Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sosok Innes Aditya: Striker Hoki Banyuwangi Raih Perak dan Perunggu di SEA Games 2025 Thailand

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 22 Desember 2025 | 13:30 WIB
Atlet hoki asal Banyuwangi Innes Aditya usai meraih medali perak dan perunggu untuk Indonesia di kancah SEA Games 2025 di Thailand pada Kamis (18/12) lalu.
Atlet hoki asal Banyuwangi Innes Aditya usai meraih medali perak dan perunggu untuk Indonesia di kancah SEA Games 2025 di Thailand pada Kamis (18/12) lalu.

RADARBANYUWANGI.ID - Satu lagi nama atlet Banyuwangi yang menyumbangkan medali bagi Indonesia di ajang olahraga internasional.

Kali ini diberikan Innes Aditya, 20, atlet hoki asal Bumi Blambangan yang bertanding di SEA Games 2025.

Nama Innes Aditya, 20, mungkin jarang terdengar di kancah olahraga Banyuwangi. Tapi siapa sangka, ia menjadi salah satu tulang punggung Tim Nasional (Timnas) Hockey Putri saat bertanding pada ajang SEA Games 2025 di Thailand.

Innes yang memperkuat timnas hoki putri berhasil menggondol dua medali di multi event olahraga terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

Satu medali perak diraih di nomor Field dan satu medali perunggu di nomor 5s.

Saat berita ini ditulis pada Minggu sore (21/12), Innes sedang dalam perjalanan pulang dari Thailand menuju Banyuwangi.

Namun, seluruh perjalanan Innes diceritakan dengan jelas oleh Ketua Federasi Hockey Indonesia (FHI) Banyuwangi Dini Angga Maharani.

Perempuan yang melatih Innes sejak masih duduk di bangku SMP itu mengatakan, anak didiknya tersebut memang cukup potensial.

Di hoki, Innes beberapa kali membawa cabang olahraga (cabor) itu meraih prestasi, baik di event tingkat provinsi maupun nasional.

Sejak tahun 2024 lalu, Innes yang sempat memperkuat tim Pekan Olahraga Nasional (PON) Jatim masuk dalam pantauan tim Pelatnas SEA Games.

Dia pun harus bolak-balik Banyuwangi-Depok untuk mengikuti seleksi bertahap yang dilakukan oleh FHI pusat.

"Di PON Innes memang juara 4 tapi dia terus dipantau. Jadi secara mandiri ikut seleksi di Depok. Sampai akhirnya awal Januari terpilih masuk timnas," kata Dini.

Selama seleksi, Dini mengatakan dirinyalah yang terus menguatkan Innes agar tetap optimistis. Meski terkendala biaya, imbuh Dini, dirinya berupaya membiayai Innes agar tetap bisa ikut seleksi. Setelah diterima, sulung dari dua bersaudara itu langsung moncer bersama timnas. 

Sebelum SEA Games, ada beberapa event yang diikuti atlet berposisi striker itu bersama Timnas Hoki . Termasuk dari event yang digelar di Malaysia, Uzbekistan, dan Australia.

“Posisi Innes semakin kuat di timnas, dia menjadi pilihan pertama untuk posisi striker. Kemauan anaknya juga cukup keras,” imbuh Dini.

Di Banyuwangi, atlet asal Kelurahan Pakis itu juga pernah membawa prestasi yang cukup membanggakan.

Selain di cabor hoki, Innes sempat memperkuat kontingen sepak bola putri Banyuwangi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim tahu 2022 di Jember. Innes saat itu ikut membawa tim meraih medali emas untuk Banyuwangi.

Sayangnya, tak ada kejelasan karir untuk Innes ke depan. Dia pun kembali turun di cabor hoki yang justru membawa prestasinya sampai ke timnas.

"Saya sudah melihat saat itu. Mungkin kalau Innes tetap di hoki, dia bisa masuk timnas lebih awal. Tapi itu pilihannya. Yang jelas saat ini pilihan karirnya bisa membawanya meraih medali untuk tanah air," kata Guru SMKN 1 Banyuwangi itu 

Dini menambahkan, setelah kembali ke Banyuwangi nanti, Innes ingin fokus pada cita-citanya. Dini pun berharap bisa mendampingi anak asuhnya itu sekali lagi.

“Dia ingin jadi anggota Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal). Setelah prestasinya di SEA Games, saya harap dia bisa meraih cita-citanya,” pungkasnya. (fre/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#sea games #hoki #thailand #banyuwangi