Tuan rumah lebih dulu unggul lewat gol Simon Adingra jelang setengah jam pertandingan. Laga ini juga menandai pertemuan pertama Sunderland dan Leeds United di Premier League sejak Desember 2002. Namun, Calvert-Lewin kembali menjadi pembeda dengan mencetak gol balasan sesaat setelah babak kedua dimulai.
Gol tersebut menjadi gol ketujuh Calvert-Lewin dalam enam pertandingan liga terakhir, menjadikannya pemain Leeds pertama yang mampu mencetak gol dalam enam laga Premier League secara beruntun.
Jalannya Pertandingan
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 28 Desember 2025: Spot Dunia Rp2,44 Juta per Gram, Antam Rp2,75 Juta
Sunderland membuka keunggulan pada menit ke-28. Adingra, yang sebelumnya sempat terlibat benturan dengan Joe Rodon, menerima umpan terobosan akurat dari Granit Xhaka sebelum melepaskan tembakan melengkung ke sudut kanan gawang. Rodon yang kesulitan bergerak membuat Adingra tetap berada dalam posisi onside.
Sunderland sebenarnya berpeluang memperlebar keunggulan. Brian Brobbey menyia-nyiakan dua peluang emas pada masa injury time babak pertama, termasuk situasi satu lawan satu serta sundulan yang hanya membentur mistar gawang.
Kegagalan tersebut harus dibayar mahal. Pada menit ke-47, Leeds melancarkan serangan cepat yang diakhiri dengan sempurna oleh Calvert-Lewin, yang menyambar umpan mendatar Brenden Aaronson dari jarak dekat.
Adingra Bersinar Usai Tak Dipanggil ke Piala Afrika
Absennya sejumlah pemain Sunderland akibat Piala Afrika sempat menjadi sorotan. Menariknya, Simon Adingra yang sebelumnya menjadi bagian dari tim Pantai Gading juara dua tahun lalu justru tidak masuk skuad kali ini.
Keputusan tersebut terbukti menguntungkan Sunderland. Adingra tampil menonjol dan mencetak gol pertamanya bersama Sunderland, sekaligus menjadi motor serangan tuan rumah. Ia hampir menorehkan assist jika sundulan Brobbey tidak kembali gagal menemui sasaran.
Tanpa kehadiran bek andalan Dan Ballard, Sunderland kesulitan menjaga konsistensi pertahanan. Meski demikian, mereka masih mempertahankan rekor tak terkalahkan di kandang, menjelang laga berat melawan Manchester City pada Hari Tahun Baru.
Calvert-Lewin Tajam, Aaronson Jadi Otak Serangan
Calvert-Lewin sedang menikmati performa terbaiknya sejak masa emas bersama Everton di bawah asuhan Carlo Ancelotti. Bahkan pada musim 2020/21, ia belum pernah mencetak gol dalam enam laga liga berturut-turut.
Catatan ini menjadi yang terpanjang bagi pemain Inggris di Premier League sejak Jamie Vardy mencetak gol dalam delapan pertandingan beruntun pada 2019. Namun kontribusi Calvert-Lewin tak hanya sebatas gol.
Striker berusia 28 tahun itu aktif membuka ruang, menahan bola, dan menghubungkan lini serang. Ia juga berperan dalam menciptakan peluang bagi Aaronson, yang tampil impresif sepanjang laga. Kolaborasi keduanya menjadi kunci kebangkitan Leeds setelah perubahan taktik usai Rodon mengalami cedera.
Leeds kini tak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir dan duduk di posisi ke-16, unggul tujuh poin dari zona degradasi. Sunderland bertahan di peringkat ketujuh klasemen.
Komentar Pelatih
Regis Le Bris (Sunderland):
“Ini pertandingan yang sangat sulit, seperti yang kami perkirakan. Leeds adalah tim berkualitas dan sedang dalam performa bagus. Kami memulai laga dengan baik dan punya peluang untuk mencetak gol kedua, yang menurut saya menjadi momen krusial.”
Daniel Farke (Leeds United):
“Kemenangan memang penting, tetapi yang lebih penting adalah kepercayaan diri tim. Kami tahu selalu punya peluang untuk bangkit, bahkan saat tertinggal. Ini periode yang bagus, namun kami harus terus melaju karena 20 poin belum cukup untuk bertahan di liga ini.”
Leeds United selanjutnya akan menghadapi Liverpool, dan dengan performa Calvert-Lewin serta Aaronson yang tengah berada di puncak, The Whites diyakini siap memberikan perlawanan sengit. (*)
Editor : Niklaas Andries