Pertandingan ini menjadi ujian besar bagi manajer baru Celtic dan momen kebangkitan yang diharapkan Roma setelah penurunan performa di Serie A.
Situasi Terkini: Celtic Berubah, Roma Tersendat
Celtic: Energi Baru, Tantangan Besar
Celtic baru saja keluar dari zona eliminasi setelah memetik kemenangan penting 3–1 atas Feyenoord di De Kuip. Gol Hyun-Jun Yang, Reo Hatate, dan Benjamin Nygren membuat laga terakhir Martin O'Neill sebagai pelatih interim menjadi memori manis.
Sebelum ditinggal O'Neill, Celtic mencatatkan, 5 kemenangan beruntun di Premiership, 12 gol dicetak dengan hanya 1 kebobolan, dan tiket final Piala Liga setelah menyingkirkan Rangers
Kini tongkat estafet dipegang Wilfried Nancy, yang sukses di MLS namun harus menelan kekalahan 1–2 dari Hearts pada laga debutnya. Selain harus mempersiapkan final Piala Liga akhir pekan nanti, Nancy langsung menghadapi tantangan dari klub elite Italia.
Celtic baru dua kali menang dari 16 pertemuan terakhir dengan klub Italia, keduanya melawan Lazio pada musim 2019-2020.
Roma: Konsisten di Eropa, Go yang Dipertaruhkan
Roma belakangan justru pernah menaklukkan rival terbesar Celtic, Rangers, dengan kemenangan 2–0 di Ibrox. Mereka berpeluang mencatat sejarah sebagai tim pertama dalam 12 tahun terakhir yang mampu mengalahkan kedua klub Old Firm di Glasgow.
Giallorossi kini unggul dua poin dari Celtic setelah kemenangan 2–0 atas Midtjylland yang memastikan kemenangan kandang perdana mereka di Liga Europa musim ini.
Kemenangan tersebut membawa Roma naik ke peringkat 15, hanya terpaut satu poin dari posisi delapan besar yang mengantar langsung ke babak 16 besar.
Namun, situasi domestik tidak sepenuhnya menggembirakan. Tim asuhan Gian Piero Gasperini yang sempat memuncaki Serie A justru mengalami dua kekalahan beruntun, termasuk tumbang dari Cagliari yang membuat Zeki Celik diusir dari lapangan.
Performa Terbaru
Celtic di Liga Europa: Kalah-Menang-Kalah-Seri-Menang
Celtic (semua kompetisi): Menang-Menang-Menang-Menang-Menang-Kalah
Roma di Liga Europa: Menang-Kalah-Kalah-Menang-Menang
Roma (semua kompetisi): Menang-Menang-Menang-Menang-Kalah-Kalah
Kabar Tim
Celtic
1. Marcelo Saracchi absen karena cedera hamstring.
2. Alistair Johnston, Callum Osmand, dan Cameron Carter-Vickers masih cedera jangka panjang.
3. James Forrest baru kembali berlatih dan kemungkinan belum siap tampil.
4. Reo Hatate dan Benjamin Nygren, pencetak dua gol di Liga Europa, menjadi motor serangan utama.
5. Wilfried Nancy kemungkinan menerapkan formasi 3-4-2-1 andalannya.
Roma
1. Penyerang Ukraina Artem Dovbyk masih absen karena cedera paha.
2. Kabar baik: Wesley berpeluang kembali setelah cedera singkat.
3. Gasperini bisa melakukan rotasi karena kekalahan beruntun dan laga penting kontra Como pada Senin mendatang.
4. Paulo Dybala atau Tommaso Baldanzi berpotensi tampil sebagai false nine karena Evan Ferguson kurang mendapat kepercayaan.
Perkiraan Susunan Pemain
Celtic (3-4-2-1): Schmeichel; Trusty, Scales, Tierney; Yang, McGregor, Engels, Tounekti; Nygren, Hatate; Maeda.
Roma (3-4-2-1): Svilar; Ghilardi, Mancini, Ndicka; Celik, Kone, El Aynaoui, Tsimikas; Soule, Pellegrini; Dybala.
Prediksi Skor: Celtic 0–1 Roma
Baca Juga: Tol Prosiwangi Dibuka Gratis Saat Nataru 2025-2026, Warga Jatim Sambut Era Baru Mobilitas Cepat
Celtic memiliki modal bagus dan dukungan penuh publik Glasgow. Namun Roma tampil lebih matang dan stabil dalam kompetisi Eropa.
Dengan kualitas lini serang dan struktur permainan yang mulai membaik, Giallorossi diprediksi mampu mencuri kemenangan tipis di Celtic Park. Tradisi tanpa hasil imbang dalam 19 laga kandang terakhir Celtic di Liga Europa bisa kembali berlanjut. (*)
Editor : Niklaas Andries