Dengan status sebagai salah satu unggulan turnamen, Tunisia jelas tidak ingin terpeleset di laga pembuka. Sementara itu, Uganda menghadapi tantangan berat saat harus langsung berhadapan dengan lawan yang secara kualitas dan pengalaman lebih matang.
Tunisia datang ke AFCON 2025 dengan label favorit juara. Tim asal Afrika Utara tersebut baru sekali menjuarai Piala Afrika, yakni pada edisi 2004 saat bertindak sebagai tuan rumah. Namun, performa menjelang turnamen membuat optimisme publik Tunisia kembali menguat.
Meski perjalanan kualifikasi Piala Afrika mereka tidak sepenuhnya mulus, hanya finis sebagai runner-up grup di bawah Komoro, Tunisia tampil hampir sempurna dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Dari 10 pertandingan, mereka mencatat sembilan kemenangan dan satu hasil imbang.
Namun, pelatih Sami Trabelsi tetap menuntut kewaspadaan tinggi. Pasalnya, Tunisia gagal total pada AFCON 2023 setelah tersingkir di fase grup akibat dua hasil imbang dan satu kekalahan.
Catatan defensif yang sebelumnya solid juga mulai goyah, dengan gawang Tunisia kebobolan dalam enam dari tujuh laga terakhir di semua kompetisi.
Di sisi lain, Uganda memasuki turnamen ini dengan performa yang cukup menjanjikan. The Cranes mencatat empat kemenangan dari enam pertandingan terakhir. Akan tetapi, persiapan mereka menuju AFCON 2025 terganggu oleh berbagai persoalan administratif yang menghambat stabilitas tim.
Uganda memiliki sejarah manis sebagai runner-up Piala Afrika 1978 setelah kalah 0-2 dari Ghana di partai final. Namun, prestasi tersebut belum mampu terulang. Sejak itu, pencapaian terbaik mereka hanya sampai babak 16 besar pada edisi 2019.
Pelatih Paul Put menargetkan setidaknya menyamai capaian tersebut. Namun, fakta berbicara lain: kemenangan 2-0 atas RD Kongo pada laga pembuka AFCON 2019 menjadi satu-satunya kemenangan Uganda di Piala Afrika sejak 1978.
Situasi semakin berat karena Uganda selalu kalah dalam enam pertemuan terakhir melawan Tunisia, yang berpotensi memberi keuntungan psikologis bagi Carthage Eagles.
Performa Terkini
Tunisia (semua kompetisi): Menang-Seri-Kalah-Seri-Menang-Menang
Uganda (semua kompetisi): Menang-Menang-Menang-Kalah-Menang-Kalah
Kabar Tim
Tunisia akan kembali mengandalkan gelandang Augsburg, Elias Saad, yang tampil impresif dengan empat kontribusi gol dalam enam penampilan terakhir bersama tim nasional.
Ellyes Skhiri dan Hannibal Mejbri memang kembali dipanggil ke skuad Piala Afrika, tetapi keduanya diprediksi belum menjadi pilihan utama. Trabelsi tetap mempertahankan mayoritas pemain yang tampil pada agenda internasional bulan November.
Beberapa nama berpengalaman seperti Yassine Meriah, Dylan Bronn, Ali Maaloul, dan Ali Abdi juga dibawa ke Maroko sebagai bagian dari skuad utama.
Sementara itu, Uganda memasukkan kiper senior Denis Onyango dalam skuad, dan ia diprediksi menjadi penjaga gawang utama. Gelandang kreatif Allan Okello juga menjadi tumpuan harapan Uganda untuk menciptakan kejutan di AFCON 2025.
Perkiraan Susunan Pemain
Tunisia (5-3-2): Dahmen; Meriah, Bronn, Valery, Talbi, Abdi; Sassi, Gharbi, Ouanes; Saad, Mastouri
Uganda (4-2-3-1): Onyango; Sibbick, Mukundane, Obita, Herbert; Semakula, Aucho; Lorenzen, Ikpeazu, Okello; Mukwala
Prediksi Skor: Tunisia 3-1 Uganda
Secara kualitas, pengalaman, dan rekor pertemuan, Tunisia berada satu tingkat di atas Uganda. Dengan materi pemain yang lebih matang dan ambisi besar mengincar gelar, Carthage Eagles diprediksi mampu mengamankan tiga poin perdana dengan kemenangan meyakinkan. (*)
Editor : Niklaas Andries