Menurut Carragher, warisan besar Salah bersama The Reds akan jauh lebih terjaga apabila ia menuntaskan musim ini dengan elegan, terlepas dari ketegangan yang sempat terjadi dengan manajer Arne Slot.
Carragher, yang sebelumnya mengkritik keras pernyataan Salah karena merasa “dikorbankan” oleh Slot, mengaku tidak yakin sang penyerang akan bertahan di Liverpool musim depan.
Meski demikian, ia mendesak Salah untuk menyingkirkan perbedaan pandangan dengan sang pelatih demi menjaga reputasi dan legacy sebagai ikon klub.
“Sejujurnya, saya tidak melihat Mo Salah bermain untuk Liverpool musim depan,” ujar Carragher.
“Namun pertanyaan terbesarnya adalah, apakah kita masih akan melihat Mo Salah yang terbaik dari sekarang hingga akhir musim?”
Peringatan Soal Hijrah ke Liga Arab Saudi
Carragher mengingatkan bahwa keputusan meninggalkan Liverpool sebelum waktunya, terutama untuk hijrah ke Liga Arab Saudi, berpotensi merusak akhir cerita karier Salah di Anfield.
“Jika Mo Salah berpikir untuk segera pergi, saya sarankan ia memikirkannya kembali,” tegas Carragher.
“Bayangkan jika Liverpool mencapai final Piala FA atau Liga Champions di paruh kedua musim ini. Apakah Mo Salah ingin berada di Arab Saudi, hanya menonton Liverpool berlaga di final Liga Champions di Budapest?”
Kembali ke Anfield dan Sambutan Fans
Salah sempat dicoret dari skuad Liverpool pada laga tengah pekan melawan Inter Milan menyusul pernyataannya yang kontroversial.
Namun, ia kembali tampil saat The Reds mengalahkan Brighton pada Sabtu lalu dan mendapat sambutan hangat, bahkan memberikan aplaus kepada para pendukung Anfield selepas pertandingan.
Carragher menilai momen tersebut menunjukkan bahwa hubungan Salah dengan fans Liverpool masih sangat kuat.
“Ia pantas mendapat guard of honour, pantas dibuatkan mosaik di tribun Kop,” lanjut Carragher. “Ia pantas membawa istri dan anak-anaknya ke lapangan pada laga terakhirnya dan benar-benar dirayakan atas semua yang telah ia berikan untuk Liverpool.”
Pesan Terakhir untuk Salah
Baca Juga: Jalur Lintas Selatan Jember–Banyuwangi Tak Kunjung Dibangun, Pembebasan Lahan Jadi Kendala Utama
Carragher pun menutup pesannya dengan ajakan agar Salah menahan ego dan menyelesaikan musim dengan profesionalisme tinggi.
“Kesampingkan perbedaan dengan manajer selama empat bulan ke depan, lalu dapatkan perpisahan besar yang layak,” pungkasnya.
Dengan kontribusi luar biasa dan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah klub, masa depan Mohamed Salah kini bukan sekadar soal transfer, melainkan tentang bagaimana sebuah legenda mengakhiri kisahnya di Anfield. (*)
Editor : Niklaas Andries