Sassuolo terus menunjukkan performa menjanjikan dalam musim comeback mereka di Serie A. Akhir pekan lalu, pasukan Fabio Grosso berhasil menahan imbang kandidat Scudetto, AC Milan, dengan skor 2-2 di San Siro, meski sempat menyia-nyiakan keunggulan awal.
Gol pembuka dicetak Ismael Koné, gol liga ketiganya musim ini, sebelum Milan membalikkan keadaan. Namun, Armand Laurienté yang masuk sebagai pemain pengganti tampil sebagai penyelamat lewat gol penyeimbang menit ke-77, bahkan nyaris mencetak gol kemenangan setelah sepakannya membentur tiang.
Sassuolo dikenal sebagai tim dengan penyelesaian kuat di menit-menit akhir. Sebanyak 11 dari 21 gol Serie A mereka tercipta pada 30 menit terakhir, menjadikan Neroverdi lawan berbahaya bagi siapa pun.
Meski target utama masih bertahan di kasta tertinggi, kemenangan atas Lazio dan Atalanta membuktikan Sassuolo bukan sekadar penggembira.
Secara statistik, Sassuolo juga menjadi salah satu tim promosi paling impresif di lima liga top Eropa, hanya kalah dari kejutan Premier League, Sunderland, dalam perolehan poin.
Namun, catatan pertemuan kontra Torino tidak berpihak. Sassuolo baru meraih empat kemenangan dari 22 laga Serie A melawan Granata. Menariknya, delapan dari 11 pertemuan di Mapei Stadium berakhir imbang, sementara Torino hanya sekali kalah di sana.
Torino: Momentum Bangkit, Tapi Rapuh di Tandang
Torino datang ke Reggio Emilia dengan kepercayaan diri yang mulai pulih. Pekan lalu, mereka akhirnya mengakhiri rentetan enam laga tanpa kemenangan dengan menundukkan Cremonese. Nikola Vlasic menjadi pahlawan lewat gol jarak dekat dalam laga yang berjalan ketat.
Kemenangan tersebut membawa tim asuhan Marco Baroni naik ke peringkat ke-13, menjauh dari zona rawan, meski masih tertinggal empat poin dari Sassuolo. Musim ini, Torino tampil inkonsisten: kebobolan 26 gol, namun mampu mencatat enam clean sheet.
Masalah utama Torino adalah performa tandang. Dalam laga tandang terakhir mereka di tahun 2025, Granata berupaya memutus rekor buruk, hanya enam poin dari 21 poin maksimal di laga tandang Serie A musim ini, serta belum menang sejak September.
Rekam Form Terakhir Serie A
Sassuolo: Kalah-Menang-Seri-Kalah-Menang-Seri
Torino: Seri-Seri-Kalah-Kalah-Kalah-Menang
Kabar Tim
Sassuolo
1. Masih kehilangan sejumlah pemain cedera, termasuk bintang utama Domenico Berardi.
2. Kristian Thorstvedt absen akibat akumulasi kartu, membuka peluang bagi Aster Vranckx untuk tampil sejak menit awal bersama Koné dan Nemanja Matić.
3. Armand Lauriente berpeluang menggusur Alieu Fadera setelah penampilan impresif sebagai supersub.
4. Andrea Pinamonti, yang sudah mencetak empat gol dan dua assist musim ini, selalu mencetak gol dalam dua laga kandang terakhir Sassuolo kontra Torino.
Torino
1. Duvan Zapata punya rekor apik kontra Sassuolo dengan 10 gol, termasuk pada pertemuan terakhir di Mapei Stadium Februari 2024.
2. Zapata harus bersaing dengan Giovanni Simeone yang telah pulih untuk berduet dengan Che Adams.
3. Ardian Ismajli kembali ke skuad, tetapi Saúl Coco dan Adam Masina absen karena tugas di Piala Afrika.
Prediksi Susunan Pemain
Sassuolo (4-3-3): Muric; Walukiewicz, Izdes, Muharemovic, Doig; Vranckx, Matic, Kone; Volpato, Pinamonti, Lauriente
Torino (3-5-2): Israel; Tameze, Maripan, Ismajli; Pedersen, Casadei, Asllani, Vlasic, Lazaro; Adams, Zapata
Prediksi Skor: Sassuolo 1-1 Torino
Melihat sejarah pertemuan yang sarat hasil imbang dan kondisi kedua tim yang relatif seimbang, laga ini kembali berpotensi berakhir tanpa pemenang.
Torino menunjukkan mentalitas bangkit pekan lalu, sementara Sassuolo dikenal kuat di menit akhir. Hasil seri tampaknya menjadi skenario paling realistis untuk menutup laga sebelum Natal. (*)
Editor : Niklaas Andries