The Cherries sangat membutuhkan kebangkitan demi kembali menemukan performa impresif yang sempat membawa mereka duduk di posisi kedua klasemen pada akhir Oktober lalu.
Sementara itu, Burnley datang ke pesisir selatan Inggris dengan tekanan besar. Tim tamu berusaha menghindari catatan kelam yang bisa menyamai rekor buruk klub kasta tertinggi Inggris yang telah bertahan lebih dari 130 tahun.
Selepas kemenangan atas Nottingham Forest di penghujung Oktober, Bournemouth sempat menjadi pesaing terdekat Arsenal dalam perburuan gelar.
Namun sejak saat itu, performa mereka anjlok drastis. Tak satu pun laga liga berhasil dimenangkan, dengan catatan empat kekalahan dan tiga hasil imbang, yang membuat pasukan Andoni Iraola melorot ke peringkat ke-13.
Meski demikian, Iraola mendapat secercah harapan dari penampilan timnya saat menahan Manchester United 4-4 di Old Trafford pada Senin malam.
Sempat tertinggal 4-3 dengan 11 menit tersisa usai kebobolan dua gol cepat, Bournemouth menunjukkan mental baja. Gol penyeimbang dari pemain pengganti Eli Junior Kroupi memastikan mereka pulang dengan satu poin berharga.
Menariknya, rentetan terpanjang Bournemouth tanpa kemenangan di Premier League adalah 13 laga antara Mei hingga Oktober 2023, dan Burnley menjadi lawan yang mengakhiri periode kelam tersebut. Kemenangan itu juga tercatat sebagai kemenangan pertama Iraola sejak menangani klub.
Pada musim 2023-2024, Bournemouth menyapu bersih dua pertemuan liga melawan Burnley, dan kini mereka kembali diunggulkan untuk mengakhiri puasa kemenangan menghadapi tim yang tengah terancam degradasi.
Burnley dalam Tekanan
Di kubu tamu, situasi jauh dari ideal. Pelatih Scott Parker bahkan sempat mendapat nyanyian sarkastik dari suporter saat Burnley tumbang 2-3 dari Fulham pekan lalu. Padahal, sebagai tim promosi, awal musim sempat menjanjikan.
Kini, tujuh kekalahan beruntun di liga menyeret Burnley ke posisi ke-19 klasemen, terpaut empat poin dari zona aman. Rekor tandang mereka juga memprihatinkan, dengan tujuh kekalahan dari delapan laga di luar kandang musim ini.
Menghadapi Bournemouth di Vitality Stadium, Burnley membutuhkan keajaiban kecil untuk mengulang dominasi mereka di masa lalu, ketika sempat meraih empat kemenangan beruntun atas The Cherries pada periode 2018–2020.
Performa Terakhir
Bournemouth (semua kompetisi): Kalah-Seri-Kalah-Kalah-Seri-Seri
Burnley (semua kompetisi): Kalah-Kalah-Kalah-Kalah-Kalah-Kalah
Kabar Tim
Baca Juga: Keutamaan Doa di Bulan Rajab: Peluang Mustajab Menjelang Ramadhan
Dimulainya Piala Afrika (AFCON) membawa dampak berbeda bagi kedua tim. Kabar baik bagi Bournemouth, penyerang andalan Antoine Semenyo tetap tersedia karena Ghana gagal lolos ke turnamen. Amine Adli juga absen dari skuad Maroko sehingga siap dimainkan.
Namun, Bournemouth harus kehilangan Tyler Adams yang kembali cedera lutut hanya lima menit setelah tampil melawan Manchester United. Ia menyusul Matai Akinmboni, Ben Doak, dan Veljko Milosavljevic ke ruang perawatan, sementara Ryan Christie masih diragukan.
Situasi Burnley lebih pelik. Axel Tuanzebe, Lyle Foster, dan Hannibal Mejbri dipanggil tim nasional, meski Mejbri masih menjalani larangan bermain empat laga di Premier League.
Selain itu, Zeki Amdouni, Jordan Beyer, dan Connor Roberts dipastikan absen, sedangkan Bashir Humphreys belum sepenuhnya bugar.
Perkiraan Susunan Pemain
Bournemouth: Petrovic; Smith, Diakite, Senesi, Truffert; Tavernier, Scott; Jimenez, Kluivert, Semenyo; Evanilson
Burnley: Dubravka; Sonne, Ekdal, Esteve, Hartman; Ugochukwu, Cullen, Florentino; Anthony, Bruun Larsen, Flemming
Prediksi Skor: Bournemouth 2-0 Burnley
Rentetan buruk Bournemouth di Premier League tampaknya akan berakhir pada laga ini.
Menghadapi Burnley yang tengah terpuruk dan kehilangan sejumlah pemain kunci, The Cherries memiliki peluang emas untuk kembali ke jalur kemenangan,terlebih dengan kehadiran Antoine Semenyo yang siap menjadi pembeda. (*)
Editor : Niklaas Andries