan dari krisis yang sebelumnya berujung pada pemecatan Steve Cooper.
Tim asuhan Sean Dyche kini hanya berjarak empat poin dari zona degradasi dan akan melakoni laga krusial melawan West Ham, yang berada di peringkat ketiga dari bawah, pada Selasa mendatang. Pertandingan tersebut juga akan menjadi reuni emosional dengan mantan pelatih mereka, Nuno Espirito Santo.
Jalannya Pertandingan
Selain satu peluang dari Omari Hutchinson, Forest tampil tumpul dan jarang mengancam pertahanan Villa. Mereka bahkan nyaris tertinggal lebih awal ketika Watkins gagal menaklukkan kiper John Victor yang tampil gemilang di awal laga.
Namun, Watkins akhirnya memecah kebuntuan dengan tembakan keras dari jarak 20 meter pada masa tambahan babak pertama. Tak lama setelah jeda, McGinn menggandakan keunggulan tuan rumah menjadi 2-0.
Morgan Gibbs-White sempat memberi harapan dengan golnya yang membuat skor menjadi 2-1. Akan tetapi, kesalahan fatal kiper Forest yang keluar dari sarangnya dimanfaatkan McGinn, yang mencetak gol keduanya ke gawang kosong dari jarak sekitar 35 meter.
Analisis Nottingham Forest: Alarm Bahaya Semakin Nyaring
Setahun lalu, Nottingham Forest berada di posisi ketiga klasemen Premier League dan disebut-sebut sebagai kandidat kuat lolos ke Liga Champions. Namun, 12 bulan berselang, mereka kini terancam kembali terjerumus ke zona degradasi.
Sebelum pertandingan, Sean Dyche sempat menyatakan bahwa performa Forest kerap menipu, dengan alasan selisih poin mereka tidak terlalu jauh dari Crystal Palace dan Sunderland dalam enam laga terakhir. Namun, kekalahan keempat berturut-turut ini menunjukkan masalah yang lebih serius.
Penampilan ceroboh di Villa Park menjadi cerminan turunnya konsentrasi dan organisasi permainan Forest. Kesalahan demi kesalahan, termasuk momen lengah menjelang gol pembuka Watkins dan blunder kiper John, menjadi bukti bahwa peringatan bahaya semakin nyata.
Kekalahan ini datang hanya beberapa hari setelah hasil mengecewakan melawan Everton yang tampil pincang. Jika Forest tidak segera menemukan kembali soliditas yang sempat membawa Dyche meraih tujuh kemenangan dari 12 laga awalnya, ancaman degradasi bisa menjadi kenyataan pahit. (*)
Editor : Niklaas Andries