The Gunners sendiri diperkirakan tidak akan terlalu aktif mendatangkan pemain pada Januari nanti setelah menghabiskan hampir £250 juta atau sekitar Rp5 triliun pada musim panas lalu. Namun Direktur Olahraga baru, Andrea Berta, tetap waspada terhadap peluang pasar, terutama untuk memperkuat lini tengah.
Sebelumnya, Arsenal juga dikaitkan dengan wonderkid Elche, Rodrigo Mendoza. Kini, perhatian mereka mengarah pada bintang muda Lille, Ayyoub Bouaddi, yang baru saja memperpanjang kontraknya hingga 2029.
Namun, perpanjangan kontrak tersebut diperkirakan lebih bertujuan meningkatkan nilai jual sang pemain ketimbang menjadi tanda komitmen jangka panjang.
Arsenal dan Chelsea Bersaing, Lille Minta Lebih dari Rp857 Miliar
Arsenal disebut sudah menyiapkan tawaran £39,3 juta atau sekitar Rp750 miliar untuk Bouaddi. Namun, rival sekota mereka, Chelsea, dikabarkan siap menyamai tawaran tersebut dan berusaha menikung The Gunners.
Sayangnya, kedua klub London itu tampaknya harus bersabar. Laporan menyebutkan bahwa Lille hanya akan membuka negosiasi pada musim panas, dan Presiden Olivier Letang menginginkan harga lebih dari €50 juta atau sekitar Rp857 miliar.
Selain Arsenal dan Chelsea, sejumlah klub elite Eropa lainnya seperti Paris Saint-Germain, Manchester United, Manchester City, dan Liverpool juga dilaporkan memantau perkembangannya. Meski demikian, Arsenal dan Chelsea disebut sebagai peminat paling serius saat ini.
Rekor dan Statistik Ayyoub Bouaddi
Pada usia 18 tahun, Bouaddi telah tampil 72 kali untuk Lille di semua kompetisi dan mencatatkan empat assist. Ia juga memecahkan beberapa rekor klub:
1. Debut termuda dalam sejarah Lille pada Liga Konferensi Eropa, Oktober 2023
2. Pemain termuda yang tampil di kompetisi Eropa, rekor ini kemudian diambil alih pemain Arsenal, Max Dowman.
Apa yang Bisa Diberikan Bouaddi kepada Arsenal?
Dengan postur 185 cm, Bouaddi merupakan gelandang modern yang dapat berperan sebagai nomor 6 maupun nomor 8 dalam sistem Mikel Arteta.
Beberapa keunggulan utamanya:
1. Keberanian dan kemampuan membawa bola
Bouaddi mencatat 1,3 dribel sukses per pertandingan dalam 365 hari terakhir—masuk 6% terbaik dari seluruh gelandang di lima liga top Eropa.
2. Akurasi umpan jauh luar biasa
Meski tidak terlalu sering mengirim umpan panjang, tingkat keberhasilannya mencapai 90,3%, yang menempatkannya di 1% teratas gelandang Eropa.
3. Potensi penerus Declan Rice atau Martin Zubimendi
Dengan gaya bermain yang fleksibel, Bouaddi memiliki potensi besar menjadi suksesor salah satu gelandang kunci Arsenal. Belajar langsung dari Declan Rice akan menjadi bonus besar bagi perkembangan sang wonderkid. (*)
Editor : Niklaas Andries