Badan sepak bola dunia tersebut menyatakan lonjakan angka itu membuktikan bahwa permintaan global mencapai level luar biasa, seiring untuk pertama kalinya penggemar dapat mengajukan permintaan tiket berdasarkan pertandingan spesifik.
Kesempatan ini hadir setelah undian resmi turnamen digelar pekan lalu untuk Piala Dunia yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
FIFA juga menegaskan antusiasme penggemar dari lebih dari 200 negara, sekaligus menunjukkan tidak ada tanda-tanda penurunan harga meski kritik semakin tajam sejak daftar harga terbaru diumumkan pada Kamis lalu.
Harga Tiket Fantastis, Suporter Murka
Daftar harga yang dirilis Federasi Sepak Bola Jerman menunjukkan bahwa tiket fase grup dibanderol mulai USD 180 hingga USD 700. Sementara itu, harga tiket final Piala Dunia 2026 dipatok mulai dari USD 4.185 hingga mencapai USD 8.680 untuk kategori tertinggi.
Federasi Sepak Bola Inggris juga membagikan rincian harga kepada England Supporters Travel Club (ESTC). Berdasarkan perhitungan mereka, seorang penggemar yang membeli tiket untuk seluruh pertandingan hingga final harus merogoh kocek lebih dari USD 7.000.
Organisasi suporter Eropa, Football Supporters Europe (FSE), menyebut harga tersebut sebagai “pemerasan” dan mendesak FIFA segera menghentikan penjualan tiket melalui asosiasi nasional.
“Ini adalah pengkhianatan besar terhadap tradisi Piala Dunia dan mengabaikan peran suporter dalam menciptakan atmosfer turnamen,” tulis FSE dalam pernyataan resminya.
Harga Dinamis, Tradisi Murah Ditinggalkan
Saat Amerika Serikat mengajukan diri sebagai tuan rumah tujuh tahun lalu, federasi sepak bola setempat menargetkan ratusan ribu tiket dengan harga USD 21 pada fase awal.
Namun, FIFA kini menerapkan sistem harga dinamis untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, mengikuti kebijakan yang sebelumnya digunakan pada Piala Dunia Antarklub.
Sebagai perbandingan, Piala Dunia 1994 di AS memiliki rentang harga USD 25 hingga USD 475, sementara edisi Qatar 2022 berada di kisaran USD 70 hingga USD 1.600 saat pertama diumumkan.
Pertandingan Favorit dan Negara Peminat Terbesar
Dalam fase “random selection draw” yang dimulai Kamis, penggemar dapat memilih pertandingan, kategori tiket, serta jumlah tiket, meski tanpa jaminan akan mendapatkannya.
Fase ketiga penjualan ini akan berlangsung hingga 13 Januari 2026, dengan hasil seleksi diumumkan melalui email pada Februari dan pembayaran diproses otomatis.
FIFA menyebut tiga negara tuan rumah memimpin jumlah permintaan, diikuti peminat tinggi dari kawasan Amerika lainnya. Sepuluh negara dengan permintaan terbanyak berikutnya adalah Kolombia, Inggris, Ekuador, Brasil, Argentina, Skotlandia, Jerman, Australia, Prancis, dan Panama.
Laga fase grup paling diminati sejauh ini adalah Kolombia vs Portugal yang menampilkan Cristiano Ronaldo di Miami pada 27 Juni. Pertandingan lain yang juga ramai peminat antara lain Brasil vs Maroko, Meksiko vs Korea Selatan, Ekuador vs Jerman, serta Skotlandia vs Brasil.
Protes Meluas, FIFA Bergeming
Meski permintaan tinggi, kritik keras terus berdatangan. Kelompok suporter Skotlandia menyebut harga tiket “memalukan dan menjijikkan”, menilai kebijakan ini akan menyingkirkan banyak penggemar setia.
“FIFA telah membunuh mimpi generasi muda kami untuk menonton Piala Dunia secara langsung,” tegas Association of Tartan Army Clubs (ATAC).
Federasi Sepak Bola Inggris dikabarkan akan menyampaikan keluhan resmi kepada FIFA, meski pesimistis akan adanya perubahan kebijakan.
Menutup pernyataannya, FIFA menegaskan bahwa sebagai organisasi nirlaba, seluruh pendapatan Piala Dunia akan diinvestasikan kembali untuk pengembangan sepak bola pria, wanita, dan usia muda di seluruh 211 asosiasi anggota FIFA di dunia. (*)
Editor : Niklaas Andries