Di klub sebesar Real Madrid, kemenangan adalah harga mati. Tak sedikit pelatih hebat yang gagal bertahan karena tak sanggup memenuhi ekspektasi tinggi publik Bernabeu. Kini, Xabi Alonso menjadi sosok terbaru yang duduk di kursi panas pelatih setelah menggantikan Carlo Ancelotti.
Start Alonso bisa dibilang mengesankan, Real Madrid memimpin klasemen sementara La Liga dengan 31 poin dari 12 pertandingan, unggul tiga angka atas Barcelona. Di Liga Champions, Los Blancos juga tampil solid dengan sembilan poin dari empat laga fase grup.
Berikut adalah lima pelatih terbaik Real Madrid sepanjang masa, lengkap dengan prestasi gemilang yang mereka ukir di Estadio Santiago Bernabeu.
5. Jose Villalonga (1954–1957)
Pelatih muda berusia 36 tahun ini menjadi fondasi dari identitas modern Real Madrid. José Villalonga adalah pelatih termuda yang pernah menjuarai Piala Eropa (kini Liga Champions).
Di bawah arahannya, Real Madrid memenangkan treble perdana, La Liga, Copa Latina, dan Piala Eropa 1956 setelah menaklukkan Reims. Dalam tiga tahun masa kepemimpinannya, Villalonga meraih dua gelar liga, dua trofi Eropa, dan dua piala domestik lainnya.
Setelah meninggalkan Madrid, ia justru mempermalukan mantan klubnya dengan membawa Atletico Madrid menjuarai Copa del Generalisimo dua kali berturut-turut (1960–1961), serta Piala Winners Eropa. Ia juga sukses membawa Timnas Spanyol menjuarai Euro 1964. Namun, warisan terbesarnya tetap tertulis di Bernabeu.
4. Zinedine Zidane (2016–2018 dan 2020–2021)
Legenda di lapangan, legenda pula di pinggir lapangan. Zinedine Zidane adalah simbol kesuksesan modern Real Madrid. Dalam dua periode kepelatihannya, ia mempersembahkan dua gelar La Liga dan tiga trofi Liga Champions beruntun, prestasi yang belum pernah dicapai pelatih mana pun sebelumnya.
Zidane memulai kiprahnya pada Januari 2016 dengan kemenangan di El Clasico atas Barcelona yang memutus rekor tak terkalahkan 39 laga sang rival. Musim berikutnya, ia dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Dunia versi FIFA setelah membawa Real mempertahankan gelar Piala Dunia Antarklub.
Saat kembali pada 2019, Zidane memimpin Madrid menjuarai La Liga di tengah pandemi COVID-19, menang sepuluh laga beruntun setelah liga dilanjutkan. Ia menjadi satu dari sedikit pelatih yang benar-benar memahami DNA Real Madrid: menang adalah segalanya.
3. Vicente del Bosque (1999–2003)
Loyalitas, ketenangan, dan kejeniusannya membuat Vicente del Bosque menjadi sosok istimewa di Real Madrid. Mantan pemain yang membela klub lebih dari 400 kali ini membawa Real Madrid meraih dua gelar Liga Champions (2000 dan 2002), dua La Liga, serta Piala Interkontinental, Piala Super Eropa, dan Supercopa de Espana.
Di bawah asuhannya, Los Blancos bertransformasi menjadi tim yang memadukan pemain akademi seperti Raúl dan Iker Casillas dengan megabintang dunia seperti Zidane dan Ronaldo Nazario.
Meski perpisahannya dengan klub pada 2003 menimbulkan polemik, Del Bosque membuktikan kejeniusannya saat melatih Timnas Spanyol dan mempersembahkan Piala Dunia 2010, sesuatu yang tak pernah dicapai generasi sebelumnya.
2. Carlo Ancelotti (2013–2015 dan 2021–2025)
Sosok elegan dan karismatik ini adalah pelatih paling sukses dalam sejarah Liga Champions, dengan lima trofi, tiga bersama Real Madrid dan dua bersama AC Milan. Di periode pertamanya, Carlo Ancelotti langsung mempersembahkan La Decima, gelar Liga Champions ke-10 Madrid, setelah menaklukkan Atletico Madrid 4–1 pada 2014.
Setelah petualangan di Jerman, Italia, dan Inggris, Ancelotti kembali ke Bernabeu pada 2021 dan melanjutkan kejayaannya. Ia memimpin generasi baru Real Madrid dengan bintang muda seperti Jude Bellingham dan Vinícius Junior, serta menambah koleksi trofi hingga 15 gelar, menjadikannya pelatih paling sukses dalam sejarah klub.
Pada 2024, Ancelotti menutup tahun dengan menjuarai Piala Super Eropa dan Piala Interkontinental, membawa Real Madrid mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam 39 laga La Liga. Sebuah warisan yang akan sulit ditandingi.
1. Miguel Munoz (1960–1974)
Tak ada yang bisa menandingi Miguel Munoz dalam hal dedikasi dan kontribusi terhadap Real Madrid. Selama 14 tahun masa kepemimpinannya, ia memimpin tim dalam 605 pertandingan dan mencatat 357 kemenangan, rekor yang bertahan hingga kini.
Sebagai pelatih, Munoz memimpin Real Madrid menjuarai Liga Champions (Piala Eropa) pada 1960 dan 1966, sembilan gelar La Liga, dan tiga Copa del Rey. Ia juga menjadi orang pertama yang memenangkan Piala Eropa sebagai pemain dan pelatih.
Di bawah taktik revolusionernya, formasi 3-3-4, duet legendaris Ferenc Puskas dan Alfredo Di Stefano mencapai puncak permainan mereka. Hingga kini, Trofi Pelatih Terbaik La Liga dinamai untuk menghormatinya, Premio Miguel Munoz.
Dari Miguel Munoz hingga Carlo Ancelotti, Real Madrid selalu memiliki pelatih yang bukan sekadar manajer, melainkan arsitek kejayaan. Mereka bukan hanya mengoleksi trofi, tapi juga menanamkan filosofi kemenangan yang melekat pada DNA Los Blancos hingga hari ini. (*)
Editor : Niklaas Andries