Kemenangan ini membawa pasukan Antonio Conte kembali ke puncak klasemen, menggusur Inter Milan dengan keunggulan satu poin. Bagi Juventus, kekalahan ini menjadi pukulan telak dalam perburuan gelar karena kini mereka tertinggal delapan poin dari Napoli.
Laga ini sejatinya menjadi kesempatan bagi pelatih tamu, Luciano Spalletti, untuk meraih kemenangan emosional atas klub yang pernah ia bawa menjuarai Serie A pada 2023, sekaligus membangkitkan momentum Juventus di papan atas.
Namun harapan tersebut kandas setelah Napoli tampil lebih efektif dan solid di hadapan pendukungnya sendiri.
Hojlund Buka Keunggulan Napoli dengan Proses Cepat
Pertandingan baru berjalan tujuh menit ketika Napoli mencetak gol pembuka. David Neres melakukan akselerasi di sisi kanan, meninggalkan Teun Koopmeiners yang kalah cepat, lalu melepaskan umpan silang rendah ke tiang dekat.
Rasmus Hojlund yang berlari masuk ke kotak penalti lebih cepat dari Lloyd Kelly langsung menyambar bola dengan sentuhan pertama untuk menaklukkan Michele Di Gregorio. Gol cepat ini membuat Juventus tertekan sejak awal.
Giovanni Di Lorenzo hampir menggandakan keunggulan setelah menyambut umpan Noa Lang dengan sundulan ke pojok gawang, namun Di Gregorio melakukan penyelamatan gemilang untuk menepis bola keluar.
Juventus mencoba membalas melalui Kenan Yildiz yang memberi umpan kepada Francisco Conceicao, tetapi tendangan kaki kirinya melambung jauh dari sasaran. Meski demikian, Napoli tetap menjadi tim yang lebih berbahaya menjelang jeda.
Scott McTominay sempat menggetarkan tiang gawang lewat sundulan keras memanfaatkan crossing Lang, membuat Juve selamat dari kebobolan kedua.
Kontroversi Kalulu dan Gol Penyama Yildiz
Tensi pertandingan memuncak pada awal babak kedua. Pierre Kalulu melakukan tekel berbahaya dengan studs-up ke pergelangan kaki Mathías Olivera. Banyak pemain dan staf Napoli protes keras karena Kalulu hanya diganjar kartu kuning, padahal insiden tersebut dinilai layak kartu merah.
Beberapa menit berselang, Juventus justru menyamakan kedudukan. Serangkaian kombinasi operan cantik di lini tengah mengalirkan bola ke sisi kanan kepada Weston McKennie. Sang gelandang melihat celah pergerakan Yildiz di tiang dekat dan melepaskan umpan akurat.
Yildiz menyelip dari kawalan bek Napoli dan mengeksekusi bola dengan sudut sempit melewati kiper, mengarah ke tiang jauh. Skor berubah menjadi 1-1 dan atmosfer stadion memanas.
Gol Penentu Hojlund dan Kembali ke Puncak
Napoli akhirnya memastikan kemenangan 12 menit sebelum laga usai. Kesalahan fatal McKennie, yang salah mengantisipasi umpan silang jauh dan mengarahkan bola kembali ke area bahaya, dimanfaatkan dengan sempurna oleh Hojlund.
Striker asal Denmark itu berada di posisi tepat untuk menyambar bola dan menggelontorkannya ke gawang, mencetak gol keduanya malam itu. Tambahan dua gol ini membuat catatan musimannya bertambah menjadi empat.
Kemenangan 2-1 ini bukan hanya menegaskan kembali dominasi Napoli di kandang, tetapi juga mengembalikan mereka ke puncak Serie A, sekaligus memperlebar jarak dengan Juventus yang tengah berjuang menjaga asa juara. (*)
Editor : Niklaas Andries