Aston Villa akan bertandang ke markas Arsenal pada Selasa malam dengan jarak hanya tiga poin dari sang pemuncak klasemen Premier League.
Meski secara matematis Villa masih memiliki peluang menyamai poin Arsenal hingga akhir 2025, mereka membutuhkan selisih 12 gol untuk melampaui The Gunners di klasemen.
Villa datang dengan modal luar biasa. Mereka sedang berada dalam tren 11 kemenangan beruntun di semua kompetisi, termasuk delapan kemenangan di Liga Inggris. Kemenangan terbaru diraih saat menundukkan Chelsea di Stamford Bridge pada akhir pekan lalu.
Namun, berbicara dalam konferensi pers jelang laga, Emery justru merendahkan ekspektasi terhadap timnya dan melabeli Arsenal sebagai tim terbaik di Inggris saat ini.
Emery Tegaskan Villa Tetap Underdog
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa keberhasilan Aston Villa sejauh ini merupakan hasil dari proses yang sedang dibangun, bukan tanda bahwa mereka sudah siap bersaing memperebutkan gelar juara.
“Kami bangga dengan apa yang sedang kami bangun, baik secara taktik, mental, maupun individu. Kami berusaha membentuk ikatan layaknya keluarga karena kami lebih sering berada di sini dibanding bersama keluarga kami,” ujar Emery.
“Besok mungkin adalah tantangan tersulit yang bisa kami hadapi, karena Arsenal adalah tim terbaik. Mereka bermain luar biasa, bersaing dengan sangat baik, dan tampil kuat di semua aspek,” lanjutnya.
Emery juga memuji perkembangan Arsenal di bawah asuhan Mikel Arteta. Menurutnya, kekuatan The Gunners terus meningkat dari musim ke musim.
“Mereka membangun tim secara progresif setiap tahun, semakin solid dan semakin kuat. Ini tantangan besar, tetapi kami sangat termotivasi. Bermain tandang selalu lebih sulit, apalagi tiga pekan lalu kami mengalahkan mereka dan mereka tentu ingin membalasnya,” tambah Emery.
Bicara Gelar, Emery: Belum Masuk Akal
Emery kembali menegaskan bahwa membicarakan gelar juara pada tahap ini tidak relevan bagi Aston Villa, meski posisi mereka di klasemen cukup menjanjikan.
“Dua tahun lalu, kami juga memiliki 39 poin setelah 19 pertandingan. Saat itu pertanyaannya sama, dan kami akhirnya finis di posisi keempat serta lolos ke Liga Champions. Itu luar biasa,” jelasnya.
“Tetapi berbicara soal gelar juara sekarang tidak masuk akal bagi kami. Ini masih Desember. Kami termotivasi, tentu saja, tetapi fokus kami saat ini adalah pertandingan besok,” tegasnya.
Laga Krusial, Tapi Bukan Penentu Musim
Aston Villa akan tampil tanpa Matty Cash dan Boubacar Kamara yang absen karena akumulasi kartu, membuat status underdog mereka semakin kuat di Emirates Stadium.
Meski demikian, hasil imbang pun diyakini sudah cukup memuaskan bagi Villa, mengingat mereka akan menghadapi rangkaian laga yang relatif menguntungkan setelah duel ini.
Villa dijadwalkan menjamu Nottingham Forest dan Everton di kandang, serta melawat ke markas Crystal Palace yang terlihat mulai kelelahan usai jadwal padat.
Jika mampu meraih sembilan poin dari empat laga berikutnya, Aston Villa tetap berpotensi menjaga asa berada dalam perbincangan papan atas, terlepas dari hasil melawan Arsenal. (*)
Editor : Niklaas Andries