Dari aksi individu menawan hingga permainan kolektif yang sempurna, sejarah sepak bola telah menghadirkan banyak laga yang tak terlupakan. Menyusun daftar pertandingan terbaik tentu bukan hal mudah, karena begitu banyak duel hebat yang pantas dikenang.
Salah satunya, kekalahan dramatis Barcelona 3-4 dari Inter Milan di semifinal Liga Champions 2024–2025 yang berakhir agregat 6-7, nyaris masuk daftar ini.
Namun, berikut inilah 10 pertandingan sepak bola terbaik sepanjang masa, laga-laga yang akan selalu dikenang oleh para penggemar olahraga nomor satu di dunia ini.
10, Inggris 3–6 Hungaria (1953) – Laga Persahabatan Internasional
Julukan “Pertandingan Abad Ini” bukan tanpa alasan. Saat itu, Hungaria yang berstatus juara Olimpiade datang ke Wembley dengan catatan 24 laga tak terkalahkan. Mereka mengajarkan pelajaran pahit kepada Inggris, yang sebelumnya tak pernah kalah di kandang sendiri dari tim luar negeri.
Dipimpin oleh legenda Ferenc Puskás, Hungaria tampil memukau. Nándor Hidegkuti mencetak hattrick, sementara Puskás dan József Bozsik menambah dua gol lainnya. Inggris hanya mampu membalas lewat tiga gol hiburan. Setahun kemudian, Inggris kembali dihancurkan 1–7 di Budapest, kekalahan yang mengubah cara pandang mereka terhadap sepak bola modern.
9. Benfica 5–3 Real Madrid (Final Piala Eropa 1962)
Setelah mengakhiri dominasi Real Madrid pada 1961, Benfica kembali berjaya setahun kemudian. Meski Ferenc Puskás mencetak hattrick untuk Madrid di babak pertama, Benfica bangkit melalui Mario Coluna dan dua gol dari sang legenda Eusebio.
Kemenangan ini mengukuhkan Benfica sebagai raja Eropa baru di bawah pelatih legendaris Bela Guttmann, yang kemudian meninggalkan klub dengan kutukan terkenal bahwa Benfica tak akan lagi menjuarai Eropa, kutukan yang masih dipercaya hingga kini.
8. Bayer Uerdingen 7–3 Dynamo Dresden (1986) – Perempat Final Piala Winners Eropa
Disebut sebagai Keajaiban Grotenburg, laga ini menjadi salah satu comeback terbesar dalam sejarah sepak bola. Tertinggal agregat 1–5, Uerdingen butuh lima gol untuk lolos. Ketika kiper Dynamo Dresden cedera dan digantikan Jens Ramme, bencana pun datang.
Dalam tempo 30 menit, Uerdingen mencetak enam gol tambahan untuk menang agregat 7–5. Wolfgang Funkel mencetak hattrick dan mengukir namanya dalam sejarah sepak bola Jerman Barat.
7. Liverpool 4–3 Newcastle United (Liga Inggris 1995–1996)
Pertandingan ini sering disebut laga paling menghibur dalam sejarah Premier League. Gol cepat Robbie Fowler dibalas oleh Les Ferdinand dan David Ginola.
Setelah saling kejar gol, Stan Collymore menjadi pahlawan dengan gol di menit ke-92 yang membuat pelatih Newcastle, Kevin Keegan, terpuruk di pinggir lapangan. Kekalahan ini menjadi titik balik tragis bagi Newcastle, yang akhirnya gagal meraih gelar juara liga.
6. Manchester City 4–3 Tottenham Hotspur (Perempat Final Liga Champions 2019)
Dalam 21 menit pertama, lima gol terjadi! Raheem Sterling membuka keunggulan, lalu Son Heung-min membalikkan keadaan dengan dua gol cepat. City menyamakan kedudukan lewat Bernardo Silva dan Sterling lagi.
