Sebagai klub tersukses sepanjang sejarah kompetisi dengan 32 gelar, sekaligus juara bertahan usai mengalahkan Real Madrid di final musim lalu, Blaugrana jelas datang dengan status unggulan mutlak.
CD Guadalajara harus menempuh jalan berliku untuk mencapai fase ini. Tim asuhan Pere Martí sukses menyingkirkan Cacereño dan Ceuta, sebelum akhirnya mendapat “hadiah” berat berupa pertemuan dengan sang pemegang trofi.
Namun, modal tuan rumah tidak ideal setelah menelan kekalahan 1-3 dari Real Madrid B, yang membuat mereka terpuruk di peringkat ke-17 klasemen liga dengan raihan 17 poin dari 16 laga.
Meski demikian, perjalanan Guadalajara patut diapresiasi. Klub berjuluk Los Morados ini sempat berlaga di kasta kelima pada musim 2021-2022, lalu kini tampil di divisi ketiga Spanyol setelah promosi pada 2024-2025.
Ini juga menjadi penampilan perdana mereka di babak ketiga Copa del Rey, sehingga menyingkirkan Barcelona akan tercatat sebagai salah satu hasil paling bersejarah dalam perjalanan klub.
Dominasi dan Ambisi Barcelona
Barcelona dipastikan tidak ingin memberi ruang bagi kejutan. Sepanjang sejarah, Copa del Rey menjadi “ladang emas” bagi klub Catalan tersebut. Selain 32 gelar, Barcelona juga tampil sebagai juara bertahan dan tengah berada dalam performa impresif.
Skuad asuhan Hansi Flick meraih tujuh kemenangan dari delapan laga terakhir di semua kompetisi, termasuk kemenangan 2-0 atas Osasuna di La Liga akhir pekan lalu.
Barcelona saat ini memuncaki klasemen liga dengan keunggulan empat poin atas Real Madrid, dan menargetkan menutup tahun 2025 dengan kemenangan atas Guadalajara serta Villarreal.
Dengan kualitas lini depan yang mumpuni, Barcelona juga diprediksi tetap menjadi kekuatan serius di Liga Champions, sekaligus membidik gelar La Liga beruntun pada 2026.
Kabar Tim
Guadalajara tidak memiliki laporan cedera atau sanksi baru, sehingga dapat menurunkan skuad terbaik. Pablo Munoz diprediksi menjadi andalan di lini serang setelah mencetak tiga gol dan dua assist musim ini.
Alejandro Canizo juga diharapkan memberi ancaman, sementara Pablo Rojo akan menjadi poros pengalaman di lini tengah.
Di kubu Barcelona, Ronald Araujo, Gavi, dan Dani Olmo masih absen. Kabar baiknya, Wojciech Szczesny telah pulih dari sakit dan berpeluang tampil sebagai starter, menggantikan Marc-Andre ter Stegen. Flick diperkirakan melakukan rotasi besar, dengan nama-nama seperti Andreas Christensen, Marc Casado, Marc Bernal, Roony Bardghji, hingga Robert Lewandowski berpeluang tampil sejak awal.
Perkiraan Susunan Pemain
CD Guadalajara (4-2-3-1): Vicente; Mayo, Ablanque, Rodríguez, Casado; Rojo, Calvo; Díaz, Ramírez, Muñoz; Cañizo
Barcelona (4-2-3-1): Szczesny; Eric Garcia, Cubarsí, Christensen, Jofre; Casadó, Bernal; Bardghji, Fermín, Dro; Lewandowski
Prediksi Skor: CD Guadalajara 0-4 Barcelona
Meski Barcelona diprediksi menurunkan banyak pemain pelapis, perbedaan kualitas tetap terlalu besar. Guadalajara menghadapi tantangan sangat berat, dan Blaugrana diyakini mampu melaju mulus ke babak 16 besar Copa del Rey dengan kemenangan meyakinkan. (*)
Editor : Niklaas Andries