Vardy, yang bergabung dengan Cremonese pada awal musim ini, mencatat sejarah sebagai pemain Inggris pertama yang meraih penghargaan tersebut sejak Serie A memperkenalkannya pada 2019.
Prestasi Individu di Tengah Hasil Tim yang Inkonsisten
Menariknya, penghargaan ini diraih Vardy di tengah performa tim yang kurang memuaskan. Cremonese, yang saat ini menempati peringkat kesembilan klasemen Serie A, menelan tiga kekalahan beruntun sepanjang November. Satu-satunya gol Vardy pada periode tersebut tercipta saat Cremonese kalah 1-2 dari Juventus.
Meski demikian, kontribusi dan pengaruh Vardy di lapangan dinilai sangat signifikan. Penghargaan ini ditentukan melalui kombinasi voting penggemar dan data statistik, di mana Vardy berhasil mengungguli sejumlah nama besar, seperti Mike Maignan (AC Milan), Lautaro Martínez (Inter Milan), David Neres (Napoli), Leo Ostigard (Genoa), serta Nicolo Zaniolo (Udinese).
Pujian Serie A untuk Sang Striker Veteran
CEO Serie A, Luigi De Siervo, memberikan pujian tinggi terhadap Vardy melalui situs resmi liga.
“Jamie Vardy benar-benar pemain dari era yang berbeda. Ia adalah sosok yang dengan sejarah, prestasi, dan semangat juang tak kenal lelah dalam setiap pertandingan, mampu merepresentasikan romantisme sepak bola,” ujar De Siervo.
“Kedatangannya ke Cremonese, yang dengan cepat memanfaatkan peluang musim panas ini, disambut antusias oleh seluruh penggemar Serie A. Vardy membalasnya dengan performa kelas atas, kepemimpinan alami, dan gol-gol penting.”
Performa Konsisten dan Jejak Legenda
Vardy telah menjadi starter dalam delapan laga terakhir Cremonese dan kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak dua gol saat timnya menang 3-1 atas Bologna pada 1 Desember.
Sebelum petualangan di Italia, mantan penyerang tim nasional Inggris ini menghabiskan 13 musim bersama Leicester City. Ia menjadi bagian tak terpisahkan dari salah satu kisah paling ikonik dalam sejarah sepak bola modern, ketika membawa The Foxes meraih gelar Premier League 2015-2016 yang dianggap mustahil oleh banyak pihak.
Dengan penghargaan ini, Jamie Vardy membuktikan bahwa usia hanyalah angka, sementara kualitas dan mental juara tetap abadi di level tertinggi sepak bola Eropa. (*)
Editor : Niklaas Andries