Gol semata wayang Dominik Szoboszlai dari titik putih pada menit ke-88 memastikan The Reds kembali ke jajaran delapan besar dan meningkatkan peluang mereka untuk terhindar dari babak play-off.
Liverpool Bangkit Tanpa Salah
Salah, yang absen karena komentarnya bahwa hubungannya dengan Slot telah retak dan merasa ada pihak di klub yang ingin menyingkirkannya, mengunggah foto dirinya berlatih di gym AXA Training Centre pada hari pertandingan. Absennya sang megabintang menjadi konsekuensi langsung dari pernyataannya tersebut.
Namun dengan Cody Gakpo cedera dan Federico Chiesa sakit, Slot hanya memiliki dua penyerang senior, Alexander Isak dan Hugo Ekitike, keduanya senilai total £200 juta. Meski demikian, keduanya minim kontribusi nyata di lini depan.
Kesempatan emas datang ketika Ekitike menerima umpan terobosan Ibrahima Konaté di posisi yang biasanya diisi Salah. Namun berbeda dari sang bintang Mesir yang kerap memotong ke dalam dengan kaki kiri, Ekitike memilih kaki kanan dan mempersempit sudut tembakannya hingga mudah ditepis Yann Sommer.
Di sisi lain, kurangnya kebersamaan membuat Isak dan Ekitike sering tidak seirama dengan rekan setim, salah satunya ketika umpan Alexis Mac Allister tak direspons dengan pergerakan yang tepat.
Inter Mengancam, Liverpool Bertahan
Tanpa Salah yang memiliki 46 gol Liga Champions untuk Liverpool, pencetak gol terbanyak berikutnya adalah Virgil van Dijk dengan lima gol. Meski begitu, Liverpool tetap mampu menciptakan peluang berbahaya melalui Curtis Jones dan Ryan Gravenberch.
Liverpool sempat membobol gawang Inter ketika Konaté menyundul bola dari jarak dekat, tetapi VAR memutuskan gol dianulir setelah bola mengenai lengan Ekitike lebih dulu. Proses pengecekan berlangsung empat menit sebelum wasit Felix Zwayer membatalkan gol tersebut.
Inter merespons dengan tekanan kuat menjelang jeda. Nicolò Barella melepaskan tendangan bebas yang melebar tipis, sementara Alisson Becker menggagalkan sundulan Lautaro Martinez.
Penalti Menit 88: Momen Penentu
Pasca turun minum, intensitas permainan meningkat. Kedua striker Liverpool meningkatkan agresivitas mereka, sebelum Isak ditarik keluar dan digantikan pemain £100 juta lainnya, Florian Wirtz.
Wirtz langsung memberikan dampak besar. Ketika ia berada di kotak penalti, Alessandro Bastoni menarik bajunya, memaksa wasit menunjuk titik putih. Szoboszlai maju sebagai eksekutor dan menuntaskan tugasnya dengan sempurna pada menit ke-88.
Gol itu bukan hanya mengamankan tiga poin, tetapi juga mengubah suasana seisi stadion. Ketika peluit panjang dibunyikan, para pendukung Liverpool bahkan menyanyikan nama Arne Slot, sebuah pemandangan langka di musim yang penuh gejolak. (*)
Editor : Niklaas Andries