Kedua klub sama-sama berusaha menantang dominasi tim elite Italia. Roma saat ini hanya unggul tiga poin atas Como, menandakan betapa ketatnya persaingan di papan atas klasemen.
Setelah sempat memuncaki klasemen pada akhir November, performa Roma justru menurun. Dua kekalahan beruntun tanpa mencetak gol menjadi alarm serius, terutama akibat krisis penyerang yang kian terasa.
Kekalahan 0-1 dari Napoli di Olimpico disusul hasil serupa saat bertandang ke markas Cagliari. Kartu merah Zeki Celik di babak kedua terbukti krusial, sementara tuan rumah akhirnya memutus tren negatif lewat gol telat yang membuat Roma makin tertinggal dari puncak klasemen.
Di antara tim papan atas, skuad asuhan Gian Piero Gasperini menjadi yang paling minim gol. Hingga jelang laga ini, Roma baru mencetak 15 gol, dengan hanya tujuh gol di kandang, catatan terendah di paruh atas klasemen.
Cedera dan penurunan performa yang dialami Artem Dovbyk, Paulo Dybala, dan Evan Ferguson membuat lini depan Roma tumpul. Namun, solidnya pertahanan tetap menjaga peluang mereka finis empat besar.
Dengan hanya kebobolan delapan gol, Roma memiliki lini belakang paling rapat di Serie A, rekor terbaik klub pada fase ini dalam 12 tahun terakhir. Ketangguhan itu kembali terlihat saat Roma menang 3-0 atas Celtic di Glasgow pada ajang Liga Europa, di mana Ferguson mencetak dua gol di babak pertama.
Kemenangan tersebut membawa Roma mendekati fase gugur Liga Europa, hanya satu poin dari zona lolos otomatis. Kini, mereka harus fokus menghadapi lawan domestik yang juga mengincar posisi elite.
Como Datang sebagai Penantang Serius
Meski sejarah berpihak pada Roma, Como hanya sekali menang dari 13 laga tandang Serie A di Olimpico, klub asal Lombardy itu bukan tanpa ancaman. Sejak promosi musim lalu, Como mencatat awal terbaik sepanjang sejarah klub, mengoleksi 24 poin dari 14 pertandingan.
Bahkan, mereka sempat berada di atas Lazio dan Juventus serta tak terkalahkan sejak Agustus, sebelum akhirnya dihentikan Inter Milan. Bertandang ke San Siro pekan lalu, Como dipaksa menyerah 0-4, sekaligus menandai kekalahan pertama mereka dengan selisih lebih dari satu gol musim ini.
Hasil tersebut membuat Como tertinggal tiga poin dari Roma dalam persaingan ketat menuju kompetisi Eropa. Pelatih muda Cesc Fabregas kini ditantang adu taktik melawan Gasperini, yang dikenal sebagai maestro strategi.
Di bawah Fabregas, Como mencatat penguasaan bola rata-rata di atas 60%, termasuk saat mencoba bermain terbuka melawan Inter. Menarik untuk melihat apakah pendekatan itu efektif menghadapi Roma yang terorganisasi dan disiplin.
Performa Terkini
Roma (Serie A): Menang-Kalah-Menang-Menang-Kalah-Kalah
Roma (Semua Kompetisi): Menang-Menang-Menang-Kalah-Kalah-Menang
Como (Serie A): Menang-Seri-Seri-Menang-Menang-Kalah
Kabar Tim
Roma melakukan lima perubahan saat menghadapi Celtic, namun Manu Kone dan Bryan Cristante diperkirakan kembali menjadi starter. Dua pemain yang akan berangkat ke Piala Afrika, Evan Ndicka (Pantai Gading) dan Neil El Aynaoui (Maroko), masih berpeluang tampil dengan izin khusus.
Zeki Celik dipastikan absen akibat sanksi, sehingga Wesley atau Devyne Rensch berpeluang mengisi sisi kanan skema 3-4-2-1 andalan Gasperini. Artem Dovbyk masih menepi, sementara Dybala atau Ferguson akan diplot sebagai ujung tombak. Dybala baru mencetak satu gol dari 14 laga liga, awal terburuknya di Serie A.
Untuk produktivitas gol, Roma bertumpu pada Matias Soule yang telah mencetak empat gol. Di kubu Como, Nico Paz tampil gemilang dengan lima gol dan lima assist, serta menjadi pemain dengan tembakan terbanyak di Serie A dengan 51 tembakan.
Paz akan menopang Tasos Douvikas di lini depan, sementara Alvaro Morata masih absen akibat cedera paha. Sergi Roberto dan Edoardo Goldaniga juga belum pulih, sedangkan Maximo Perrone menjalani larangan satu pertandingan.
Perkiraan Susunan Pemain
Roma (3-4-2-1): Svilar; Mancini, Ndicka, Hermoso; Wesley, Kone, Cristante, Tsimikas; Soule, Pellegrini; Dybala
Como (4-2-3-1): Butez; Smolcic, Ramon, Carlos, Valle; Da Cunha, Caqueret; Addai, Paz, Rodriguez; Douvikas
Prediksi Skor: Roma 1-0 Como
Como masih kesulitan tampil konsisten di laga tandang, hanya meraih sembilan poin dari 21 yang tersedia. Roma, yang uniknya tak pernah bermain imbang dalam 20 laga Serie A terakhir, diprediksi kembali melanjutkan tren tersebut lewat kemenangan tipis satu gol di Olimpico. (*)
Editor : Niklaas Andries