Menjelang laga terakhir mereka di tahun 2025, kedua tim sama-sama berada dalam ancaman degradasi. Namun, Fiorentina datang dengan suntikan moral setelah akhirnya meraih kemenangan perdana di liga.
Fiorentina Akhirnya Bangkit, Tapi Tekanan Belum Usai
Fiorentina meluapkan frustrasi yang menumpuk dengan membantai Udinese 5-0 akhir pekan lalu, terbantu kartu merah kiper lawan yang keluar lapangan saat laga baru berjalan tujuh menit. Memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, La Viola mencetak tiga gol di babak pertama.
Striker andalan Moise Kean akhirnya keluar dari periode sulitnya dengan mencetak dua gol tambahan selepas jeda. Kemenangan tersebut mengakhiri rentetan 15 laga tanpa kemenangan Fiorentina di Serie A.
Meski demikian, euforia itu belum sepenuhnya meredakan kekecewaan suporter. Fiorentina menjalani akhir tahun yang kacau, dengan kehilangan dua pelatih dan satu direktur olahraga dalam hitungan bulan.
Paolo Vanoli, yang kini menjadi pelatih ketiga sejak akhir musim lalu, masih berada di bawah tekanan besar.
Fiorentina saat ini terpuruk di posisi juru kunci dengan sembilan poin, tertinggal lima angka dari zona aman. Mereka juga baru saja terseok masuk playoff Conference League setelah kalah dari Lausanne.
Oleh karena itu, kemenangan tandang pertama sejak Mei, kebetulan juga melawan Udinese, menjadi harga mati. Jika menang di Ennio Tardini, jarak dengan Parma akan terpangkas menjadi dua poin.
Parma Butuh Kebangkitan di Kandang
Parma juga berada dalam situasi genting. Setelah dua hasil imbang musim lalu, Gialloblu belum pernah mengalahkan Fiorentina dalam enam pertemuan liga terakhir sejak 2019. Kini, kesempatan itu kembali datang di saat krusial.
Meski berhasil meraih dua kemenangan dari empat laga terakhir, jumlah yang sama dengan 16 pertandingan sebelumnya, Parma gagal menjaga momentum pada laga terakhir.
Mereka secara mengejutkan kalah 0-1 dari Lazio yang bermain dengan sembilan orang, memperpanjang rekor tanpa kemenangan kandang menjadi enam laga.
Dengan hanya satu kemenangan di kandang sepanjang musim, Parma wajib memperbaiki performa di markas sendiri jika ingin bertahan di Serie A. Setelah jeda dua pekan akibat jadwal lawan yang tampil di Supercoppa Italiana, pasukan Carlos Cuesta diharapkan lebih siap menyambut laga ini.
Performa Terkini
Parma (Serie A): Kalah-Seri-Menang-Kalah-Menang-Kalah
Parma (semua kompetisi): Seri-Menang-Kalah-Kalah-Menang-Kalah
Fiorentina (Serie A): Seri-Seri-Kalah-Kalah-Kalah-Menang
Fiorentina (semua kompetisi): Kalah-Kalah-Menang-Kalah-Kalah-Menang
Kabar Tim
Fiorentina berpotensi kembali tanpa Robin Gosens, Pablo Mari, dan Jacopo Fazzini yang absen pada laga sebelumnya. Tariq Lamptey masih menjalani pemulihan cedera ACL, sementara Luca Ranieri harus menjalani skorsing, membuat lini belakang Vanoli semakin tipis.
Di tengah performa tim yang naik-turun, gelandang senior Rolando Mandragora justru menjadi top skor Fiorentina di Serie A dengan lima gol.
Parma menyambut kabar positif dengan kembalinya Alessandro Circati usai cedera engkel, meski Abdoulaye Ndiaye masih menepi.
Matija Frigan dan Zion Suzuki juga belum bisa dimainkan dan ditargetkan kembali pada Februari. Striker andalan Mateo Pellegrino, yang sudah mencetak empat gol, masih menjadi tumpuan utama dan dikabarkan diminati klub lain pada bursa Januari.
Prediksi Susunan Pemain
Parma: Corvi; Britschgi, Delprato, Valenti, Valeri; Bernabe, Estevez, Keita; Benedyczak, Ondrejka; Pellegrino
Fiorentina: De Gea; Pongracic, Comuzzo, Viti; Dodo, Mandragora, Fagioli, Ndour, Parisi; Gudmundsson, Kean
Prediksi Skor: Parma 1-2 Fiorentina
Dengan rekor kandang Parma yang buruk, termasuk kekalahan dari tim sembilan pemain, serta potensi hilangnya ritme setelah dua pekan tanpa laga,
Fiorentina memiliki peluang besar melanjutkan kebangkitan. Kemenangan ini bisa menjadi kemenangan tandang pertama La Viola di Serie A sejak Mei dan membuka harapan keluar dari dasar klasemen. (*)
Editor : Niklaas Andries