RADARBANYUWANGI.ID - Piala Dunia 2026 resmi memasuki fase baru setelah drawing yang digelar di Washington DC pada Sabtu (6/12) dini hari WIB.
Bertempat di John F. Kennedy Center, acara berlangsung megah dengan kehadiran pesohor lintas olahraga seperti Rio Ferdinand, Tom Brady, Shaquille O’Neal, Aaron Judge hingga ikon hoki NHL, Wayne Gretzky.
Edisi 2026 menjadi turnamen bersejarah dengan 48 peserta dan tiga tuan rumah—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Format baru otomatis memperlebar kans negara-negara nontradisional untuk tampil mengejutkan, namun tetap menyisakan sejumlah grup yang menjanjikan panas sejak matchday pertama.
Argentina sebagai juara bertahan mendapat jalan yang relatif bersahabat. Sementara itu Prancis harus bersiap menghadapi ujian berat sejak awal.
Inggris dan Kroasia juga kembali dipertemukan dalam duel klasik, sementara Jepang dan Belanda bisa menghadirkan drama tambahan jika play-off Eropa menghadirkan kontestan seperti Swedia.
Baca Juga: Messi Absen di Drawing Piala Dunia 2026, Argentina Masuk Grup J Bersama Austria dan Aljazair
Daftar Lengkap Grup Piala Dunia 2026
Grup A
– Meksiko
– Afrika Selatan
– Korea Selatan
– Pemenang Playoff Eropa
Grup B
– Kanada
– Pemenang Playoff Eropa
– Qatar
– Swiss
Grup C
– Brasil
– Maroko
– Haiti
– Skotlandia
Grup D
– Amerika Serikat
– Paraguay
– Australia
– Pemenang Playoff Eropa
Grup E
– Jerman
– Curacao
– Pantai Gading
– Ekuador
Grup F
– Belanda
– Jepang
– Pemenang Playoff Eropa
– Tunisia
Grup G
– Belgia
– Mesir
– Iran
– Selandia Baru
Grup H
– Spanyol
– Cape Verde
– Arab Saudi
– Uruguay
Grup I
– Prancis
– Senegal
– Pemenang Playoff Interkontinental
– Norwegia
Grup J
– Argentina
– Aljazair
– Austria
– Yordania
Grup K
– Portugal
– Pemenang Playoff Interkontinental
– Uzbekistan
– Kolombia
Grup L
– Inggris
– Kroasia
– Ghana
– Panama
Baca Juga: Hasil Drawing Piala Dunia 2026: Prancis dan Brasil Masuk Grup Berat, Inggris Jumpa Kroasia
Analisis Grup: Siapa Paling Diuntungkan? Siapa yang Harus Waspada?
PEMENANG: Amerika Serikat — Jalan Terang untuk Tuan Rumah
Mauricio Pochettino akhirnya bisa tersenyum lega. Kritik yang sempat menekan pada awal masa jabatannya perlahan hilang setelah lima laga tanpa kekalahan, termasuk kemenangan telak 5-1 atas Uruguay. Undian pun terasa ramah.
Australia terhitung salah satu tim paling lemah dari Pot 2, sementara Paraguay sedang tersendat di CONMEBOL. .
Jalur play-off Eropa—yang berpeluang diisi Turki, Rumania, Slovakia, atau Kosovo—juga bukan ancaman besar.
Jika momentum terjaga, AS berpeluang besar melaju jauh dan mengulang memori 2002 ketika mereka menembus perempat final.
PECUNDANG: Prancis — Grup I Bagaikan Ladang Ranjo
Sebagai unggulan, Les Bleus tentu berharap undian aman. Namun kenyataan berbalik 180 derajat. Dari Pot 3 saja, Prancis justru mendapatkan Norwegia—tim yang paling ingin dihindari siapa pun.
Haaland menjadi ancaman nyata, ditambah Senegal yang sedang kuat dan pernah mempermalukan Inggris dalam uji coba tahun ini.
Bayangan tragedi 2002—ketika Prancis tersingkir di fase grup—mungkin kembali menghantui skuat Didier Deschamps.
PEMENANG: Belgia — Generasi Emas yang Tersisa Masih Punya Daya Ledak
Walau dianggap habis, sisa-sisa generasi emas Belgia ternyata masih punya nafas. Kevin De Bruyne, Courtois, Lukaku, hingga Axel Witsel (bila bugar) tetap menjadi fondasi kuat.
Dengan lawan-lawan seperti Iran, Mesir, dan Selandia Baru, Belgia seharusnya bisa menguasai Grup G. Hanya Mohamed Salah cs yang berpotensi menyulitkan, tetapi secara kualitas Belgia tetap unggul.
PECUNDANG: Skotlandia — Deja Vu 1998
Skotlandia harus menerima kenyataan pahit: lagi-lagi satu grup dengan Brasil dan Maroko. Kondisinya mirip Piala Dunia 1998, hanya tanpa Norwegia.
Brasil bersama Carlo Ancelotti sedang menemukan kestabilan, sementara Maroko belum terkalahkan dalam 19 laga.
Tartan Army harus menyiapkan keajaiban—setidaknya seperti kemenangan dramatis mereka atas Denmark di kualifikasi—untuk bisa lolos.
PEMENANG: Spanyol — Status Tim No. 1 Dunia Semakin Kokoh
La Roja mendapat undian yang tergolong ringan. Uruguay sedang tidak stabil, Arab Saudi menurun drastis sejak 2022, dan Cape Verde jelas bukan lawan selevel.
Dengan Lamine Yamal dan generasi muda yang matang lebih cepat dari perkiraan, Spanyol berada di jalur mulus menuju fase gugur.
Peta mereka di babak lanjut juga relatif ramah, bisa bertemu AS atau Belgia—dua tim yang performanya masih naik-turun.
PECUNDANG: Impian Final Messi vs Ronaldo
Dua ikon sepak bola dunia—Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo—masih sangat mungkin tampil di Piala Dunia terakhir mereka.
Argentina diprediksi lolos mulus dari Grup J, sementara Portugal tak kalah diuntungkan dengan jalur relatif ringan.
Namun mimpi romantis publik—final Messi vs Ronaldo—dipastikan tidak akan terjadi. Argentina dan Portugal berada di sisi bagan yang sama, sehingga maksimal hanya bisa bertemu di perempat final.
Meski begitu, jika duel itu benar-benar terjadi, dunia sepak bola dipastikan berhenti sejenak.
Kesimpulan: Panggung Besar Siap Menggelegar
Dengan format baru dan distribusi kekuatan yang lebih merata, Piala Dunia 2026 berpotensi menghadirkan kejutan besar.
Argentina dan Spanyol terlihat paling stabil, sementara Prancis harus berkeringat sejak pertandingan pertama.
Jepang dan Belanda juga menarik untuk diikuti, terlebih jika grup mereka kedatangan Swedia dari play-off.
Kick-off tinggal menunggu waktu—dan dunia bersiap menyaksikan edisi paling besar dalam sejarah Piala Dunia. (*)
Editor : Ali Sodiqin