RADARBANYUWANGI.ID - Bursa transfer Januari resmi dibuka pada Kamis, menandai dimulainya periode satu bulan penuh manuver klub-klub Premier League untuk menyempurnakan skuad hingga akhir musim.
Bagi tim papan atas, ini menjadi momentum memperkuat peluang meraih trofi. Sementara bagi klub papan bawah, kesempatan terakhir untuk menyelamatkan diri dari degradasi.
Namun, dinamika bursa tidak hanya soal keluar-masuk pemain. Klub juga harus memikirkan masa depan bintang-bintang yang kontraknya akan habis pada musim panas 2026 atau 2027. Perpanjangan kontrak menjadi isu krusial sebelum para pemain tersebut tergoda pindah secara gratis.
Kondisi Liverpool saat ini berada di posisi liga per 30 Desember: Peringkat 4 dengan 32 poin. Target realistis yakni Lolos Liga Champions via Premier League atau menjuarai Liga Champions atau FA Cup.
1. Masa Depan Mohamed Salah: Dipertahankan atau Dilepas?
Cedera panjang Alexander Isak menjadi faktor penentu. Dengan absennya striker utama hingga dua atau tiga bulan, Liverpool praktis tak punya ruang untuk melepas Mohamed Salah, meski sang bintang sedang bertugas di Piala Afrika dan masa depannya belum jelas.
Salah masih terikat kontrak, bahwa kepindahannya hampir mustahil terjadi di Januari.
Selama masih mampu menjadi pilihan utama, Salah akan tetap bertahan. Tantangannya kini ada pada Arne Slot untuk meramu sistem yang memaksimalkan kelebihan Salah dan menutup kekurangannya.
2. Isak Cedera: Cari Pengganti atau Maksimalkan Pemain yang Ada?
Meski Isak adalah pembelian mahal musim panas, kontribusinya di Premier League masih minim. Liverpool dinilai tak perlu panik mencari penyerang baru.
Dengan opsi seperti Hugo Ekitike, Cody Gakpo, Florian Wirtz, Federico Chiesa, hingga kontribusi lini kedua seperti Dominik Szoboszlai, The Reds dinilai memiliki kedalaman skuad yang cukup untuk menutup absennya Isak.
3. Apakah Liverpool Perlu Tambahan Pemain Baru?
Satu posisi yang dianggap mendesak adalah bek tengah. Cedera berkepanjangan dan minimnya pelapis berkualitas membuat Liverpool perlu mendatangkan satu bek berkelas, entah permanen atau pinjaman.
Nama Marc Guehi kembali mencuat. Dengan kontraknya yang mendekati akhir, Liverpool bisa mencoba kembali negosiasi di Januari.
4. Peminjaman Harvey Elliott Gagal: Haruskah Dipanggil Pulang?
Peminjaman Harvey Elliott ke Aston Villa dinilai sebagai kegagalan total. Minim menit bermain membuat Liverpool disarankan memulangkannya ke Anfield.
Dengan fleksibilitas posisi dan kerja kerasnya, Elliott masih bisa memberi kontribusi. Selain itu, dengan kontraknya tersisa satu tahun, Liverpool perlu mengevaluasi apakah ia layak diperpanjang.
5. Kontrak Robertson dan Konate: Perpanjang atau Lepas Gratis?
Andy Robertson dinilai masih layak diberi kontrak satu hingga dua tahun, meski kini berstatus pemain rotasi. Pengalamannya tetap bernilai tinggi.
Sebaliknya, situasi Ibrahima Konate lebih rumit. Usia ideal dan performa yang inkonsisten membuat Liverpool harus berhitung matang agar tidak mengulang kesalahan kontrak mahal tanpa jaminan performa.
6. Kontrak Habis 2027: Siapa yang Diprioritaskan?
Baca Juga: Tuntaskan Pam Nataru di Selat Bali, KRI Golok-688 Tinggalkan Banyuwangi dengan Pengawalan Khusus
Nama-nama seperti Alisson, Van Dijk, Salah, Curtis Jones, hingga Joe Gomez masuk daftar krusial.
Curtis Jones menjadi prioritas utama untuk diperpanjang. Alisson masih bernilai tinggi, namun faktor cedera membuat manajemen bisa menunggu. Sementara Van Dijk dan Salah akan dievaluasi berdasarkan performa hingga akhir 2026.
7. Masa Depan Arne Slot: Perpanjang Sekarang atau Tunggu?
Kontrak Arne Slot berakhir pada Juni 2027. Meski membawa Liverpool juara musim lalu, performa musim ini belum sepenuhnya meyakinkan.
Manajemen dinilai tepat jika menunggu hingga akhir musim. Jika Slot berhasil membalikkan keadaan dan meraih prestasi, perpanjangan kontrak bisa menjadi hadiah yang pantas.
Bursa transfer Januari menjadi ujian manajemen bagi Liverpool. Dengan kombinasi cedera, kontrak krusial, dan target besar, setiap keputusan akan berdampak langsung pada arah klub.
Salah langkah sedikit saja, The Reds bisa kehilangan momentum, namun jika tepat, peluang sukses di akhir musim tetap terbuka lebar. (*)
Editor : Niklaas Andries