Madueke sebelumnya membuka rekening golnya untuk Arsenal saat menghadapi Bayern Munich dua pekan lalu, dan kembali menunjukkan ketajamannya di Belgia pada menit ke-25.
Mantan pemain Chelsea itu menerima bola di wilayah pertahanan lawan, menggiringnya melewati Joaquin Seys, lalu melepaskan tendangan keras dari jarak 22 yard yang menghantam bagian bawah mistar sebelum masuk ke gawang.
Memasuki babak kedua, pertandingan baru berjalan 80 detik ketika Madueke kembali mencetak gol, kali ini lewat tandukan memanfaatkan umpan silang Martin Zubimendi.
Gabriel Martinelli kemudian memperlebar keunggulan Arsenal dengan tembakan melengkung spektakuler, sekaligus membuatnya menjadi pemain Arsenal pertama yang mencetak gol dalam lima laga Liga Champions secara beruntun.
Dengan hasil ini, Arsenal menjadi tim Inggris kelima yang mampu menyapu bersih enam laga awal Liga Champions, mengikuti jejak Manchester United, Leeds United, Liverpool, dan Manchester City. Mereka kini unggul enam poin atas Liverpool yang berada di peringkat kesembilan dengan selisih gol lebih baik (+13).
The Gunners hanya membutuhkan satu poin lagi dari dua laga tersisa, kontra Inter Milan pada 20 Januari dan Kairat asal Kazakhstan di Emirates Stadium sepekan kemudian, untuk memastikan kelolosan ke babak gugur untuk musim ketiga berturut-turut.
Rotasi Paksa Arteta Berbuah Manis
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Depan eL Hotel Banyuwangi, Tiga Kendaraan Terlibat dan Beberapa Korban Luka
Arsenal datang ke Bruges dengan modal kurang ideal setelah 18 laga tak terkalahkan mereka dipatahkan oleh Aston Villa dengan skor 1-2 di masa tambahan waktu. Situasi makin sulit karena delapan pemain absen, memaksa Mikel Arteta melakukan rotasi besar.
Christian Norgaard bahkan dipasang sebagai bek tengah darurat setelah Jurriën Timber gagal pulih dari cedera yang didapatnya saat menghadapi Villa.
Meski begitu, Arsenal tampil meyakinkan sejak awal. Martin Odegaard memaksa kiper Tristan van den Heuvel melakukan penyelamatan pada menit ketiga. Tak lama kemudian, peluang Piero Hincapié yang memanfaatkan bola muntah Myles Lewis-Skelly masih membentur tiang.
Gol pembuka akhirnya datang dari pemain yang sempat diragukan sebagian suporter Arsenal ketika ia ditebus dari Chelsea dengan harga £50 juta.
Setelah mengabaikan kritik dan kembali dari cedera lutut dua bulan, Madueke langsung tampil tajam, mencetak gol melawan Bayern Munich dan kembali melepas tembakan mematikan di Bruges.
Brugge Bangkit, Arsenal Menggila
Club Brugge sempat menutup babak pertama dengan dominan. David Raya dipaksa melakukan beberapa penyelamatan penting dari Carlos Forbs, Christos Tzolis, hingga Stankovic.
Namun, asa tuan rumah pupus saat babak kedua baru berjalan dua menit. Madueke mencetak gol keduanya memanfaatkan umpan Zubimendi yang membuat gawang lawan terbuka lebar.
Sepuluh menit kemudian, Martinelli mencatatkan namanya di papan skor. Menerima bola di sisi kiri, ia memotong ke dalam dan melepas tembakan melengkung indah ke pojok atas gawang, gol yang membuatnya melampaui rekor Gabriel Jesus sebagai pencetak gol beruntun terbanyak Arsenal di Liga Champions.
Tak lama setelah itu, Jesus sendiri kembali merumput setelah absen 332 hari akibat cedera panjang. Ia hampir menambah gol Arsenal, namun tembakannya masih membentur mistar.
Debut Sebelas Menit yang Tak Terlupakan
Menjelang laga usai, pemain muda berusia 16 tahun asal Inggris, Marli Salmon, mendapat debutnya dari Arteta. Momen itu menjadi penutup sempurna dari malam yang penuh euforia bagi Arsenal, yang semakin mantap melaju di kompetisi Eropa musim ini. (*)
Editor : Niklaas Andries