Kiper Matvei Safonov menjadi pahlawan kemenangan Les Parisiens dengan menggagalkan empat penalti beruntun dalam babak tos-tosan. PSG akhirnya menang 2-1 dalam adu penalti setelah pertandingan berakhir imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu.
Aksi gemilang Safonov membuatnya diangkat dan dilempar ke udara oleh rekan-rekan setimnya sebagai bentuk perayaan.
Trofi Keenam PSG Sepanjang 2025
Kemenangan ini melengkapi 12 bulan penuh trofi bagi PSG. Sebelumnya, klub raksasa Prancis tersebut telah mengoleksi Trophee des Champions, Ligue 1, Piala Prancis, Liga Champions, serta Piala Super UEFA, yang juga diraih lewat adu penalti saat menghadapi Tottenham Hotspur pada Agustus lalu.
Keberhasilan di Piala Interkontinental ini sekaligus menjadi gelar global pertama dalam sejarah PSG, menandai tonggak penting bagi klub ibu kota Prancis tersebut di kancah internasional.
Jalannya Pertandingan
PSG membuka keunggulan lebih dulu lewat Khvicha Kvaratskhelia pada menit ke-38. Namun, Flamengo berhasil menyamakan skor pada menit ke-62 setelah Marquinhos melakukan pelanggaran di kotak terlarang yang berujung penalti. Jorginho sukses mengeksekusi penalti tersebut untuk membawa laga kembali imbang.
Hingga waktu normal dan perpanjangan waktu berakhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Pertandingan pun harus ditentukan lewat adu penalti, di mana ketangguhan Safonov menjadi pembeda.
Reaksi Pemain
Gelandang PSG, Vitinha, yang menjadi penendang pertama Les Parisiens dalam adu penalti, mengakui timnya tampil dengan komitmen penuh menghadapi lawan tangguh.
“Flamengo adalah tim yang luar biasa dan sangat kompetitif,” ujar Vitinha.
“Kami datang dengan tekad penuh dan tahu tantangan yang dihadapi sangat berat. Kami benar-benar ingin memenangkan kompetisi ini, tetapi tetap saja hanya bisa menang lewat adu penalti. Mereka membuat kami sangat kesulitan.”
Di kubu Flamengo, Jorginho menyampaikan rasa bangga meski harus menelan kekecewaan.
“Ini tahun yang luar biasa. Kesalahan bisa terjadi, saya juga pernah gagal mengeksekusi penalti,” ujarnya.
“Tidak ada kata lain selain bangga. Tim ini berjuang habis-habisan untuk menghormati seragam yang kami kenakan. Sangat disayangkan harus berakhir seperti ini, rasanya pahit.”
Flamengo Tetap Berkelas
Meski gagal menambah koleksi gelar Piala Interkontinental, yang terakhir mereka raih pada 1981, Flamengo tetap menutup musim dengan prestasi gemilang.
Klub asal Rio de Janeiro tersebut baru saja menjuarai Copa Libertadores dan Liga Brasil, menegaskan status mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Amerika Selatan.
Namun, pada malam final ini, panggung sepenuhnya menjadi milik PSG dan Matvei Safonov, sang penjaga gawang yang mengantar klubnya menorehkan sejarah baru. (*)
Editor : Niklaas Andries