Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Libur Nataru 2025/2026, Wisata Paralayang Gunung Menyan Banyuwangi Masih Vakum

Salis Ali Muhyidin • Selasa, 23 Desember 2025 | 16:20 WIB
View cantik dari puncak Gunung Menyan di Petak 33 D, RPH Malangsari, BKPH Genteng, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru.
View cantik dari puncak Gunung Menyan di Petak 33 D, RPH Malangsari, BKPH Genteng, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru.

RADARBANYUWANGI.ID – Menjelang libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), wisata paralayang di Gunung Menyan, Petak 33 D, RPH Malangsari, BKPH Genteng, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, justru vakum.

Tidak hanya aktivitas olahraga ekstrem tersebut, area camp yang biasa digunakan muda-mudi berkemah di puncak Gunung Menyan juga sepi sejak Agustus lalu.

Padahal, awal tahun ini aktivitas paralayang sempat menggeliat. Dalam sebulan, ada satu atau dua wisatawan yang terbang tandem didampingi instruktur ahli dari venue tersebut.

Pengurus Base Camp Gunung Menyan, yakni Satmoko, 47, menjelaskan bahwa penutupan wisata paralayang yang diresmikan pada Januari 2022 ini disebabkan cuaca ekstrem yang melanda Banyuwangi sejak Agustus lalu. “Cuacanya sering hujan lebat disertai angin kencang,” ujarnya.

Kondisi tersebut tidak hanya membahayakan aktivitas penerbangan, tetapi juga merusak akses menuju puncak Gunung Menyan. Jalan tanah dengan tanjakan curam menjadi sangat licin saat diguyur hujan.

"Jalannya rusak sehingga banyak pengunjung malas datang. Selain itu, kami memilih vakum agar tidak ada korban, karena jalannya berbahaya," jelas pria yang akrab disapa Koko tersebut.

Koko menyayangkan kondisi ini, sebab setiap akhir tahun puncak Gunung Menyan biasanya menjadi destinasi alternatif untuk merayakan pergantian tahun.

“Pada perayaan baru sebelumnya banyak yang nge-camp di sini. Tahun ini, karena faktor cuaca yang tidak bisa dilawan, terpaksa tutup dulu," tandasnya.

Padahal, venue paralayang yang dikelola atas kerja sama Pemerintah Desa (Pemdes) Kalibaru Wetan, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, dan jajaran TNI AU dari Lanud Abdulrachman Saleh Malang ini merupakan satu-satunya lokasi latihan atlet paralayang di Banyuwangi.

“Sebelum Porprov Juli lalu masih bisa digunakan, namun setelah Agustus sama sekali tidak ada kegiatan,” ungkapnya.

Kepala Desa Kalibaru Wetan M Taufiq mengungkapkan, pihaknya belum bisa memastikan kapan perbaikan jalur menuju lokasi wisata tersebut akan dilakukan.

"Kemungkinan tahun depan kami anggarkan. Sebelumnya sudah ada pavingisasi menuju sana, tapi belum menyeluruh. Aksesnya memang masih rusak,” pungkasnya. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#paralayang #gunung menyan #sport #wisata #kalibaru #banyuwangi