Menjelang pertengahan musim, kedua tim membawa ambisi yang berbeda. Burnley berjuang keras untuk keluar dari ancaman degradasi, sementara Everton bertekad menjaga momentum demi bersaing menuju zona kompetisi Eropa.
Burnley Terpuruk Usai Promosi
Burnley sempat menunjukkan sinyal kebangkitan setelah meraih dua kemenangan beruntun untuk pertama kalinya musim ini pada Oktober lalu. Namun, performa pasukan Scott Parker kembali merosot tajam setelah itu.
The Clarets menelan tujuh kekalahan beruntun sebelum akhirnya mencuri satu poin dramatis saat bermain imbang 1-1 melawan Bournemouth. Gol penyeimbang Armando Broja di menit-menit akhir menyelamatkan Burnley dari kekalahan kedelapan berturut-turut.
Saat ini, Burnley tertinggal tujuh poin dari Nottingham Forest yang berada di batas aman (peringkat ke-17), dan menjadi tim promosi dengan performa paling mengecewakan musim ini. Ancaman kembali ke Championship pun kian nyata.
Meski demikian, Burnley memiliki catatan historis cukup baik melawan Everton, lebih banyak kemenangan Premier League atas The Toffees dibanding lawan mana pun. Namun, tren terbaru tidak berpihak, karena Burnley kalah dalam tiga pertemuan terakhir dan empat dari lima laga terakhir kontra Everton.
Performa kandang juga menjadi sorotan. Burnley memang tak terkalahkan di Turf Moor musim lalu saat promosi, tetapi musim ini mereka telah kalah lima kali dari delapan laga kandang, menjadikannya rekor kandang terburuk ketiga di Premier League.
Masalah utama Burnley terletak pada lini serang. Mereka baru mencetak tujuh gol kandang, paling sedikit di liga bersama Wolverhampton Wanderers.
Everton Bidik Konsistensi dan Zona Eropa
Everton baru saja melewati dua laga berat kontra Chelsea dan Arsenal. Meski gagal meraih poin, tim asuhan David Moyes menunjukkan performa kompetitif.
Menariknya, Everton akan merayakan Natal sebagai tim papan tengah untuk pertama kalinya sejak 2020, meski jarak poin dengan tim peringkat ke-15 hanya terpaut dua angka, menunjukkan ketatnya persaingan musim ini.
The Toffees juga ingin meraih kemenangan pertama mereka atas tim promosi musim ini, setelah sebelumnya kalah dari Leeds United dan bermain imbang kontra Sunderland.
Everton saat ini masih kehilangan sejumlah pemain kunci, tetapi mereka tetap berambisi mengakhiri puasa kompetisi Eropa selama tujuh tahun.
Statistik menunjukkan Everton cukup berbahaya di menit-menit akhir. Sebanyak lima dari 18 gol mereka tercipta pada 15 menit terakhir, sementara Burnley justru rapuh di fase tersebut dengan 10 dari 34 gol kebobolan terjadi di periode yang sama.
Performa Terakhir
Burnley (Premier League): Kalah-Kalah-Kalah-Kalah-Kalah-Seri
Everton (Premier League): Menang-Kalah-Menang-Menang-Kalah-Kalah
Kabar Tim
Burnley:
1. Jordan Beyer masih absen sejak Agustus (cedera hamstring)
2. Connor Roberts (Achilles) dan Maxime Esteve (cedera ringan) diragukan
3. Zeki Amdouni (ACL), Hannibal Mejbri, Axel Tuanzebe, dan Lyle Foster absen
4. Mejbri juga menjalani larangan bermain empat laga
Everton:
1. Idrissa Gueye dan Iliman Ndiaye absen (AFCON)
2. Jarrad Branthwaite, Seamus Coleman, dan Kiernan Dewsbury-Hall cedera hamstring
3. Beto berpeluang kembali starter setelah tersisih oleh Thierno Barry
Perkiraan Susunan Pemain
Burnley: Dubravka; Ekdal, Worrall, Laurent; Walker, Ugochukwu, Cullen, Pires; Bruun Larsen, Broja, Anthony
Everton: Pickford; Mykolenko, Keane, Tarkowski, O'Brien; Garner, Iroegbunam; Grealish, Alcaraz, McNeil; Barry
Prediksi Skor: Burnley 1-2 Everton
Melihat performa Burnley yang masih terpuruk, Everton diprediksi akan menganggap hasil selain kemenangan sebagai kegagalan.
Meski catatan tandang Everton ke markas tim promosi kurang meyakinkan, kualitas dan efektivitas mereka di menit akhir berpotensi menjadi pembeda.
Everton dijagokan membawa pulang tiga poin dari Lancashire, sekaligus menjaga asa menembus kompetisi Eropa. (*)
Editor : Niklaas Andries