Kedua tim melakukan sejumlah rotasi pemain sejak menit awal. Brentford, di bawah arahan Keith Andrews, justru tampil lebih rapi dan percaya diri pada fase pembuka pertandingan, terutama melalui ancaman bola mati yang kerap merepotkan lini belakang City.
Namun, upaya Brentford kerap kandas. Kevin Schade beberapa kali terjebak offside, lima kali sepanjang babak pertama, sementara Manchester City sempat diuntungkan oleh keputusan wasit.
Bek City, Abdukodir Khusanov, lolos dari kartu merah usai melakukan pelanggaran sebagai pemain terakhir terhadap Schade dan hanya diganjar kartu kuning oleh wasit Samuel Barrott.
Seiring berjalannya laga, Manchester City mulai menemukan ritmenya. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-32 lewat gol sensasional Rayan Cherki.
Berawal dari sapuan bola hasil sepak pojok, Cherki mengontrol bola di luar kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras kaki kanan yang meluncur ke sudut kanan atas gawang, sebuah gol spektakuler yang langsung membakar Etihad.
Brentford mencoba bangkit di awal babak kedua dengan intensitas tinggi dan keberanian menyerang. Namun, City kembali menunjukkan efektivitasnya.
Pada menit ke-67, Savinho menggandakan keunggulan melalui serangan balik cepat. Tembakan kaki kirinya sempat mengenai bek Kristoffer Ajer, berubah arah, dan mengecoh kiper Hakon Valdimarsson sebelum bersarang di gawang.
Absennya penyerang utama Brentford, Igor Thiago, terasa signifikan. Tanpa sosok target man di lini depan, The Bees kesulitan memberikan respons. Manchester City pun tampil cukup solid di sisa pertandingan untuk mengamankan kemenangan dan tiket semifinal.
Sebagai juara EFL Cup delapan kali, Manchester City akan mengetahui lawan semifinal mereka dalam undian yang digelar kemudian. Babak semifinal akan dimainkan dalam dua leg, dengan leg pertama dijadwalkan pada pekan yang dimulai 12 Januari 2026, sementara leg kedua berlangsung pada awal Februari.
Meski melakukan tujuh perubahan susunan pemain, Pep Guardiola pantas puas dengan performa anak asuhnya. Kemenangan ini memperpanjang catatan positif City menjadi enam kemenangan beruntun di semua kompetisi. Rekor kandang mereka di EFL Cup juga kian mengesankan, 14 kemenangan dari 15 laga terakhir di Etihad, dengan torehan 45 gol.
Satu-satunya noda dalam kemenangan City adalah cedera Oscar Bobb di awal babak pertama. Kendati demikian, hasil ini tetap menjadi modal berharga bagi City untuk mendekati trofi setelah musim 2024-2025 tanpa gelar.
Di kubu Brentford, perjalanan mereka terhenti meski sebelumnya sukses menyingkirkan dua tim Premier League. Kekalahan ini membuat The Bees gagal menembus semifinal untuk kedua kalinya dalam sejarah klub, setelah pencapaian serupa pada 2021, juga saat Manchester City keluar sebagai juara.
Performa Brentford belakangan juga belum stabil, dengan hanya satu kemenangan dalam enam laga terakhir di semua kompetisi. Fokus Keith Andrews kini kembali tertuju ke Premier League, di mana Brentford berusaha memperbaiki posisi dari peringkat ke-16 klasemen sementara.
Sorotan Pertandingan Mancehester City vs Brentford
Baca Juga: Percepat Pemulihan Bencana di Sumatera, BRI Salurkan Bantuan di Lebih dari 40 Lokasi Terdampak
16’ – Abdukodir Khusanov (Man City) diganjar kartu kuning
32’ – Rayan Cherki (Man City)
67’ – Savinho (Man City)
Man of the Match: Rayan Cherki
Rayan Cherki kembali membuktikan kualitasnya. Meski jarang bermain penuh musim ini, gelandang serang berusia 22 tahun itu tampil menentukan dengan satu gol indah, tiga tembakan (dua tepat sasaran), lima sentuhan di kotak penalti lawan, serta dua dribel sukses.
Statistik Pertandingan
Penguasaan bola: Man City 60% – 40% Brentford
Tembakan: Man City 12 – 3 Brentford
Tembakan tepat sasaran: Man City 7 – 3 Brentford
Tendangan sudut: Man City 5 – 1 Brentford
Pelanggaran: Man City 7 – 5 Brentford
Laga Berikutnya
Manchester City akan kembali berlaga di Premier League dengan menjamu West Ham United pada Sabtu, sementara Brentford bertandang ke markas Wolverhampton Wanderers pada hari yang sama. (*)
Editor : Niklaas Andries