Super Eagles bertekad melangkah lebih jauh setelah kegagalan pahit di final terakhir serta kekecewaan akibat absen di Piala Dunia 2026.
Tim asuhan Eric Chelle membawa ambisi besar untuk menebus kegagalan tersebut, sementara Tanzania datang tanpa beban berat, dengan fokus jangka panjang menatap Piala Afrika 2027 yang akan mereka gelar bersama Uganda dan Kenya.
Harapan Nigeria untuk tampil di Piala Dunia 2026 sempat kembali menyala setelah perubahan regulasi CAF terkait peringkat runner-up kualifikasi, diikuti lonjakan performa yang membawa mereka finis kedua di Grup C. Kemenangan dramatis lewat perpanjangan waktu atas Gabon di semifinal playoff juga sempat menjaga asa tersebut.
Namun, mimpi tampil di pentas dunia akhirnya sirna setelah Nigeria kalah adu penalti dari RD Kongo di laga penentuan. Kekalahan itu menorehkan catatan pahit, karena untuk kedua kalinya secara beruntun Nigeria gagal lolos ke Piala Dunia, situasi yang belum pernah mereka alami sejak debut pada 1994.
Upaya bangkit menjadi kebutuhan mutlak bagi raksasa Afrika ini. Meski baru saja kalah 1-2 dari Mesir dalam laga uji coba, performa Nigeria sebelumnya cukup menjanjikan dengan lima kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir, termasuk kemenangan atas Gabon jika dihitung hingga perpanjangan waktu.
Secara peringkat FIFA, Nigeria (peringkat 38) berada jauh di atas Tanzania, yang terpaut 74 posisi. Meski demikian, kehati-hatian tetap diperlukan. Pada AFCON sebelumnya, Nigeria juga gagal menang di laga pembuka setelah ditahan imbang Guinea Khatulistiwa, sebelum akhirnya melaju hingga final.
Kekalahan dari Pantai Gading di partai puncak membuat Nigeria masih menanti gelar Piala Afrika pertama sejak 2013. Dengan materi pemain berbasis Eropa seperti Victor Osimhen, Ademola Lookman, Alex Iwobi, dan Calvin Bassey, kemenangan di laga pembuka menjadi target wajib.
Tanzania Datang Tanpa Beban
Berbeda dengan Nigeria, Tanzania memasuki turnamen ini dengan tekanan yang jauh lebih ringan. Namun, Taifa Stars tetap berambisi memperbaiki catatan buruk mereka di Piala Afrika, di mana mereka selalu tersingkir di fase grup dalam empat partisipasi sebelumnya.
Kondisi performa Tanzania jelang laga ini kurang meyakinkan. Anak asuh Miguel Gamondi belum meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi dengan dua imbang, lima kalah, termasuk empat kekalahan beruntun. Produktivitas gol juga menjadi masalah, dengan hanya dua gol tercipta dalam tujuh laga terakhir.
Rekor pertemuan pun tidak berpihak pada Tanzania. Mereka gagal mencetak gol ke gawang Nigeria dalam tiga pertemuan terakhir dan kalah dalam tiga dari lima duel terbaru melawan Super Eagles.
Performa Terkini
Nigeria (semua kompetisi): Seri-Menang-Menang-Menang-Kalah-Kalah
Tanzania (semua kompetisi): Kalah-Seri-Kalah-Kalah-Kalah-Kalah
Kabar Tim
Nigeria dipastikan tampil tanpa bek Benjamin Fredrick yang mengalami cedera lutut, serta Ola Aina yang masih menepi akibat cedera hamstring. Mantan kapten William Troost-Ekong telah pensiun dari tim nasional, sehingga ban kapten kini akan dikenakan Wilfred Ndidi.
Ndidi diperkirakan menjadi jangkar lini tengah dalam skema 4-4-2 berlian pilihan Chelle. Calvin Bassey dan Semi Ajayi diproyeksikan mengawal lini belakang, sementara Stanley Nwabali tetap menjadi kiper utama.
Di lini serang, Samuel Chukwueze tengah berada dalam performa apik, sedangkan Ademola Lookman diharapkan kembali tajam. Victor Osimhen, dengan 31 gol internasional, hanya terpaut enam gol dari rekor pencetak gol sepanjang masa Nigeria.
Tanzania tidak memiliki masalah kebugaran baru. Pelatih Gamondi membawa skuad berisi 28 pemain yang memadukan pengalaman dan talenta muda. Simon Msuva kembali dipanggil dan berpeluang mencatatkan caps ke-100, sekaligus mendekati rekor gol nasional.
Perkiraan Susunan Pemain
Nigeria (4-4-2): Nwabali; Sanusi, Bassey, Ajayi, Osayi-Samuel; Ndidi, Iwobi, Chukwueze, Lookman; Osimhen, Adams
Tanzania (4-2-3-1): Suleiman; Kaponbe, Mwamnyeto, D. Job, M. Husseini; N. Miroshi, F. Salum; Msuva, M’Mombwa, Allarakhia; Samatta
Prediksi Skor: Nigeria 2-0 Tanzania
Meski Nigeria masih memiliki celah di sektor pertahanan, lini serang Tanzania yang tumpul diperkirakan sulit memberi ancaman serius. Dengan kualitas individu yang jauh lebih unggul, Super Eagles diyakini mampu mengamankan kemenangan nyaman pada laga pembuka Piala Afrika 2025. (*)
Editor : Niklaas Andries