Pada babak pertama, tuan rumah terlihat berada dalam tekanan. Barcelona tertinggal lebih dulu lewat gol Ansgar Knauff yang memanfaatkan serangan balik cepat Frankfurt pada menit ke-21.
Nathaniel Brown menyisir sisi lapangan sebelum mengirim umpan matang ke Knauff, yang berhasil menyingkirkan Alejandro Balde dan melepaskan tembakan akurat ke sudut bawah gawang.
Barcelona sebenarnya sempat merayakan gol cepat melalui Robert Lewandowski, namun dianulir karena Raphinha dianggap offside saat proses terciptanya gol tersebut.
Peluang lain hadir dari sepakan Gerard Martín, tetapi dapat ditepis dengan gemilang oleh kiper Frankfurt, Michael Zetterer.
Tim tamu bahkan hampir menggandakan keunggulan ketika Knauff menyodorkan bola kepada Ellyes Skhiri, namun tendangan jarak jauhnya melayang tipis di atas mistar.
Memasuki babak kedua, pelatih Hansi Flick melakukan perubahan penting dengan memasukkan Marcus Rashford. Kehadiran pemain pinjaman dari Manchester United itu langsung memberi dampak signifikan dalam lebar permainan Barcelona.
“Pada babak pertama posisi kami tidak ideal, jadi kami melakukan beberapa penyesuaian. Marcus memberikan dimensi berbeda dan lebar permainan yang kami butuhkan,” ujar Flick usai pertandingan.
“Dua gol dari bola mati adalah bagian dari permainan, dan saya sangat senang kami bisa bangkit.”
Perubahan itu terbukti efektif. Rashford menjadi kreator gol penyama kedudukan pada menit ke-50 lewat umpan silang tajam yang disundul Kounde menjadi gol.
Hanya berselang tiga menit, Barcelona membalikkan keadaan. Kali ini giliran Lamine Yamal yang mengirim bola akurat ke tiang jauh dan kembali diselesaikan Koundé dengan sundulan sempurna.
Barcelona berupaya menambah gol melalui aksi Yamal yang terus menjadi ancaman, namun satu peluang emasnya masih melebar tipis. Pemain muda tersebut terlihat kesal saat ditarik keluar di menit-menit akhir, tetapi Flick menanggapinya dengan santai.
“Dia masih sangat muda dan ingin terus bermain. Itu sikap yang bagus,” kata Flick sambil tersenyum.
“Ia mendapat kartu kuning dan hanya tersisa beberapa menit, jadi kami harus mengambil keputusan. Tidak masalah.”
Kemenangan ini membuat Barcelona tetap berada di jalur persaingan untuk mencapai delapan besar Liga Champions di tengah ketatnya persaingan di fase grup musim ini. (*)
Editor : Niklaas Andries