Mantan pelatih Brentford itu kini justru berada di ujung tanduk bersama Spurs, dan The Bees berpotensi memperparah situasi dengan menambah derita bagi bos lama mereka.
Tottenham masih terjebak dalam tren negatif usai bermain imbang 2-2 melawan Newcastle United pada tengah pekan. Sementara itu, tim asuhan Keith Andrews harus mengakui keunggulan Arsenal dengan skor 0-2.
Tottenham Masih Krisis Identitas
Thomas Frank sebelumnya dikenal mampu membawa Brentford mencapai ambang kompetisi Eropa. Namun, bersama Spurs, ia justru kesulitan menunjukkan identitas permainan yang jelas.
Tanpa arah permainan yang solid, Tottenham gagal memutus tren tanpa kemenangan yang kini sudah berjalan lima pertandingan di semua kompetisi.
Gol salto spektakuler Cristian Romero memang menyelamatkan Spurs dari kekalahan melawan Newcastle. Namun hasil imbang itu tetap menambah panjang rentetan hasil buruk dan menempatkan Tottenham di papan tengah klasemen.
Salah satu penyebab merosotnya performa adalah catatan kandang yang buruk. Tottenham kini berpotensi mencatatkan kekalahan kandang ke-11 di Premier League sepanjang tahun 2025, yang akan menjadi rekor negatif baru dalam sejarah klub.
Brentford Datang dengan Misi Menghukum Sang Mantan
Brentford kembali ke London Utara dengan target mempermalukan mantan arsitek mereka. Sayangnya, pendekatan defensif Andrews saat melawan Arsenal tidak berjalan mulus.
Mikel Merino menembus barisan lima bek Brentford sejak awal laga, sebelum Bukayo Saka menegaskan kemenangan The Gunners pada injury time.
Meski form Brentford belum konsisten, bergantian menang dan kalah dalam enam laga terakhir, mereka masih sejajar poin dengan Spurs 19 poin dan hanya kalah selisih gol.
Masalah utama bagi Brentford adalah pertahanan yang rapuh, tanpa satu pun clean sheet dalam enam laga terakhir Premier League. Parahnya lagi, performa tandang mereka sangat buruk, hanya satu kemenangan dari tujuh laga tandang musim ini.
Brentford juga selalu kalah dalam tiga pertemuan terakhir melawan Tottenham, termasuk kekalahan 0-2 pada Februari lalu.
Performa Terkini
Tottenham – Premier League: Menang-Kalah-Seri-Kalah-Kalah-Seri
Tottenham – Semua Kompetisi: Menang-Seri-Kalah-Kalah-Kalah-Kalah-Seri
Brentford – Premier League: Menang-Kalah-Menang-Kalah-Menang-Kalah
Brentford – Semua Kompetisi: Menang-Kalah-Menang-Kalah-Menang-Kalah
Berita Tim
Tottenham Hotspur
Spurs masih harus tampil tanpa sejumlah pemain utama seperti:
1. Dominic Solanke (pergelangan kaki)
2. Dejan Kulusevski (lutut)
3. Yves Bissouma (pergelangan kaki)
4. Radu Dragusin (kebugaran)
5. James Maddison (ACL)
Kabar baiknya, Kota Takai mulai berlatih dalam laga uji coba tertutup dan mungkin segera kembali.
Micky van de Ven yang diistirahatkan pada laga sebelumnya kemungkinan besar kembali berduet dengan Cristian Romero, yang tampil heroik dengan dua gol.
Dengan laga penting Liga Champions melawan Slavia Praha, Frank berpotensi menahan rotasi besar dan fokus pada kontinuitas skuad.
Brentford
Kabar dari ruang ganti The Bees:
1. Reiss Nelson kembali tersedia setelah absen lawan Arsenal (status pinjaman).
2. Cedera lutut masih menahan Antoni Milambo, Josh Dasilva, dan Fabio Carvalho.
Penyerang utama Thiago, yang sudah mengemas 11 gol, kemungkinan kembali sebagai starter setelah hanya bermain 30 menit melawan Arsenal.
Ethan Pinnock kemungkinan dicadangkan untuk memberi ruang bagi skema yang lebih ofensif.
Perkiraan Susunan Pemain
Tottenham Hotspur XI (4-2-3-1): Vicario; Porro, Romero, Van de Ven, Udogie; Sarr, Bentancur; Kudus, Bergvall, Johnson; Kolo Muani
Brentford XI (4-2-3-1): Kelleher; Kayode, Collins, Van den Berg, Lewis-Potter; Yarmoliuk, Henderson; Ouattara, Damsgaard, Schade; Thiago
Prediksi Skor: Tottenham Hotspur 2-2 Brentford
Tottenham masih menyimpan berbagai masalah, khususnya saat bermain di kandang. Namun, penampilan individual yang membaik memberi sedikit harapan. Di sisi lain, Brentford tampil lebih berani dan bisa mencuri poin jika menurunkan susunan pemain yang lebih ofensif.
Dengan segala situasi yang ada, hasil imbang tampaknya paling realistis, dan mantan klub Thomas Frank tampaknya kembali menghambat langkahnya meraih kemenangan penting. (*)
Editor : Niklaas Andries