Kemenangan di Stamford Bridge itu mengakhiri rentetan empat laga tanpa kemenangan Chelsea. Namun, alih-alih larut dalam euforia, pelatih asal Italia tersebut justru melontarkan kritik keras kepada sejumlah pihak yang dinilainya tidak memberikan dukungan kepada dirinya dan para pemain, meski ia menegaskan bahwa kritik tersebut bukan ditujukan kepada para suporter.
Maresca: “Banyak yang Tidak Mendukung Kami”
Gol Cole Palmer. yang menjadi starter kandang untuk pertama kalinya sejak Agustus, dan tambahan gol dari Malo Gusto membuat suasana stadion tampak positif. Namun di balik itu, Maresca mengaku tidak sepenuhnya puas.
“48 jam terakhir adalah yang terburuk sejak saya bergabung dengan klub ini, karena banyak orang tidak mendukung saya dan tim,” ujar Maresca.
“Secara umum,” tambahnya.
Saat ditanya apakah yang ia maksud adalah suporter Chelsea, Maresca langsung meluruskan.
“Saya mencintai para penggemar dan kami sangat senang dengan dukungan mereka,” tegasnya.
Pernyataan tersebut muncul saat ia menjawab pertanyaan terkait performa Malo Gusto, yang tampil impresif dan mencetak gol kedua Chelsea.
Kritik Media Sosial dan Tekanan Hasil
Dua hari sebelumnya, Maresca sempat mengatakan bahwa hanya kemenangan yang bisa menghentikan keluhan di media sosial. Ia juga menyinggung pengalamannya selama 30 tahun di dunia sepak bola.
“Saya tahu, jika Anda tidak menang, semua orang akan mengeluh,” ujarnya kala itu.
Apakah kemarahannya ditujukan pada reaksi di dunia maya atau pihak lain, Maresca tidak menjelaskan secara rinci.
Namun ia dengan cepat membela para pemainnya, yang akhirnya memutus tren negatif termasuk kekalahan dari Leeds dan Atalanta, serta hasil imbang tanpa gol kontra Bournemouth.
Pujian untuk Pemain: Fleksibilitas dan Mentalitas
Maresca secara khusus memuji upaya para pemainnya di tengah kondisi sulit.
“Usaha para pemain luar biasa. Reece James dan Malo adalah bek sayap, tetapi hari ini mereka bermain sebagai gelandang,” katanya.
“Pola pikir terbuka mereka, kemauan untuk belajar, dan kerja kerasnya sangat fantastis. Dengan begitu banyak masalah, mereka tampil sangat baik setelah pekan yang rumit.”
Cole Palmer, Kunci Perubahan Chelsea
Gol Palmer menjadi sorotan utama laga tersebut. Itu adalah gol kandang pertamanya dari permainan terbuka sejak Januari, sebuah penanda kebangkitan setelah periode sulit.
Musim ini menjadi tahun paling menantang dalam karier Palmer, yang sempat dihantam dua cedera serius dan tidak mampu memberi dampak sebesar 18 bulan pertamanya di Chelsea.
Gol tersebut berawal dari kombinasi rapi, Wesley Fofana mengalirkan bola pendek ke Gusto, yang kemudian mengirim umpan terukur menembus lini Everton. Palmer bergerak cerdas, menerobos jantung pertahanan lawan, lalu menaklukkan Jordan Pickford di tiang dekat.
“Bersama Cole, kami adalah tim yang lebih baik,” kata Maresca.
“Kami sudah memainkan 16 laga Premier League, lima tanpa Moisés Caicedo, 11 tanpa Cole Palmer, dan hampir sepanjang musim tanpa Liam Delap.”
“Hampir sepanjang musim kami bermain tanpa pemain terbaik kami. Itulah mengapa saya sangat bangga pada para pemain. Saya berharap orang-orang di luar bisa menghargai itu.”
Kemenangan atas Everton memang meringankan tekanan di pundak Enzo Maresca, tetapi pengakuannya tentang kurangnya dukungan menyingkap dinamika internal Chelsea yang belum sepenuhnya stabil.
Di tengah badai kritik, Maresca memilih berdiri di belakang para pemainnya, dan hasil di lapangan mulai berbicara. (*)
Editor : Niklaas Andries