Menjelang laga Minggu (28/12) malam, Napoli berada dalam suasana penuh perayaan setelah kembali menambah koleksi trofi, namun tantangan mempertahankan status sebagai tim terbaik Italia belum berhenti.
Napoli sukses menambah Supercoppa Italiana ke lemari prestasi mereka setelah menaklukkan Bologna 2-0 di final yang digelar di Riyadh. David Neres menjadi pahlawan kemenangan lewat dua golnya, melanjutkan performa impresif usai mencetak gol penting dalam kemenangan semifinal atas AC Milan.
Pasukan Antonio Conte merayakan kesuksesan tersebut dengan penuh gaya. Namun di balik selebrasi, Napoli menyadari bahwa konsistensi di Serie A masih menjadi pekerjaan rumah utama.
Sebelum terbang ke Arab Saudi, Napoli sempat menelan dua kekalahan beruntun di Serie A dan Liga Champions, memutus rangkaian lima kemenangan berturut-turut.
Kekalahan dari Benfica dan Udinese juga memperpanjang catatan buruk di laga tandang, di mana Napoli sudah tujuh kali kalah musim ini, jumlah yang menyamai total kekalahan mereka dalam 33 laga tandang sebelumnya.
Sebaliknya, Napoli justru tampil solid di kandang sepanjang tahun kalender, membuat mereka tetap menempel ketat pemuncak klasemen Inter Milan dengan selisih hanya dua poin dalam persaingan gelar yang ketat.
Cremonese Tak Bisa Diremehkan
Secara historis, Napoli unggul jauh atas Cremonese dengan hanya dua kekalahan dari 16 pertemuan Serie A. Namun, musim ini Cremonese menunjukkan bahwa mereka bukan lawan mudah, terutama saat bermain di kandang.
Tim asal Lombardia tersebut hanya kalah sekali dari delapan laga Serie A yang digelar di Stadio Zini. Setelah promosi sebagai juara playoff musim lalu, Cremonese tampil mengejutkan dengan menumbangkan AC Milan di San Siro dan Bologna di Renato Dall’Ara.
Pekan lalu, anak asuh Davide Nicola juga berhasil menahan Lazio 0-0 di Roma. Meski harus bermain dengan 10 orang di masa tambahan waktu akibat kartu merah Federico Ceccherini, Cremonese tetap membawa pulang satu poin berharga.
Dengan koleksi 21 poin, Cremonese kini nyaman di papan tengah dan lebih dekat ke zona Eropa ketimbang terlibat dalam pertarungan degradasi. Kemenangan atas Napoli akan memberi mereka dua kemenangan kandang beruntun di Serie A untuk pertama kalinya dalam 30 tahun terakhir.
Performa Terakhir
Cremonese (Serie A): Kalah-Kalah-Menang-Menang-Kalah-Seri
Napoli (Serie A): Seri-Kalah-Menang-Menang-Menang-Kalah
Napoli (Semua Kompetisi): Seri-Menang-Kalah-Kalah-Menang-Menang
Kabar Tim
Baca Juga: Cegah Pungli Parkir, Dishub Banyuwangi Bina Enam Jukir di Kawasan Patung Gandrung Watudodol
Napoli kembali menghadapi krisis pemain di lini tengah. Kevin De Bruyne, Frank Anguissa, dan Billy Gilmour masih absen, begitu pula kiper utama Alex Meret. Kondisi Sam Beukema dan Mathias Olivera juga diragukan usai mengalami cedera ringan di Arab Saudi.
Kabar baik datang dari Romelu Lukaku yang telah kembali masuk skuad setelah absen empat bulan, meski belum siap tampil sebagai starter. Rasmus Hojlund diprediksi tetap menjadi ujung tombak, didukung David Neres yang tengah tajam dengan torehan 10 kontribusi gol sejak pertengahan Oktober.
Di kubu tuan rumah, duet Federico Bonazzoli dan Jamie Vardy hampir pasti mengisi lini depan. Vardy tetap menjadi ancaman meski telah berusia senja, dengan 115 dari 149 gol Serie A-nya dicetak setelah berusia 30 tahun.
Cremonese juga bisa kembali diperkuat Martin Payero yang bebas dari sanksi, sementara Ceccherini harus menjalani larangan bermain satu pertandingan. Michele Collocolo menjadi satu-satunya pemain yang masih dibekap cedera.
Perkiraan Susunan Pemain
Cremonese (3-5-2): Audero; Terracciano, Baschirotto, Bianchetti; Barbieri, Payero, Bondo, Vandeputte, Pezzella; Bonazzoli, Vardy
Napoli (3-4-2-1): Milinkovic-Savic; Di Lorenzo, Rrahmani, Buongiorno; Politano, Lobotka, McTominay, Spinazzola; Neres, Lang; Hojlund
Prediksi Skor: Cremonese 1-2 Napoli
Faktor kelelahan bisa memengaruhi Napoli setelah dua laga di Arab Saudi, namun kualitas skuad dan ketajaman lini serang membuat juara Serie A tetap diunggulkan.
Perubahan formasi ala Conte menjadikan Napoli lebih agresif, dan mereka diprediksi pulang dari Cremona dengan tiga poin penting. (*)
Editor : Niklaas Andries