Berbicara di hadapan anggota parlemen pada Rabu waktu setempat, Starmer mengungkapkan bahwa pemerintah telah menerbitkan lisensi yang memungkinkan dana hasil penjualan Chelsea dipindahkan ke sebuah yayasan baru yang akan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi Ukraina.
“Pesan saya kepada Abramovich jelas, waktunya hampir habis. Tepati komitmen yang telah Anda buat dan salurkan dananya sekarang. Jika tidak, kami siap menempuh jalur hukum agar setiap sen benar-benar sampai kepada mereka yang hidupnya hancur akibat perang ilegal yang dilancarkan Putin,” ujar Starmer.
Abramovich menjual Chelsea pada Mei 2022 setelah dikenai sanksi menyusul invasi Rusia ke Ukraina yang diperintahkan Presiden Vladimir Putin. Saat itu, oligarki asal Rusia tersebut berjanji akan menyumbangkan seluruh hasil penjualan klub kepada rakyat Ukraina. Namun hingga kini, belum ada kesepakatan dengan pemerintah Inggris mengenai mekanisme penyaluran dana tersebut, sehingga uangnya masih dibekukan.
Pemerintah Inggris menyebut Abramovich menolak syarat yang mewajibkan dana tersebut digunakan secara eksklusif di Ukraina. Penerbitan lisensi baru pada Rabu ini dipandang sebagai langkah tekanan terakhir agar Abramovich memenuhi janjinya sebelum pemerintah mengambil tindakan hukum.
Sumber pemerintah menyatakan bahwa Abramovich diharapkan bertindak dalam beberapa bulan ke depan, meski belum ada tenggat waktu resmi yang ditetapkan. Sebelumnya, ancaman langkah hukum juga sempat disampaikan pada Juni lalu, ketika Menteri Keuangan Rachel Reeves dan Menteri Luar Negeri saat itu, David Lammy, mengaku frustrasi karena tidak tercapainya kesepakatan.
Pada Rabu, Reeves kembali menegaskan bahwa kondisi dana yang masih dibekukan di bank Inggris merupakan hal yang “tidak dapat diterima”. Ia menambahkan bahwa pemerintah siap melakukan apa pun yang diperlukan untuk memastikan dana tersebut benar-benar sampai ke Ukraina.
Kementerian Keuangan Inggris menyatakan terbuka untuk mempertimbangkan proposal apa pun dari Abramovich terkait penyaluran dana secara sukarela. Namun, otoritas belum merinci mekanisme hukum yang dapat digunakan untuk memaksa pemindahan dana tersebut.
Berdasarkan ketentuan lisensi terbaru, seluruh hasil penjualan Chelsea wajib dialokasikan untuk tujuan kemanusiaan di Ukraina. Sementara itu, potensi keuntungan tambahan di masa depan dapat digunakan lebih luas untuk membantu korban konflik di berbagai belahan dunia. (*)
Editor : Niklaas Andries