Momen bersejarah itu terjadi dalam kekalahan Clippers 106-109 dari Minnesota Timberwolves, Sabtu malam waktu setempat.
Harden hanya membutuhkan 21 poin untuk melewati total poin Anthony (28.289). Ia mencetak 19 poin di paruh pertama dan resmi menyalip sang legenda setelah mencetak dua free throw pada menit 4:23 kuarter ketiga.
Harden mengakhiri laga dengan 34 poin dan kini mengoleksi 28.303 poin sepanjang karier.
“Ini sebuah berkah. Bukti kerja keras saya selama ini,” ujar Harden.
“Suatu kehormatan, apalagi melewati seseorang seperti Melo yang begitu banyak memberi bagi liga ini.”
Di atas Harden, dua nama berikutnya adalah Shaquille O’Neal denan 28.596 poin, peringkat 9 dan mantan rekannya di Rockets, Kevin Durant, yang kini berada di peringkat 8 dengan 31.051 poin.
Seperti Mimpi’ Masuk Daftar 10 Besar
Harden mengaku tidak pernah membayangkan bisa menembus daftar ini.
“Anda melihat daftar itu dan rasanya mustahil,” katanya.
“Saya tidak pernah membayangkan bisa masuk dalam kelompok tersebut. Kerja keras yang saya lakukan benar-benar terbayarkan.”
Pemain berusia 36 tahun itu menyebut para legenda di depannya, LeBron James, Kareem Abdul-Jabbar, Karl Malone, Kobe Bryant, Michael Jordan, Dirk Nowitzki, Wilt Chamberlain, Durant, dan O’Neal, sebagai sosok-sosok yang “lebih besar dan lebih atletis darinya.”
Harden juga menjadi satu dari hanya tiga guard dalam 10 besar pencetak poin, bersama Kobe Bryant dan Michael Jordan.
“Mereka seperti terbang. Saya bermain dengan kaki tetap di lantai,” ujar Harden sambil tertawa.
“Itulah mengapa saya bangga dengan apa yang saya capai.”
Senjata Utama: Step-back Jumper yang Mengubah Basket Modern
Harden dikenal luas sebagai pelopor step-back jumper, yang kini menjadi teknik wajib di seluruh level basket. Sejak GeniusIQ mulai melacak data pada musim 2013-14, Harden telah mencetak:
1. Kurang lebih 2.000 step-back jumper
2. lebih dari 5.100 poin dari tembakan tersebut
3. unggul lebih dari 1.000 poin dari pemain mana pun di posisi kedua
Saat pertama kali mempopulerkan step-back, Harden sering dituding melakukan pelanggaran traveling.
“Dulu orang berkata, ‘Dia traveling!’” kenangnya.
“Sekarang semua orang melakukannya, bahkan anak-anak. Saya bangga bisa membawa gerakan itu ke level lain.”
Dekat dengan Rekor, Tapi Mustahil Mengejar Steph Curry
Musim lalu, Harden melewati Ray Allen sebagai penembak tiga angka terbanyak kedua sepanjang masa. Ia kini mencatat 3.255 tiga angka sukses
Namun ia mengakui hampir tidak mungkin mengejar Stephen Curry yang berada di urutan pertama dengan 4.111 tripoin.
Perjalanan Karier: Dari OKC ke Houston Hingga Jadi MVP
Harden juga mengenang perannya sebagai sixth man di Oklahoma City Thunder sebelum pindah ke Houston Rockets, langkah yang diakuinya sebagai titik balik karier.
“Pindah ke Houston adalah perubahan hidup,” kata Harden.
“Saya tidak tahu apa jadinya jika saya tetap di OKC. Mungkin saya bisa menjadi juara, siapa tahu. Tapi mungkin juga saya tidak akan menjadi versi James Harden yang sekarang.”
Di Houston, Harden menjadi superstar dengan rataan dengan 29,6 poin, 7,7 assist, dan 6,0 rebound
Ia meraih tiga gelar pencetak poin terbanyak NBA (2018–2020) dengan rata-rata hingga 36,1 poin per musim, serta memenangkan MVP NBA 2017–18.
Berapa Lama Lagi Harden Akan Bermain?
Ketika ditanya soal berapa lama ia akan terus berkarier atau siapa lagi yang bisa ia lampaui di daftar pencetak poin, Harden mengaku belum tahu.
LeBron James, pemuncak daftar sepanjang masa dengan 42.268 poin, sudah memasuki musim ke-23.
Namun Harden merasa performanya belum menurun.
“Jika ditanya apakah pernah ada momen saya merasa tidak bisa meleset?” kata Harden.
“Saya masih merasa begitu sampai sekarang.” (*)
Editor : Niklaas Andries