Erling Haaland menjadi aktor utama dengan mencetak dua gol bersejarah, gol ke-101 dan 102-nya di kompetisi kasta tertinggi Inggris, sementara Phil Foden melengkapi pesta gol tim tamu.
Meski skor akhir tampak dominan, laga berjalan tidak mudah bagi pasukan Pep Guardiola. Crystal Palace tampil agresif dan menguasai jalannya babak pertama, menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Namun, kegagalan memaksimalkan kesempatan harus dibayar mahal ketika Haaland memecah kebuntuan jelang turun minum.
Efektivitas City Jadi Pembeda
Baca Juga: Pembalap Nasional Awhin Sanjaya Tewas di Final Sumatera Cup Prix 2025 Jambi, Dunia Balap Berduka
Haaland hanya dua kali menyentuh bola di kotak penalti Palace pada babak pertama, tetapi satu di antaranya berbuah gol. Menyambut umpan silang akurat dari Matheus Nunes, penyerang Norwegia itu menanduk bola dengan presisi ke pojok jauh gawang untuk membawa City unggul 1-0 pada menit ke-41.
Palace sempat meningkatkan intensitas permainan di awal babak kedua, namun City mampu bertahan dari tekanan singkat tersebut. Pada menit ke-69, kombinasi cemerlang Rayan Cherki dan Phil Foden menggandakan keunggulan.
Foden menyelesaikan peluang dengan sepakan mendatar terukur dari tepi kotak penalti, menandai gol keempatnya secara beruntun di Premier League. Kesalahan fatal di menit-menit akhir memastikan kemenangan City.
Tyrick Mitchell terpeleset, memberi ruang bagi Savinho untuk melancarkan serangan balik sebelum dijatuhkan Dean Henderson. Haaland yang maju sebagai algojo menuntaskan tugasnya dari titik putih pada menit ke-89, menutup laga dengan skor 3-0.
Klasemen & Analisis Pertandingan
Kemenangan ini membuat City yang berada di peringkat kedua klasemen kembali mendekat ke Arsenal, kini terpaut dua poin saja. Sementara itu, Palace tertahan di posisi kelima, berjarak dua angka dari Chelsea di urutan keempat.
Secara statistik, Palace sejatinya unggul dalam volume serangan dan menciptakan lebih dari dua Expected Goals (xG) serta melepaskan lebih dari dua kali lipat tembakan dibanding City.
Namun, ketajaman menjadi pembeda. City, terutama Haaland, memaksimalkan momen krusial, mencetak gol dari dua tembakan tepat sasaran.
Performa dominan Foden di lini tengah dan kreativitas Cherki turut menegaskan kedalaman kualitas City, yang kian percaya diri dalam perburuan gelar musim ini.
Sorotan Gol
41’ (0-1): Haaland menanduk umpan silang Nunes ke pojok gawang—gol ke-101 Premier League.
69’ (0-2): Foden menuntaskan umpan Cherki dengan sepakan mendatar akurat.
89’ (0-3): Haaland mengeksekusi penalti dengan tenang—gol ke-102.
Pemain Terbaik: Erling Haaland
Meski Foden dan Cherki layak mendapat pujian, Erling Haaland tampil sebagai penentu. Dua gol dari dua tembakan tepat sasaran, ditambah dominasi duel dengan memenangi 7 dari 11 duel darat dan udara, membuatnya pantas menyabet Man of the Match.
Statistik Pertandingan
Penguasaan bola: Crystal Palace 38% – 62% Man City
Tembakan: Crystal Palace 16 – 7 Man City
Tembakan tepat sasaran: Crystal Palace 4 – 6 Man City
Tendangan sudut: Crystal Palace 2 – 2 Man City
Pelanggaran: Crystal Palace 9 – 6 Man City
Pertandingan Berikutnya
Crystal Palace akan mengalihkan fokus ke UEFA Conference League dengan menjamu KuPS pada Kamis mendatang, sebelum bertandang ke markas Leeds United di Premier League.
Sementara itu, Manchester City akan menjamu Brentford di perempat final Piala Liga pada Rabu, lalu menyambut West Ham United di Etihad Stadium akhir pekan depan. City menang efisien, Haaland kembali mematikan, perburuan gelar kian panas. (*)
Editor : Niklaas Andries