Setelah absen dalam laga klasik melawan Boston Celtics, Luka Doncic dan LeBron kembali memperkuat Lakers dalam pertandingan ini.
LeBron langsung memberi dampak besar, menjaga ritme permainan dan menutup kuarter pertama dengan kuat. Namun, 76ers tampil solid sejak awal melalui kontribusi Tyrese Maxey dan Paul George, membuat skor imbang 30-30.
Serangan Lakers sempat tersendat, termasuk periode empat menit tanpa mencetak angka. Austin Reaves baru membuka poin perdananya pada kuarter kedua. Dengan konsistensi permainan yang lebih baik, Philadelphia menutup babak pertama dengan keunggulan 60-53.
LeBron James Cetak 10 Poin Beruntun!
Memasuki babak kedua, Luka Doncic dan LeBron James mengambil alih permainan. Keduanya bergantian mencetak poin dan membuka ruang bagi rekan setim.
Pertahanan Lakers juga meningkat tajam, membuat Philadelphia kesulitan menembus barisan belakang. Hanya Maxey yang konsisten memberi perlawanan, menjaga Sixers tetap dalam jarak aman, 84-87.
Pada kuarter penentuan, Joel Embiid mulai menemukan sentuhannya lewat dua tembakan menengah. Namun, saat waktu genting, panggung menjadi milik LeBron James. Bintang berusia 40 tahun itu mencetak 10 poin berturut-turut untuk Lakers.
Meski Maxey sempat memasukkan tripoin terakhir untuk menjaga harapan, Lakers tetap mengunci kemenangan 112-108.
Catatan Penting dari Duel Lakers vs 76ers
1. LeBron James Kembali Garang
Dunk keras LeBron pada kuarter pertama menjadi pertanda bahwa ia berada dalam performa terbaik. Mendapat istirahat dua hari, LeBron tampil segar dan agresif.
Pada kuarter akhir, ia memikul seluruh beban tim, mencetak semua 10 poin Lakers dalam empat menit terakhir. Ia juga mencuri bola penting di detik penutup.
LeBron menyelesaikan pertandingan dengan, 29 poin, 12/17 tembakan (4/6 tripoin), 7 rebound, 6 assist. Ini menjadi penampilan terbaiknya musim ini, tipikal performa LeBron di masa jayanya.
2. Joel Embiid Kesulitan Sepanjang Laga
Kebalikan dari LeBron, Embiid justru tampil jauh di bawah standar. MVP NBA 2023 itu berulang kali gagal memasukkan tembakan yang biasanya mudah ia eksekusi. Bahasa tubuhnya menunjukkan frustrasi.
Meski sempat mencetak dua tembakan penting di kuarter terakhir, Embiid menyelesaikan pertandingan dengan statistik yang mengecewakan, 16 poin, 7 rebound, 4/21 tembakan. Salah satu performa terburuknya musim ini.
3. Duet DeAndre Ayton – Luka Doncic Semakin Padu
DeAndre Ayton tampil efisien dengan 14 poin dan 12 rebound, tanpa sekalipun gagal memasukkan tembakan (7/7).
Empat dari poin tersebut datang dari umpan kreatif Luka Doncic, yang beberapa kali mengirimkan assist sulit namun tetap berhasil dieksekusi Ayton di bawah tekanan. Koneksi keduanya menjadi salah satu faktor yang menjaga Lakers tetap kompetitif sepanjang laga. (*)
Editor : Niklaas Andries