Gol penyama kedudukan telat dari pemain pengganti Junior Kroupi memastikan laga penuh drama itu berakhir tanpa pemenang. Pertandingan ini akan lama dikenang sebagai duel yang berjalan liar dari ujung ke ujung lapangan, memadukan kesalahan fatal, kontroversi, dan kilasan kualitas kelas dunia.
Dominasi Awal United, Kontroversi Warnai Babak Pertama
Manchester United langsung mengambil kendali sejak menit awal. Amad Diallo membuka keunggulan pada menit ke-13 dalam laga terakhirnya sebelum berangkat ke Piala Afrika, memanfaatkan kesalahan kiper Bournemouth yang gagal mengantisipasi umpan silang Diogo Dalot.
Bournemouth sempat terlihat goyah dan bahkan kehilangan Tyler Adams karena cedera. United nyaris menggandakan keunggulan lewat Mason Mount dan Casemiro, sementara Matheus Cunha melepaskan tembakan tipis melebar dari jarak jauh.
Tanpa banyak peluang sebelumnya, Bournemouth justru mampu menyamakan skor pada menit ke-40. Memanfaatkan permainan ceroboh United, Antoine Semenyo melesat dari sisi kanan dan melepaskan tembakan rendah yang membentur tiang sebelum masuk ke gawang.
Tak lama berselang, Semenyo beruntung lolos dari kartu merah setelah kedapatan mencekik Dalot akibat terpancing emosi.
Namun amarah publik Old Trafford sedikit mereda ketika Casemiro kembali membawa United unggul lewat sundulan dari sepak pojok Bruno Fernandes di masa tambahan waktu babak pertama.
Tujuh Menit Gila di Awal Babak Kedua
Seperti kebiasaan lama, Manchester United kembali menyulitkan diri sendiri. Baru 37 detik babak kedua berjalan, Bournemouth menyamakan skor melalui Evanilson, memanfaatkan situasi ketika Dalot masih tergeletak di lapangan.
Kekacauan berlanjut pada menit ke-52. Marcus Tavernier, yang sebelumnya memberi assist, kini mencatatkan namanya di papan skor lewat eksekusi tendangan bebas yang menghukum Casemiro dan membawa Bournemouth unggul 3-2.
United tampak limbung. Ruben Amorim merespons dengan memasukkan Kobbie Mainoo, yang disambut sorak sorai penonton. Tekanan tuan rumah meningkat, dan Cunha hampir mencetak gol setelah sepakannya ditepis kiper ke mistar gawang.
Klimaks Dramatis di Menit-Menit Akhir
Momentum akhirnya berpihak pada United pada menit ke-77. Bruno Fernandes mencetak gol spektakuler lewat tendangan bebas melengkung ke sudut atas gawang, menyamakan skor menjadi 3-3 dan memicu kegilaan di Old Trafford.
Belum reda euforia, dua menit kemudian United berbalik unggul. Umpan rendah Benjamin Sesko mengenai pemain Bournemouth dan jatuh ke kaki Matheus Cunha, yang dengan tenang menuntaskannya di depan tribun Stretford End.
Namun drama belum selesai. Enam menit jelang waktu normal berakhir, Bournemouth kembali menyamakan kedudukan. Junior Kroupi memanfaatkan kelengahan lini belakang United dan melepaskan tembakan brilian yang membungkam Old Trafford.
Bournemouth nyaris mencuri kemenangan ketiga beruntun di kandang United, andai David Brooks tidak dua kali digagalkan kiper Senne Lammens pada masa injury time.
Laga yang Akan Dikenang
Baca Juga: Selundupan Daging dan Sirip Hiu Hampir Lolos di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Begini Modusnya
Peluit akhir disambut ekspresi tak percaya dari kedua kubu. Delapan gol tercipta dalam salah satu duel Premier League paling mendebarkan dalam beberapa tahun terakhir, sebuah pertandingan roller-coaster yang menegaskan mengapa sepak bola Inggris selalu penuh kejutan.
Hasil imbang ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Bournemouth atas Manchester United menjadi lima pertemuan beruntun, sekaligus menegaskan bahwa Old Trafford malam itu benar-benar menjadi panggung kegilaan sepak bola. (*)
Editor : Niklaas Andries