Masa depan striker asal Belanda itu memang menjadi pembicaraan hangat dalam beberapa bulan terakhir, terutama karena keinginannya mencari menit bermain lebih konsisten, yang sulit ia dapatkan di Old Trafford.
Zirkzee baru-baru ini kembali menjadi starter dan tampil impresif. Ia turun sejak menit awal dalam tiga laga Premier League secara beruntun dan mencetak gol dalam kemenangan 2-1 atas Crystal Palace pekan lalu.
Dengan Benjamin Sesko masih menepi akibat cedera lutut, Zirkzee hampir pasti mempertahankan posisinya saat MU menjamu Wolverhampton Wanderers pada Senin. Namun posisinya diyakini akan kembali tergusur begitu Sesko pulih.
Minimnya kesempatan tampil bisa membuatnya gagal menembus skuad Belanda untuk Piala Dunia 2026. Karena itu, rumor kepindahannya kembali ke Italia semakin menguat menjelang paruh kedua musim.
MU Tolak Tawaran Pinjaman AS Roma
AS Roma disebut sebagai kandidat terdepan untuk mendatangkan Zirkzee. Namun menurut sebuah laporan, Manchester United resmi menolak tawaran awal dari Giallorossi.
Roma kabarnya ingin meminjam Zirkzee selama enam bulan, lengkap dengan opsi pembelian permanen apabila mereka berhasil lolos ke Liga Champions musim depan.
Namun skema tersebut tidak memuaskan Manchester United. Klub berjuluk Setan Merah ini diyakini lebih memilih penjualan permanen atau kewajiban membeli dalam kesepakatan peminjaman.
Zirkzee, lulusan akademi Bayern Munich, baru mencetak delapan gol dan tiga assist dalam 57 penampilan untuk MU. Ia masih terikat kontrak hingga 2029, sehingga klub berada dalam posisi kuat terkait negosiasi.
Apakah Zirkzee Masih Punya Masa Depan di MU?
Meski kritik terus mengiringi performanya, pelatih Ruben Amorim memberikan kepercayaan besar kepada Zirkzee dalam tiga laga terakhir.
Dalam hasil imbang 1-1 melawan West Ham United, ia memang tidak mencetak gol, tetapi sempat memiliki peluang yang dihalau di garis gawang dan mendapat pujian atas kontribusi dalam membangun serangan.
Dalam waktu dekat, MU juga akan kehilangan dua pemain serang, Amad Diallo dan Bryan Mbeumo, yang dipanggil ke Piala Afrika untuk mewakili Pantai Gading dan Kamerun.
Kondisi tersebut membuat MU mustahil melepas Zirkzee tanpa mendatangkan pengganti, sesuatu yang sangat sulit dilakukan pada bursa transfer Januari yang terkenal rumit dan mahal.
Namun, jika Zirkzee tidak mendapat jaminan menit bermain setelah paruh musim, ia disebut tetap ingin meninggalkan klub demi masa depannya di tim nasional.
MU Menahan, tetapi Zirkzee Tetap Ingin Pergi
Meski menunjukkan tanda kebangkitan, masa depan Zirkzee masih jauh dari kata pasti. MU mempertahankannya karena kebutuhan skuad, tetapi sang striker ingin peran yang lebih besar.
Apabila tidak mendapat kepastian dari Amorim, peluang hengkang di Januari atau akhir musim tetap terbuka lebar. (*)
Editor : Niklaas Andries