Ketika Sergio Agüero membuat skor 4–2, City tampak akan lolos. Namun, Fernando Llorente mencetak gol yang memastikan Spurs unggul lewat aturan gol tandang. Di menit akhir, Sterling mencetak gol kemenangan, sebelum VAR menganulirnya karena offside. Spurs pun melaju dengan cara paling dramatis dalam sejarah Liga Champions.
5. Italia 3–2 Brasil (Piala Dunia 1982)
Brasil datang ke Spanyol dengan skuad terbaik dalam sejarah, namun Italia menghancurkan mimpi mereka lewat hattrick Paolo Rossi. Setiap kali Brasil menyamakan kedudukan lewat Socrates dan Falcão, Rossi kembali membalas.
Italia akhirnya menang 3–2 dan melaju hingga menjadi juara dunia. Rossi kemudian menyabet Sepatu Emas dan menjadi pahlawan nasional.
4. Jerman Barat 3–3 Prancis (Piala Dunia 1982, Jerman menang 5–4 adu penalti)
Dikenal sebagai Malam di Sevilla, laga ini adalah drama 120 menit penuh emosi. Setelah skor imbang 1–1 di waktu normal, Prancis unggul 3–1 di babak tambahan. Namun, Jerman bangkit lewat gol Karl-Heinz Rummenigge dan Klaus Fischer, memaksa adu penalti pertama dalam sejarah Piala Dunia.
Horst Hrubesch mencetak penalti penentu yang mengantar Jerman ke final, sementara insiden keras antara Harald Schumacher dan Patrick Battiston masih dikenang sebagai salah satu momen paling kontroversial.
3. AC Milan 3–3 Liverpool (Liverpool menang 3–2 adu penalti, Final Liga Champions 2005)
Keajaiban Istanbul adalah kisah nyata kebangkitan luar biasa. Tertinggal 0–3 di babak pertama, Liverpool bangkit lewat gol Steven Gerrard, Vladimir Smicer, dan Xabi Alonso dalam enam menit gila.
Kiper Jerzy Dudek tampil heroik di adu penalti, menggagalkan tendangan Andriy Shevchenko dan membawa Liverpool meraih gelar Liga Champions kelima mereka.
2. Italia 4–3 Jerman Barat (Piala Dunia 1970 – Semifinal)
Dikenal sebagai La Partita del Secolo (Pertandingan Abad Ini), laga di Stadion Azteca ini menjadi simbol semangat dan daya juang. Setelah imbang 1–1 di waktu normal, lima gol tercipta di babak tambahan.
Gianni Rivera mencetak gol penentu, sementara Franz Beckenbauer bermain dengan tangan tersangga karena cedera bahu. Hingga kini, laga ini dianggap pertandingan paling epik dalam sejarah sepak bola Italia.
1. Argentina 3–3 Prancis (Argentina menang 4–2 adu penalti, Final Piala Dunia 2022)
Baca Juga: Jalan Tol Pejagan–Cilacap 95,3 Km, Hampir 50 Persen Ruas Jalan Melintasi Wilayah Banyumas
Final yang disebut sebagai “pertandingan abad ke-21”. Argentina unggul dua gol lewat Lionel Messi dan Ángel Di María, namun Prancis bangkit lewat dua gol kilat Kylian Mbappé di akhir laga.
Di babak tambahan, Messi kembali membawa Argentina unggul sebelum Mbappé menyamakan kedudukan dengan hattrick-nya.
Adu penalti menjadi penentu: Emiliano “Dibu” Martínez menggagalkan tendangan Kingsley Coman, sementara Gonzalo Montiel menuntaskan kemenangan yang mengukuhkan status Messi sebagai juara dunia.
Sorak sorai menggema di Doha, Buenos Aires, dan seluruh penjuru dunia, sebuah akhir sempurna bagi legenda hidup sepak bola. (*)
Editor : Niklaas Andries