RADARBANYUWANGI.ID - Piala Dunia 2026 semakin mendekat. Euforia menyambut pesta sepak bola terbesar sejagat mulai terasa di berbagai penjuru dunia.
Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada itu menjadi momen spesial.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, format kompetisi diperbesar menjadi 48 peserta.
Artinya, lebih banyak negara berkesempatan menorehkan sejarah, sekaligus membuka peluang hadirnya kejutan tak terduga.
Sejak babak kualifikasi dimulai, persiapan para kontestan berlangsung intens.
Tim-tim besar sudah mengantongi tiket, sementara sebagian lain masih harus berjibaku di jalur sulit untuk mengamankan tempat final.
Namun, meski banyak tim menyimpan mimpi menjadi kampiun, hanya segelintir yang dianggap memiliki peluang realistis berdasarkan kualitas skuad, stabilitas performa, dan mentalitas di panggung besar.
Seluruh rangkaian pertandingan penyisihan grup kualifikasi telah tuntas. Sejumlah catatan penting mengemuka.
Ada kisah dramatis, kejutan tim kuda hitam, hinggga kisah klasik negara besar yang kembali menunjukkan taringnya. Dari situ, pengamat sepak bola dunia mulai menyusun peta kekuatan.
Siapa yang pantas menyandang status favorit? Siapa yang bisa menjadi ancaman dari balik bayang-bayang?
Kedalaman skuad, pengalaman, kualitas pelatih, hingga tradisi prestasi menjadi elemen yang diperhitungkan.
Dari sekian banyak nama, berikut deretan kandidat terkuat untuk meraih gelar Piala Dunia 2026.
- Argentina
Sang juara bertahan. Sang pemilik trofi. Dan mungkin panggung Piala Dunia terakhir Lionel Messi.
Sejak 2021, Lionel Scaloni membangun tim impian: tangguh, penuh semangat, dan punya mentalitas final.
Copa América dua kali dan Piala Dunia di antara keduanya menjadi portofolio yang sulit ditandingi siapapun saat ini.
Selama segala elemen berjalan normal, Argentina masih favorit nomor satu untuk mempertahankan supremasi.
- Spanyol
La Furia Roja kembali! Setelah era tiki-taka meredup, Spanyol hadir dengan gaya lebih kompleks: paduan teknik dan tenaga.
Juara Euro 2024 menjadi bukti kebangkitan. Lamine Yamal dan Nico Williams menghadirkan ledakan dari sisi sayap.
Tiga Piala Dunia terakhir tanpa mencapai perempat final kini diyakini akan terbalaskan lewat performa yang lebih matang dan efisien.
- Prancis
Juara 2018 dan finalis 2022 ini masih punya salah satu skuad terkuat di bumi. Meski tanpa gelar dalam tiga turnamen terakhir, stabilitas Les Bleus tetap mengesankan.
Kylian Mbappé masih menjadi pusat sorotan, ditemani generasi baru seperti Michael Olise.
Prancis pragmatis, tapi amat efektif. Mereka tidak membutuhkan permainan indah untuk menang.
- Inggris
Publik Inggris selalu menantikan momen kedua sejak 1966. Era Gareth Southgate memberi fondasi kuat, kini dilanjutkan Thomas Tuchel yang membuat Inggris semakin disiplin dan efektif.
Pertahanan kukuh menjadi modal vital. Delapan laga kualifikasi tanpa kebobolan adalah sinyal serius. Dengan stok pemain muda terbaik di dunia, Inggris kembali masuk bursa favorit.
- Portugal
Portugal belum pernah juara dunia, tetapi prestasi regional mereka mengilap. Juara Euro 2016 dan dua gelar Nations League menjadi bukti.
Cristiano Ronaldo masih jadi motor semangat, meski generasi baru kini memegang kendali permainan: Vitinha, Bruno Fernandes, João Neves, Rafael Leão, dan João Félix.
Roberto Martínez hanya butuh keberanian taktik. Jika itu hadir, Portugal berpotensi menembus sejarah baru.
- Brasil
Brasil adalah ikon Piala Dunia. Lima kali juara menjadi bukti betapa menakutkannya sejarah mereka. Namun racikan terbaru belum terlalu mengesankan.
Carlo Ancelotti datang membawa ketenangan dan pengalaman di laga knockout.
Dengan lini depan penuh bintang—Vinícius Júnior, Rodrygo, hingga Matheus Cunha—Seleção tetap kandidat kuat. Asalkan mampu lebih kompak dan tajam di momen krusial.
- Jerman
Der Panzer dulunya raksasa yang menakutkan. Tetapi dua Piala Dunia terakhir berakhir memalukan—tersingkir di fase grup. Performa di Euro 2024 pun hanya sampai perempat final.
Julian Nagelsmann membawa nuansa baru, mencoba memadukan pemain muda berbakat dengan penggawa berpengalaman.
Kualitas individu mereka tetap kelas dunia. Jika pertahanan kembali solid, Jerman bisa bangkit di saat yang paling menentukan.
- Belanda
Belanda dikenal sebagai spesialis hampir juara. Tiga kali ke final, tiga kali gagal mengangkat trofi. Kini, mereka datang dengan skuad bertabur talenta modern di setiap lini.
Masalah utama masih klasik: ketidakkonsistenan pertahanan dan absennya striker murni yang benar-benar mematikan.
Namun, penampilan di semifinal Euro 2024 menunjukkan Oranje belum kehilangan kemampuan tampil jauh.
- Uruguay
Dua kali juara dunia, tetapi gelar terakhir pada 1950. Meski lama tidak mencapai final, Uruguay tidak pernah benar-benar hilang dari peta persaingan. Di bawah Marcelo Bielsa, performa mereka kembali menggigit.
Uruguay mampu menumbangkan kekuatan besar seperti Brasil dan Argentina di kualifikasi. Dengan pemain penuh karakter dan mental baja, La Celeste siap menjadi kuda hitam paling berbahaya.
- Italia
Gli Azzurri selalu menjadi bagian penting dari sejarah Piala Dunia, dengan torehan empat gelar juara.
Ironisnya, dua edisi terakhir justru absen. Gelar Euro 2020 sempat menjadi titik balik, tetapi inkonsistensi membuat Italia harus menempuh jalur playoff untuk memastikan tiket.
Kini, tongkat kepelatihan berada di tangan Gennaro Gattuso. Energis, tegas, namun masih mencari pembuktian sebagai pelatih top.
Jika berhasil lolos, Italia tetap memiliki DNA juara yang membuat mereka pantas diwaspadai.
Baca Juga: Peluang Duel Lionel Messi vs Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026: Ini Skema Potensinya
Piala Dunia selalu menyimpan ruang bagi kejutan dan drama yang tak terduga.
Namun, daftar favorit ini dibangun berdasarkan performa, tradisi, serta kualitas nyata di lapangan.
Dari tim yang lapar prestasi hingga negara yang ingin menjaga kejayaan, semua siap meledak di panggung terbesar.
Siapakah yang akan mengangkat trofi emas pada 2026? Dunia sepak bola menunggu jawabannya. (*)
Editor : Ali Sodiqin