Davide Ancelotti yang kini berusia 36 tahun, harus angkat kaki setelah Botafogo gagal mempertahankan gelar Liga Brasil dan Copa Libertadores yang diraih pada musim sebelumnya.
Prestasi Tak Sesuai Target
Sepanjang musim 2025, performa Botafogo dinilai jauh dari ekspektasi. Klub asal Rio de Janeiro tersebut hanya mampu finis di peringkat keenam Liga Brasil, tertinggal 16 poin dari sang juara, Flamengo.
Di ajang Copa Libertadores, langkah Botafogo juga terhenti lebih awal. Mereka disingkirkan wakil Ekuador, LDU Quito, pada babak 16 besar, hasil yang menjadi pukulan telak bagi klub yang berstatus juara bertahan.
Dalam pernyataan resminya, manajemen Botafogo menyebut pemecatan Davide Ancelotti diputuskan setelah serangkaian rapat internal yang digelar pada hari yang sama. Namun, klub belum mengumumkan siapa sosok yang akan ditunjuk sebagai pengganti.
Baru Lima Bulan Menangani Botafogo
Baca Juga: Mengenal Tol Bali Mandara, Tol Atas Laut Pertama di Indonesia yang Dibangun Cepat Tanpa APBN
Davide Ancelotti bergabung dengan Botafogo setelah pemilik klub, John Textor, memecat Renato Paiva menyusul kegagalan tim di babak 16 besar Piala Dunia Antarklub pada Juli lalu.
Meski kariernya sebagai pelatih kepala masih seumur jagung, Davide bukanlah nama asing di dunia kepelatihan. Ia telah lebih dari satu dekade bekerja mendampingi ayahnya di berbagai klub elite Eropa, termasuk Bayern Munich, Napoli, Everton, dan Real Madrid.
Selain itu, Davide juga menjadi bagian dari staf kepelatihan Timnas Brasil, yang saat ini ditangani oleh Carlo Ancelotti.
Masa Depan Masih Terbuka
Pemecatan ini menjadi ujian besar dalam perjalanan karier Davide Ancelotti sebagai pelatih kepala. Meski gagal memenuhi target bersama
Botafogo, pengalaman panjangnya di level tertinggi sepak bola Eropa diyakini masih membuka peluang bagi dirinya untuk bangkit dan melanjutkan karier kepelatihan, baik di Amerika Selatan maupun kembali ke panggung sepak bola Eropa. (*)
Editor : Niklaas Andries