The Gunners tampil sangat dominan sepanjang 45 menit pertama. Pasukan Mikel Arteta mencatatkan expected goals (xG) sebesar 1,60, jauh di atas Crystal Palace yang hanya 0,06 xG. Namun, serangkaian penyelamatan gemilang kiper Walter Benítez serta buruknya penyelesaian akhir membuat skor tetap imbang hingga turun minum.
Crystal Palace tampil jauh lebih berani pada babak kedua. Tim asuhan Oliver Glasner beberapa kali mengancam gawang Arsenal dan mulai menemukan ritme permainan. Meski demikian, justru Arsenal yang lebih dulu memecah kebuntuan pada menit ke-80 lewat gol bunuh diri Maxence Lacroix, yang salah mengantisipasi bola di kotak penalti sendiri.
Keunggulan Arsenal tak bertahan lama. Tim yang biasanya mematikan lewat bola mati justru kecolongan dari situasi serupa. Berawal dari tendangan bebas Adam Wharton, Marc Guehi berdiri bebas dan menaklukkan Kepa Arrizabalaga untuk menyamakan kedudukan, memaksa laga dilanjutkan ke adu penalti.
Setelah 15 eksekusi penalti nyaris sempurna dari kedua tim, malam kelam Lacroix berlanjut. Tendangan penaltinya berhasil ditepis Kepa Arrizabalaga, memastikan kemenangan Arsenal dan mengantar mereka ke semifinal EFL Cup.
Arsenal Kehabisan Gol, Arteta Wajib Waspada
Meski lolos, performa Arsenal tetap menyisakan catatan. Dominasi mutlak di babak pertama gagal dikonversi menjadi gol, memperpanjang masalah produktivitas yang mulai terlihat dalam beberapa pekan terakhir. Kegagalan memanfaatkan momentum membuat Crystal Palace mampu bangkit dan memaksa Arsenal bekerja ekstra.
Mikel Arteta tentu senang dengan kelolosan ini, tetapi ia juga menyadari timnya harus lebih tajam di lini depan jika ingin bersaing di berbagai kompetisi pada paruh musim mendatang.
Crystal Palace Tersingkir, Tapi Tetap Simpan Harapan
Bagi Crystal Palace, kekalahan ini memang menyakitkan. Namun, respons luar biasa di babak kedua menjadi modal berharga. Walter Benítez tampil heroik sepanjang laga, meski akhirnya gagal membawa timnya menang di adu penalti.
Tak ada sosok yang lebih kecewa selain Maxence Lacroix, yang sebelumnya tampil konsisten sepanjang musim, tetapi harus melalui malam penuh mimpi buruk dengan gol bunuh diri dan penalti yang gagal.
Pemain Terbaik (Man of the Match): Walter Benítez
Meski berada di pihak yang kalah, Walter Benítez layak mendapat penghargaan. Kiper Palace itu mencatatkan tujuh penyelamatan krusial dan menggagalkan peluang senilai 3,07 xG, menjaga timnya tetap bertahan hingga adu penalti.
Statistik Pertandingan Arsenal vs Crystal Palace
Penguasaan bola: Arsenal 69% – 31% Crystal Palace
Tembakan: Arsenal 25 – 8 Crystal Palace
Tembakan tepat sasaran: Arsenal 7 – 1 Crystal Palace
Sepak pojok: Arsenal 8 – 2 Crystal Palace
Pelanggaran: Arsenal 9 – 12 Crystal Palace
Jadwal Berikutnya
Arsenal akan menutup tahun 2025 dengan dua laga kandang Premier League melawan Brighton & Hove Albion dan Aston Villa.
Sementara itu, Crystal Palace kembali ke Selhurst Park untuk menghadapi Tottenham Hotspur, sebelum membuka tahun 2026 dengan laga Tahun Baru kontra Fulham. (*)
Editor : Niklaas Andries