The Eagles masih berpeluang finis di delapan besar klasemen dari total 36 peserta, yang berarti lolos otomatis ke babak 16 besar. Sementara itu, KuPS berada dalam posisi genting dan tidak boleh kehilangan poin jika ingin menjaga asa lolos ke babak playoff.
Sebanyak 14 tim masih bersaing memperebutkan 11 tiket tersisa ke fase gugur Conference League, dan Crystal Palace termasuk di antaranya. Dalam debut mereka di kompetisi Eropa, pasukan Oliver Glasner bertekad menghindari eliminasi dini.
Performa Palace di fase liga terbilang naik turun, dengan catatan tiga kemenangan dan dua kekalahan dari lima laga. Kemenangan meyakinkan 3-0 atas Shelbourne di Irlandia pekan lalu menjadi suntikan moral penting, terutama setelah sebelumnya mereka tumbang 1-2 dari pemuncak klasemen Strasbourg.
Meski masih dijagokan bandar taruhan sebagai kandidat kuat juara Conference League, berpotensi menyusul West Ham United 2023 dan Chelsea 2025 sebagai klub Inggris peraih trofi, Palace saat ini menempati peringkat kesembilan, hanya terpaut satu poin dari zona delapan besar.
Hasil imbang sudah cukup untuk mengamankan tiket playoff, namun kemenangan tetap menjadi target utama demi lolos otomatis ke 16 besar dan menghindari jadwal tambahan yang padat.
Di sisi lain, performa kandang Palace belakangan menurun. Mereka gagal meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir di Selhurst Park dan bahkan tidak mencetak gol dalam dua di antaranya, termasuk kekalahan telak 0-3 dari Manchester City di Liga Inggris.
KuPS, yang tampil di kompetisi Eropa untuk pertama kalinya pada abad ini, mengoleksi enam poin dari lima laga fase liga dengan satu menang, tiga imbang, satu kalah.
Mereka kini berada di peringkat ke-25, hanya terpaut satu poin dari zona playoff. Kekalahan di London akan memastikan eliminasi, sementara hasil imbang masih membuka peluang, dengan catatan hasil laga lain berpihak kepada mereka.
Tim asuhan Jarkko Wiss sejatinya mengawali fase liga dengan cukup solid, namun gagal mencetak gol dalam dua laga terakhir. Produktivitas menjadi masalah utama, terutama dalam laga tandang Eropa, di mana KuPS gagal mencetak gol dalam tujuh dari delapan pertandingan terakhir.
Kabar Tim
Crystal Palace dipastikan kehilangan Daichi Kamada yang mengalami cedera hamstring saat menghadapi Manchester City. Daniel Munoz juga absen usai menjalani operasi lutut ringan. Selain itu, Cheick Doucoure, Chadi Riad, Rio Cardines, dan Caleb Kporha masih belum bisa dimainkan.
Glasner diperkirakan melakukan beberapa rotasi, namun pilar utama seperti Marc Guehi, Maxence Lacroix, Chris Richards, Adam Wharton, dan Yeremy Pino kemungkinan tetap menjadi andalan.
Posisi penyerang tengah menjadi dilema, antara mempertahankan Jean-Philippe Mateta yang sedang paceklik gol atau memberi kesempatan kepada Eddie Nketiah yang tampil tajam dalam dua laga terakhir.
KuPS diperkirakan turun dengan kekuatan terbaik. Kiper Johannes Kreidl akan dikawal duet bek tengah Ibrahim Cisse dan Samuli Miettinen. Jaakko Oksanen, top skor tim di Conference League musim ini, siap mengisi lini tengah, sementara Piotr Parzyszek difavoritkan memimpin lini depan.
Perkiraan Susunan Pemain
Crystal Palace: Henderson; Richards, Lacroix, Guehi; Clyne, Wharton, Hughes, Sosa; Sarr, Pino; Nketiah
KuPS: Kreidl; Hamalainen, Cisse, Miettinen, Antwi; Voutilainen, Arifi, Oksanen; Toure, Parzyszek, Pennanen
Prediksi Skor: Crystal Palace 2-0 KuPS
Kedua tim sama-sama memiliki kepentingan besar dalam laga ini. Namun, kualitas skuad dan faktor kandang membuat Crystal Palace lebih diunggulkan.
KuPS diperkirakan mampu memberi perlawanan, tetapi kedalaman tim tuan rumah diyakini cukup untuk mengamankan kemenangan dan melangkah ke babak gugur. (*)
Editor : Niklaas Andries